Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
26


__ADS_3

" Tidak nak, Cikha harus ikut denganmu sekarang Cikha adalah tanggung jawabmu, sekarang kamu lebih berhak dari pada kami." ucap ayah Cikha langtang.


"Baikalah kalau itu yang terbaiknya besok pagi kami akan segera ke kota menggunakan kereta apa, karna di sini sangat berbahaya kalau mengunakan mobil." ucap Nathang.


"Betul sekali nak, dan mungking lebih baik sekarang kalian masuk istrlirahat dan sekalian mengepas semua pakaian yang akan kalian bawa." ucap Ayah Cikha.


" Baiklah kalau begitu kami masuk dulu ayah." ucap Nathang sopan.


"Silahkan." ucap Ayah Cikha.


"Ayo Cikh." ajak Nathang.


Cikha hanya diam mendengar ucapan Nathang,Cikha melepas pelukannya dan berjalan masuk ke dalam kamar.


Sesampai di dalam kamar Cikha masi terus menangis,membuat Nathang tak tahan ingin memeluk Cikha, Nathan mendekat dan berkata.


"Sudah dong Cikh, aku itu seperti suami jahat saja ingin memisahkanmu dari orang tuamu." ucap Nathan sambil memeluk Cikha,


sementara Cikha hanya diam sesegukan sambil memeluk tubuh suaminya Cikha merasa sangat nyaman kalau selalu berada dalam pelukan Nathang.

__ADS_1


"Cikha sebaiknya kita beberes,karna besok pagi kita akan ke kota bersama. " ucap Nathang.


"Tapi Sesampai di kota aku masih bisa bekerja kan?. " ucap Cikha.


"Kalau soal itu nanti kita lihat,apa aku mengisinkanmu atau tidak." ucap Nathan santai.


" Kenapa begitu?, aku kan ingin punya penghasilan sendiri." ucap Cikha.


"Jadi aku suami ngak berguna dong membiarkan isriku bekerja, sementara aku masih mampu untuk memenuhi semua kebutuhan istri aku." ucap Nathan langtang.


Cikha hanya diam mendengar ucapan suaminya dan berkata dalam hati.


"Sebenarnya kamu itu siapa?, " ucap Cikha dalam hati.


" Iya, sebentar." ucap Cikha pelan.


Selesai mengemas pakaian Cikha dan Nathang merebahkan tubuh mereka di tempat tidur.


" Cik, saat ini mama masih ada di luar negri " Ucap Nathang.

__ADS_1


" Ha, Luar negri jadi Nathang ini orang kaya." ucap Cikha dalam hati.


"Cik, kamu dengerin aku apa enggak?." ucap Nathan sambil menarik hidung manncung Cikha.


"Auuu,sakit tau iya aku dengar. " ucap Cikhah agak kesal.


"Dari tadi aku liatin kamu melamun terus, melamunin apa sih?, aku jadi penasaran." ucap Nathan santai.


" Ngak melamunin apa -apa, aku hanya berpikir bagaiman kalau sampai mama kamu tidak menerimaku sebagai menantunya." bohong Cikha, padahal yang sebenarnya Cikha dan Nitha mama Nathan sering telpon -telponan,Cikha begitu senang berbicar dengan Nitha mertuanya mereka berdua sangat akrab di telpon.


" Kamu tau Cikh mama aku itu sangat baik,dia begitu sangat menyayagiku dari kecil hingga dewasa aku selalu hidup bersama mamaku," ucap Nathan.


" Memangnya papah kamu mana?" Tanya Cikha.


" Papa sudah nikah lagi waktu aku masih sangat kecil dan mamalah yang merawatku hingga aku dewasa, beliau adalah orang terhebat dia bisa menjadi ibu dan juga papa buatku." ucap Nathan bangga.


"Terus,terus ceritain semua dong soal kehidupan kamu" ucap Cikha sambil bangun dan menghadap ke arah Nathan.


" Lain kali saja Cikh' aku lelah dan ngantuk juga," ucap Nathan sambil memeluk bantal guling.

__ADS_1


"Yah, kamu ngak asyik banget " Ucap Cikha kecewa.


"Sudah tidur sini besok pagi -pagi kita akan berangkat ke kota." ucap Nathan sambil menarik tubuh Cikha masuk ke dalam pelukannya.


__ADS_2