Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
Kejadian 2 tahun Lalu


__ADS_3

Stelah mendengar ucapan Nathan. Cika membuka pintu kamar mandi dengan wajah yan sangat merah. Karna malu, Cika sampai memegan kedua wajahnya.


Cika melihat ke arah Nathan, lalu berkat.


"Tidak masalah." tersenyum "Kita lupakan yang baru saja terjadi."


Setelah mengatakan itu Cika melangkah menuju arah tempat tidur, lalu merebahkan tubuhnya, kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Cika." Panggil Nathan.


"Emm." Jawab Cika dari dalam selimut.


"Apa kamu marah padaku?"


"Tidak." jawab singkat Cika.


"Apa kamu sudah mengantuk?"


"Iya." Jawab Cika singkat.


Sebenarnya Cika belum mengantuk tapi rasa malu yan membuat dirinya masuk ke dalam selimut.


Di dalam selimut Cika berkata pelan.


"Hemm, apakah malam ini aku bisa tertidur?"


Sebenarnya ciuman itu bukanlah ciuman pertama bagi Cika. Karna sebelummya Cika pernah menjalin hubungan dengan seorang pemuda tampan, kaya dan baik hati. Bahkan mereka hampir menikah namun karna insiden yan sangat mengerikan itu, membuatnya harus berpisah dengan oranga yan sangat Ia cintainya.


Cika pov


Dua tahun yang lalu Cika bertemu dengan seorang pemuda tampan yan datang ke puncak. Pemuda itu datang bersama teman-temanya untuk berlibur.

__ADS_1


Namun pemuda itu tersesat di hutan sendirian, dan kebetulan waktu itu Cika dan ayahnya tengah berada di dalam hutan untuk mencari ramuan obat herbal.


"Tolonggg, ada orang di sini?" Teriak pemuda itu.


Cika yan mendengar suara teriakan itu sengerah memberitahukan ayahnya.


"Ayah, sepertinya ada suara orang yan sedang minta tolong." melihat ke arah Ayahnya yang kini tengah berdiri di hadapannya.


"Ayah tidak mendengarnya." memegan telinga dan mencoba untuk mendengarkan dengan cara baik.


"Tolonggg, teriaknya lagi. Namun kali ini ayah Cika mendengarnya.


"Sepertinya suaranya dari arah bukit itu." Tungjuk Cika.


"Iya, ayo kita ke sana."


Cika dan ayahnya mulai berjalan mencari arah suara yang tengah meminta tolong.


"Tolong saya pak, saya tersesat." Ucap pelan pemuda itu.


"Memangnya kamu dari mana nak?" Tanya Ayah Cika.


"Aku berkemah di puncak gunung bersama teman -temanku. Namun saya ke asyikkan memotret, hingga akhirnya aku berjalan sangat jauh. Dan lupa jalanan pulang. Di sini juga ngak ada signal." Pemuda itu menjelaskan.


"Sepertinya kalian yang datang kemarin sore?"


"Iya bener, Pak, kami datang berlima untuk berlibur sekaligus mencari gambar pemandangan yan indah dan di sinilah tempatnya." pemuda itu tersenyum senang ketika mendengar kata yang keluar dari mulut Ayah Cika.


"Oya pak, kenalkan nama saya Eric." mengulurkan tangan "Aku berasal dari kota."


Cika dan ayahnya membalas uluran tangan pemuda itu, lalu memperkenalkan nama.

__ADS_1


"Cika," sahutku lembut.


Waktu Cika berkenalan dengan Eric, Ia tak melihat wajah Cika secara lansung, karna Cika menggunakan topi dan juga masker.


"Ayo." Ajak ayah Cika


Eric mengikuti arah langkah kaki ayah dan anak itu, hingga akhirnya sampai pada sebuah sungai yan sangat jernih, di kelilingi dengan pemandangan indah.


Eric lalu mengambil beberap Poto dan tampa sengaja, Eric memotret sorang gadis cantik yan tengah mengusap wajahnya dengan air.


Cika membuka topi dan masker yang Ia kenakan.


"Oh, astaga" terkejut "Ternyata gadis itu Cika. Ya, Tuhan cantiknya."


Melihat pemandangan indah itu dengan segera Eric mengambil beberapa poto tampa sepengetahuan Cika.


Setelah selesai mencuci wajahnya Cika kembali memakai masker dan juga topinya, lalu kembali berjalan, hingga sampai di tempat Eric berkemah.


"Terimakasih Pak, Cika" tersenyum melihat ke arah Cika dan juga Ayahnya "Karna telah menolongku dan juga mengantarkanku sampai di tempatku berkemah.


Mendengar itu Ayah Cika berkata


"Lain kali hati-hati, jangan sampai nyasar lagi." Setelah mengatakan itu Cika dan Ayahnya berjalan, untuk kembali ke rumahnya.


Setelah Cika dan Ayahnya pergi, Eric berkata.


"Oh, astaga, gadis ini, selain cantik dia juga sangat baik." Ucap Eric dalam hati.


Setelah beberapa saat teman-teman Eric, berjalan mendekat. salah satunya berkata.


"Kamu kenapa?" menepuk bahu "Melamun seperti itu? mereka siapa?" Tanya teman Eric.

__ADS_1


__ADS_2