Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
29


__ADS_3

"Apaan sih kamu, ngagetin aku saja, " ucap Cikha dengan wajah merona seperti ketangkap basah karna telah melakukan sesuatu.


"Habisnya dari tadi aku rasa kamu membelai wajah aku terus." ucap Nathang sambil terseyum, Nathan mencium kening Cikha dan berkata.


"Selamat pagi istriku."


sontak membuat wajah Cikha kembali merona apalagi di tambah dengan Ciuman lembut di bibir mungil Cikha, Nathang mengcium lembut bibir Cikha.


Nathan melepaskan ciumanya dan berkata


"Pagi ini aku akan ke luar kota, dan mungking aku akan pulang agak malam, karna di kantorku sedang ada masalah dan kamu doakan aku semoga aku bisa mendapatkan kerja sama ini, karna itu bisa membuat kartor kita kembali lagi seperti dulu. " ucap Nathang sambil berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Cikha hanya mengangukkan kepala dan berkat dalam hati.


"Kantor kita, emangnya Nathang punya kantor sendiri?" ucap Cikha dalam hati.


selesai mandi Nathang meminta Cikha menyiapkan pakaian yang akan di kenakannya.


"Cikh, ambilkan pakaian aku di lemari dan coba kamu atur warna apa yang senada dan juga dasinya. " ucap Nathang mengajari Cikha dan bukannya Cikha ngak tau apa -apa soal pakaian Nathan tapi karna ini pertama kalinya Cikha melakukan semua itu untuk suaminya.

__ADS_1


Cikha mulai memilih baju yang yang senada dengan celana dan Jas Nathan.


"Ini sangat cocok, semoga Nathang suka dengan pilihanku," ucap Cikha sambil mengeluarakan pakaian Nathang dari lemari. Nathang pun melihat warna -warna pilihan istrinya dan berkata dalam hati.


"Pas, sesuai dengan seleraku." ucap Nathang.


Cikha meras senang mendengar ucapan suaminya yang memuji pilihanya, Nathang mulai memakai kemejanya dan juga celananya.


"Sini aku bantu." ucap Cikha sambil mendekat ke arah suaminya,Cikha mulai memasang kangcing kemeja Nathan satu persatu, sementara mata Nathang tidak lepas dari wajah Cikha.


"Ternyata seperti ini rasanya memiliki seorang istri." ucap Nathang dalam hati.


"Sepatu dan kaos kakinya mana?." tanya Cikha.


"Di seblah sana. " tungjuk Nathang pada sebuah lemari berukuran lumayan besar. Cikha melangkah, dan membuka lemari itu, dan Cikha terkejut melihat isi di dalam lemari itu ada begitu banyak sepatu tertata dengan sangat rapi di sampingnya ada beberapa banyak kaos kaki dan di sebelahnya lagi ada begitu banyak koleksi jam tangan mewah dan juga domper berjejeran dengam rapi, Cikha mengambil salah satu sepatu dan juga kaos kaki dan tak lupa Cikha mengabil salah satu jam tangan untuk Nathang pakai.


"Ini," ucap Cikha sambil menyerahkan sepatu dan kaos kaki dan tak lupa jam tangan.


"Terimah kasih." ucap Nathan pelan.

__ADS_1


"Oya Cikh, ini kartu black card untukmu, kamu bisa membeli semua kebutuhan yang kamu perlukan." ucap Nathan sambil menyerahkan kartu hitam itu.


"Itu ngak perlu itu." tolak Cikha.


Nathang tersenyum pada Cikha lalu berkata.


"Ambillah, ini adalah hak kamu. " ucap Nathan lembut.


"Tapi." ucap Cikha.


"Aku tidak menerima penolakan." ucap Nathang tegas.


ucapan itu saontak membuat Cikha terkejut.


"I, iya aku ambil." ucap Cikha sambil menunduk.


"Na, gitu dong, jadilah istri yang penurut seperti apa yang di bilang mama kemarin, masi ingatkan dengan ucapan mama kemarin di puncak?." ucap Nathang mengingatkan, sambil membelai lembut rambut Cikah.


"I, iya." jawab Cikha pelan.

__ADS_1


__ADS_2