
"Apa!, menantu? " ucap Farida dengan wajah agak sedikit terkejut.
"Iya, dia menantu aku, dia istri Nathang, dan hampir satu bulan mereka menikah. " ucap Nitha.
Farida tersenyum melihat ke arah Cikha lalu berkata. " Selamat ya nak, akhirnya kebahagiaan itu memhampirimu," ucap Farida sambil mengelus lembut wajah Cikha.
Nitha semakin bingun mendengar ucapan Farida lalu bertanya kembali.
"Sebenarnya kalian kenal di mana?, dan kenapa hubungan kalian sedekat ini? " tanya Nitha dengan wajah penuh kebingunan.
Farida tersenyum, dan mempersilahkan Nitha dan Cikha duduk," Duduk dulu ya Nit, baru aku ceritakan, soalnya kakiku pegel berdiri terus," ucap Farida tersenyum.
Mereka bertiga pun duduk. Sementara Farida mulai bercerita tentang dari mana awal pertemuan mereka.
"Begini lo Nith, Cikha ini hampir jadi menantu saya, dulu dia kekasih Eric dan hampir menikah. Namun kejadian itu? " ucap Farida sambil tertunduk sedih.
__ADS_1
Nitha lalu mengengam tangan Farida sebelah kiri sedangkang Cikha memegan tangan kanan Farida,karna Nitha tau soal kejadian 2 tahun lalu, tapi ngak pernah mengetahui kalau calon istri Eric adalah Cikha.
"Sabar ya Farida, semua atas kehendak yang di atas." ucap Nitha menyemangati, sementara Cikha sudah menahan air matanya yang sudah membendung begitu banyak di kelopak matanya.
Farida mengankat kepalanya dan tersenyum ke pada kedua orang yang menyemangatinya.
"Iya, aku begitu sangat sedih ditinggal oleh putraku, tapi Nith, kamu ngak pernah tau apa yang di alami Cikha selama ini, berjanjilah padaku Nith, jangan pernah menyakiti hatinya, di luar Cikha memang terlihat sangat tegar tapi di dalam dia sangatlah rapuh," ucap Farida ke Nitha.
"Iya Farida aku dan Nathang sangat menyayanginya, bahkan aku mengangapnya sebagai putriku, bukan menantuku, kalau boleh aku tau apa yang pernah di lakukan Cikha waktu kematian Eric, maaf ya bukan maksud aku ingin mengalih luka lama." ucap Nitha penasaran.
tanya Farida memegan tangan Cikha.
Cikha menganguk lalu berkata.
"Boleh tante."
__ADS_1
"Begini, setelah kematian Eric, sehari menjelang pernikahan, Cikha mengalami depresi berat, hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, Cikha ingin mengakhiri hidupnya dengan cara ingin gantung diri di dalam kamarnya. Namun beruntung ayah Cikha berhasil mendobrak pintu kamar, terlambat 2 menit saja Cikha mungking sudah tak bersama kita lagi di sini." jelas Farida.
"Apa!," Nitha syok mendengar apa yang Farida katakan.
Farida mulai mengatakan semua tengtang Cikha, Nitha begitu sangat terkejut dan sangat syok mendengar cerita Farida, Nitha meraih tangan menantunya mengelusnya dengan lembut lalu berkata.
"Begitu berat beban hidup yang kamu jalani nak, jika suatu hari nanti kamu ada masalah besar atau masalah sekecil apapum tolong kamu bilang ke Mama, kita akan menyelesaikannya bersama -sama." ucap Nitha lembut kepada menantunya.
"Makasih ya ma." Cikha sudah mulai meneteskan air mata.
"Iya sayang, Mama menyayangimu." ucap Nitha.
Setelah selesai bercerita Farida pamit untuk segera memulai acaranya. " Nitha aku kesana dulu ya, Aku igin segera memulai acara ini, di nikmati ya sayang acaranya." ucap Farida sambil menepuk bahu Cikha.
"Iya tante. " ucap Cikha.
__ADS_1
Acara pun dimulai,music juga sudah terdengar, begitu banyak ibu -ibu dan juga putra -putri merekan yang sedang sayik mendengar suara musik dan begitu pun dengan Cikha dan Nitha.