Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
31


__ADS_3

Cikha terbangun dari tidurnya dan melihat sekelilingnya kamarnya yang sudah sangat gelap. "Astaga ini sudah malam" ucap Cikha bangun menyalahkan lampu kamarnya, kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri.


Selesai membersikan diri Cikha keluar dari kamarnya lalu turun ke lantai bawah. Lalu ke dapur dia sana Dewi sedang sibuk masak.


"Malam, Bi" sapa Cikha pada Dewi.


"Malam nak, baru bangun?." tanya Dewi.


"iya." jawab Cikha sambil berjalan menuju ke arah kulkas untuk mengambil segelas air minum lalu meminumnya sampai tandas.


Selesai minum Cikha bertanya ke Dewi. " Ada yam perlu saya bantuin Bi?." ucap Cikha pelan.


"Ngak usah nak, sedikit lagi selesai." ucap Dewi sambil tersenyun, Dewi telah mengagap Cikha sebagai putrinya sendiri. dan Cikha pun merasa senang di panggil anak sama Dewi. walaupun masi sehari tinggal di rumah Nathan Dewi sudah tau kalau Cikha ini anak baik dan sopan.


Cikha kemudian berjalan ke arah sopa untuk menyalahkan tivi, sambil nonton Cikha sesekali melihat ke arah pintu rumah, dan itu selalu di perhatikan oleh Dewi.


"Sebentar lagi suami kamu akan segera pulang. " ucap Dewi santai.

__ADS_1


"Hem, ngak nungguin Nathang ko bi, beneran." ucap Cikha bohong.


"Bibi tau kalau kamu sedang nunggu Nathang kan, karna dari tadi bibi perhatikan mata kamu, sering sekali melihat ke arah pintu."


"Bibi apaan sih, aku kan jadi malu." ucap Cikha sambil menutup wajahnya dengan ke dua tanganya.


Setelah beberapa waktu terdengar suara kelakson mobil.


"Itu pasti den Nathang yang pulang. "


ucap Dewi.


"Cepat amat buka pintunya, kangen ya sama aku?." ucap Nathanh mengoda Cikha.


"Iss, pede amat sih, " ucap Cikha sambil memayungkan bibirnya.


"Cup," satu kecupan lembut mendarat di bibir manyung Cikha.

__ADS_1


"Apaan sih, kan malu, di liat sama supir kamu, tu di belakang." ucap Cikha sambil memberi kode.


"Ooo, jadi kamu maunya aku cium di kamar?, ayo kalau begitu. " goda Nathang.


"Udah ah, ngegombalnya mendingan kamu masuk ngak cape apa?" ucap Cikha sedikit kesal.


"Sini tasnya aku bawain" ucap Cikha. Nathan pun memberikan tas kerjanya kepada Cikha kemudian masuk ke dalam rumah bersama -sama.


Sementara Udin yang melihat majikannya berciuman di depanya tadi berkata. "Dasar pengntin baru,ngak tau tempat, jadi kangen aku sama bini di rumah." ucap Udin supir pribadi Nathang.


Nathan dan Cikha naik ke lantai atas di mana letak kamar mereka .


"Mandi dulu sana." ucap Cikha pelan.


"Iya nyonya saya akan segera mandi." ucap Nathang sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


" Nathang kenapa ya?, pulang dari luar kota wajahnya jadi begitu sangat ceria ngak seperti biasanya, apa yang di ucapkannya tadi pagi berhasil kalau iya, syukurlah." ucap Cikha.

__ADS_1


Sementara Nathang di dalam kamar mandi begitu sangat bahagia, selain kerja samanya di setujui Nathan juga ingin memberikan hadiah buat Cikha.


"Pasti ini sangat cantik di jari manis kamu?," ucap Nathang pada sebuah Cincin berlian yang di belinya tadi waktu ke luar kota. Selesai mandi Nathang keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian santai untuk di rumah.


__ADS_2