Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
Nathan & Cika 2


__ADS_3

Mereka bedua melangkah bersama. Menelusuri jalan setapak.


Jalan yang mereka tempuh sudah terlalu sangat jauh. Membuat Nathan sering mengeluh, namun Cika tak pernah menanggapinya.


Mungkin karna bosan mendengar semua keluh kesah Nathan. Hingga akhirnya Cikha berkata.


"Kamu itu seperti anak gadis." menatap wajah Nathan "Manja." setelah mengatakan itu Cika kembali melanjutkan langkahnya.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Cika. Nathan merasa sedikit kesal, lalu berkata.


"Apa yang kamu bilang?" menatap tajam ke arah wajah Cika. Nathan tidak terima dengan apa yang tengah Cika katakan.


"Manja." mengulang kata "wekk." Cika mengeluarkan lidahnya, dan berlari mendahului Nathan.


"Awas kamu." Nathan berlari mengejar Cikha.


Cukup lama Nathan mengejar Cika hingga akhirnya Nathan menyerah sendiri, dan memilih berhenti duduk di tengah jalan.


Melihat Nathan tengah duduk di tengah jalan. Dengan segera Cika mengeluarkan Hapenya dari dalam tasnya, lalu mengambil gambar Nathan.


Cekrek.


Cikha mengambil gambar Nathang yang tengah duduk di tengah jalan. Nathang yang melihat itu, berdiri dari duduknya lalu berkata


"Kamu lagi ngapain?" berjalan ke arah Cika.


"Aku." tertawa "Aku mengambil poto kamu, lihatlah." menyerahkan Hapenya "Kamu terlihat sangat lucu"


Nathan mengambil Hape dari tangan Cika lalu kembali mengambil gambar bersama. Ada begitu banyak gambar yang mereka ambil bersama.


"Apa kamu memiliki hape?" melihat ke arah Nathan "Nanti aku akan mengirimnya, poto ini akan menjadi sebagai kenang-kenangan. Kalau kamu pernah bertemu dengan gadis aneh sepertiku." Setelah mengatakan itu Cika tertawa lepas.


"Aku memilikinya, namun, semuanya aku tinggalkan di rumah, aku tak ingin ada siapapun yang mengganguku." Nathan melihat ke arah Cika ketika mengatakan itu.


"Baiklah, aku mengerti." tersenyum manis "Boleh aku meminta nomor Hapemu?" Cika mengulurkan Hapenya pada Nathan.


Melihat itu. Nathan pun meraih Hape Cika, lalu mengetikkan nomornya.

__ADS_1


"Sudah. Ini Hapenya.


Setelah mengetikkan nomor Hapenya, Nathan berkata lagi pada Cika.


"Ini sudah hampir sore." melihat sekeliling yang tengah mulai gelap.


Mendengar itu, Cika pun berkata


"Berjalan sedikit lagi, kita akan segera menemukan Hotel. Ayo kita berjalan lebih cepat lagi sebentar lagi malam akan segera tiba." Setelah mengatakan itu Cika berlari-lari kecil, di ikuti oleh Nathan dibelakangnya.


Di perjalanan menuju Hotel, sesekali mereka berdua bersenda gurau. Tertawa bersama dan itu membuat beban di hati Nathan sedikit berkurang karna telah menemukan gadis banyak bicara seperti Cika.


Setelah sampai di depan sebuah bangunan, Cika berhenti melangkah.


"Akhirnya kita sampai juga." Cika terlihat sangat senang.


Nathan yang melihat itu mulai memperhatikan bangunan yang di hadapannya.


"Ini tempat apa Cik?" Nathan mulai melihat sekeliling bagunan tersebut.


Cika melihat ke arah Nathan, lalu berkata "Ini Hotelnya Nat."


Nathan nampak kecewa, melihat bangunan yang ada di hadapannya. Karna Ia berfikir Hotel yang di maksud Cika sama halnya dengan Hotel yang ada di kota.


"Iya." jawab singkat Cika.


"Apa di sini pasilitasnya lengkap?" kembali melihat ke arah Cika.


"Aku juga tak tau, karna ini pertama kalinya aku ke sini." berkata pelan "Ya sudah ayo kita masuk, ini sudah mulai terlihat gelap. Apa kamu ingin tidur di bawah pohon lagi?"


setelah mengatakan itu, Cika berjalan masuk ke dalam Hotel.


Tampa berkata apapun, Nathan mengikuti arah langkah kaki Cika, masuk ke dalam Hotel, sambil melihat sekelilin dalam Hotel.


Nathan berjalan, mendekat ke arah resepsionis Hotel. Dan resepsionis Hotel menyambutnya dengan sanagt ramah.


"Maaf, ada yang bisa kami bantu Tuan?" Tanya Resepcionis Hotel.

__ADS_1


"Apa kamarnya masih ada yang kosong?" tersenyum.


"Ada, Tuan, cuman tinggal satu. Apa anda ingin mengambilnya?" tanya resepsionis Hotel.


Mendengar itu, Nathan berkata dalam hati.


"Aduh, bagaimana ini?" Guman Nathan dalam hati.


"Maaf saya kesana dulu." menunjuk arah Cika yang tengah duduk di kursi yang ada di dalam lobi Hotel.


Nathan berjalang ke arah Ciha. lalu berkata. "Bagaiman ini Cik?" menatap "Kamarnya hanya ada satu, kamar yang lainnya penuh."


Dengan santainya Cika berkata. "Ya, sudah, ambil saja."


Mendengar itu Nathan pun berkata. "Apa kamu tak keberatan tidur sekamar denganku?" Tanya Nathan.


"Terpaksa." Jawab singkat Cika.


Setelah mendapat persetujuan Cika. Nathan kembali ke meja Resepsionis untu mengambil kamar itu.


"Baiklah, aku memesan kamar itu."


"Baiklah, Tuan ini kunci kamar anda dan silahkan menuju kamar nomor 11." Resepsionis itu menyerahkan kunci kamar pada Nathan.


Setelah mendapatkan kunci kamar Hotel, Nathang pun mengajak cika.


"Cik, ayo." Nathan melangkah mencari nomor kamarnya.


Mendengar itu, Cika berangjak dari duduknya. Lalu mengikuti langkah kaki Nathan.


Nathang pun mulai mencari nomor angka kamarnya.


"Ini dia." Setelah menemukan nomor kamar Hotelnya, Nathan mulai membuka kunci kamar, lalu membukanya kemudian masuk.


Setelah pintu kamar terbuka dengan segera Cika berlari masuk dan lansung melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Lalu mengguling -gulingkang tubuhnya di atas tempat tidur. Melihat tingkah lucu Cika

__ADS_1


Nathang pun tersenyum. lalu berkata.


"Benar-benar gadis aneh." Nathan ikut berjalan masuk ke dalam kamar Hotel.


__ADS_2