
"Makasih ya Nath, kamu memang suami yang baik, yang terbaik malah,oya kapan kamu membelinya?, karna barus sekarang aku melihatnya?" tanya Cikha tersenyum melihat ke arah sepatu yang iya kenakan.
Nathang tersenyum lalu berkata.
"Kemarin, di kantor, ramai di bicarakan, kalau secretaris aku baru di belikan sepatu high heels sama tunangannya, dan katanya sepatunya itu limitid edisien cuman ada 7 di dunia." ucap Nathang menjelaskan.
"Apa!, jadi ini baran brad? " tanya Cikha terkejut mendegar apa yang suaminya katakan.
"Tentu dong, masa aku membelikan barang murah untuk istriku, sedangkan aku masih sanggup untuk membelikanya." ucap Nathang bangga.
"Tapi, kan, sayang uangnya, mendingan di tabung untuk di hari tua kita nanti, aku ngak perlu barang semewah itu Nath, dan aku ingin kamu berjanji ini terakhir kalinya kamu membelikan ku barang mahal." tegas Cikha.
"Baik lah honey aku janji, " Nathang menaikan dua jarinya.
"Ya udah ini terakhir kali ya, janji ya," ucap Cikha.
"Aku janji," ucap Nathang berjalan mendekat ke arah Cikha.
"Turun sekarang yu." ajak Nathang.
"Ayo," ucap Cikha mengganden tangan Nathang.
Cikha dan Nathang turun bersamaan, disana Nitha duduk manis, sambil melihat riasan di wajahnya dengan cermin bedak yang selalu ia bawa kemana -mana.
__ADS_1
"Ayo kita pergi Ma, " ajak Nathang pada Nitha.
"Ayo, daritadi Mama juga sudah nungguin kalian. " ucap Nitha santai, berdiri lalu berjalan keluar rumah.
"Bi, Bi Dewi, kunci pintu rumah utama, " ucap Nathang.
"Iya Aden, saya akan segera menguncinya, " ucap Dewi.
Setelah Nitha memberikan alamat tempat yang akan mereka datangi, Nathanh melajukan mobilnya di atas kecepatan rata -rata, hingga mereka cepat sampai di depan sebuah hotel mewah yang ada di kota mereka.
Nitha dan Cikha turun dari mobil diikuti oleh Nathang.
"Ma kalian masuk duluannya, aku ada telpon penting. " ucap Nathang pelan.
"Baiklah, kami masuk dulu, jangan lama -lama," ucap Nitha.
Nitha dan Cikha melanhkah masuk ke dalam hotel, di bagian lobi hotel terlihat begitu sangat ramai banyak ibu -ibu yang seumuran Nitha di sana, dan kebanyakan dari mereka mengandeng putra dan putri mereka, bahkan ada yang mengendong cucu -cucu mereka.
Nitha mengajak Cikha masuk ke dalam Ballroom. "Ayo, kita masuk." ajak Nitha.
Cikah menganguk lalu ikut berjalan mengikuti Nitha masuk.
Di dalam terlihat begitu sangat ramai begitu banyak ibu -ibu yang berpenampilan sangat cantik, sementara mata Nitha melihat kesana kemari seperti mencari seseorang.
__ADS_1
"Mama lagi nyari siapa?" tanya Cikha pelan.
"Mama lagi nyari teman yang melaksanakan acara ini." jawab Nitha pelan.
"Ooo," ucap cikha singkat.
Namun, tiba -tiba dari arah samping seorang wanita menyapa Nitha.
"Nitha kamu sudah datang?" tanya wanita cantik yang tidak berbeda umur darinya yang bernama farida.
"Hai, apa kabar?," sapa Nitha memeluk orang yang bernama Farida tersebut.
"Sudah lama?." tanya Farida.
"Baru aja nyampai," jawab Nitha.
"ini kenalin?.." Namun belum sempat Nitha mengenalkan Cikha farida sudah keburu memanggil namanya.
"Cikha, kamu Cikha kan?" tanya Farida memeluk erat Cikha.
"Iya tante, ini aku," ucap Cikha sopan.
"Ya ampun sayang, kamu gimana kabarnya?, tante ngak menyangka akan bertemu kamu di sini," ucap Farida senang.
__ADS_1
Nitha bingun melihat keakraban Cikha dan farida, lalu bertanya
"Farida kamu kenal di mana dengan menantuku?" ucap Nitha bingun.