
Setelah ayah Cikha berbicara dengan Nitha ibu Nathang, ayah Cikha merasa tenang, sebagai seorang ayah dia juga memikirkan kebahagian putrinya.
"Nak Nathan, saya terima keputusan kamu untuk menikahi putri kamu asalkan kamu berjanji akan membuat putri kami bahagia," ucap Ayah Cikha.
"Saya berjanji akan membuat putri bapak bahagia semampu saya." Ucap Nathan langtang.
"Baiklah kami akan menyiapakan segala sesuatu untuk acara pernikahan kalian, dan kata ibu nak Nathan beliau ngak sempat hadir karna saat ini dia sedang ada di luar negri, dan soal resepsi, ibu kamu yang akan mengadakannya di kota,karna dia bilang dia akan mengenalkan Cikha pada semua anggota keluarga nak Nathang di kota jadi acara di sini cukup kita bikin sederhana saja." ucap Ayah Cikha menjelaskan.
"Baiklah, saya ikut bapak saja," ucap Nathan menurut.
Hari dan tanggal ijab kabul sudah di tetapkan. Jini Nathan tinggal menunggu hari dimana mereka akan sah menjadi sepasang suami istri. Sehari jelang pernikahan Cikha segaja menemui Nathang karna ingin membahas soal hubungan mereka.
"Nat, apa kamu yakin ingin menikahi ku?, " tanya Cikha.
Nathan tersenyum melihat ke arah Cikha lalu berkata.
"Kenapa?, apa kamu tidak yakin denganku?," ucap Nathan santai.
__ADS_1
"Bukan seperti itu, aku hanya merasa kalau kamu melakukan ini cuman karna?..."ucapan Cikha mengatung dan dilanjutkan oleh Nathan.
"Karna apa?," jawab Nathan.
"karna itu " ucap Cikha.
Nathan tersenyum dan berkata!.
"Cik, pernikahan itu hal yang sakral. dan aku tak pernah main -main soal itu, aku serius ingin menjadikanmu pendangping hidupku dan menjadi ibu dari anak -anakku kelak," ucap Nathan. Sontak membuat wajah Cikha bersemu karna merasa malu.
"Sudahlah kamu tidak usah membahas ini lagi, besok adalah hari pernikahan kita, dan kamu akan segera menjadi istriku, besok kamu akan menjadi Ny. Nathang Raharja." ucap Nathan bangga.
"Sepertinya aku pernah mendengar nama itu, nama Raharja tapi di mana? atau jangan -jangan? ah, sudahlah itu tidak mungking," ucap Cikha dalam hati.
Hari ini hari pernikahan Cikha dan Nathang. Suasana di rumah Cikha begitu sangat ramai banyak tetangga dan juga para kerabat dekat yang datang menghadiri acara ijab kabul Nathan, setelah selesai melakukan ijab kabul, Nathan merasa sangat bahagia, Nathan merasa ada kebahagian tersendiri di dalam hatinya, Nathan melihat ke arah Cikha memperhatikan wajah Cantik Cikha, sambil berkata.
"Istriku sangat cantik" ucap Nathan dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
Cikha melihat ke arah suaminya dan berkata.
"Kamu kenapa?, senyum -senyum kaya gitu sambil melihat ke arah wajah aku, apa aku terlihat aneh menggunakan mec'ap." tanya Cikha lembut.
"Tidak, kamu sangat cantik." ucap Nathang. Cikha langsung memegan wajahnaya dengan ke dua tangannya dan berkata.
"Mulai lagi deh gombalnya." ucap Cikha sambil buang muka.
"Ngak ada yang salah kan kalau gombalin istri sendiri?, kalau gombalin istri tetangga itu baru salah." ucap Nathan melucu.
"Ngak Lucu," ucap Cikha sambil mengcubit perut suaminya Nathan.
Malam semakin larut semua para tamu dan para kerabat semuanya pada pulang ke rumah masing -masing, begitu pun dengan Cikha dan Nathan keduanya terlihat sangat lelah.
"Aku mandi dulu." ucap Cikha.
sementara Nathang cuman menganguk dan tidak berkata apa -apa.
__ADS_1
"Dia kenapa?, Apa dia menyesal telah menikahiku?, " ucap Cikha dalam hati.