
Cikha dan Nathang asyik berjalan dan sesekali berpoto bersama, Cikha mulai merasa ada yang aneh dengan orang yang dari tadi mengikutinya.
"Nathang!." panggil Cikha.
"Iya." jawab Nathang.
"Kamu lihat orang yang ada di belakan kita?."
Nathang berbalik sebentar melihat orang yang mengikutinya dari arah jarak yang cukup jauh.
"Iya." jawab Nathang.
"Aku curiga, itu adalah mobil anggota kelompok, dari para perampok itu." ucap Cikha.
"Apakah di dekat sini ada sebuah kantor polisi?," ucap Nathang.
Cikha memukul kepala Nathang membuat Nathan meringgis.
"Auuu, kenapa kamu memukul kepala aku?," ucap Nathang sedikit kesal.
"Kamu itu bodoh atau **** sih, lihat di sekitar kita hanya ada hutan belantara jangankan kantor polisi, rumah di sini saja tidak ada" ucap Cikha menjelaskan.
"Lalu kita harus bagaimana?," tanya Nathang.
Cikha berpikir sejenak lalu berkata!
"Sebaiknya kita pura -pura saling mengejar karna di depan sana kita bisa masuk bersembunyi ke dalam hutan."
__ADS_1
"Ayolah sekarang kita mulai, namun usahakan terlihat seperti kita saling bercanda." ucap Jelas Cikha.
"Baiklah ayo kita mulai." Ajak Nathang.
Nathanv dan Cikha mulai kembali bercanda seperti tadi yang dilakukannya, tampa berkata apapun Cikha naik melompat naik di belakang Nathang,menbuat Nathang sedikit kaget dan berkata.
"Aku tak bisa berlari sambil membawamu seperti ini," ucap Nathang.
Cikha berbisik di telinga Nathan lalu berkata.
"Apa aku terlalu berat?." tanya Cikha lembut.
Perlahan Nathan merasakan sesuatu yang berbeda. Cikha yang tadinya terasa berat kini terasa ringan. Nathan mulai berlari sedikit kengcang, membuat sesuatu tergesek di belakan Nathan.
Namun pas di tikungan jalan cikha meminta turun.
"Turunkan aku di sini saja, lalu kita lewat sini, masuk ke dalam hutan dan pasti parah perampok itu akan kehilangan jejak kita," ucap Cikha menjelaskan.
"Kita berenti dulu, ehe,ehe." suara napas lelah Cikha.
"Baiklah." Jawab Nathan.
Cikha turun ke sungai untuk minum. lalu menawarkan juga pada Nathang.
"Mau minum." tanya Cikha pada Nathang.
"Memang air di sini bisa di minum?" tanya Nathang.
__ADS_1
"Jelas bisa dong, air ini jauh lebih bersih dari pada air kemasan yang selalu kita beli, apa kamu lihat gunung itu, dari sanalah sumber air ini mengalir." tungjuk Cikha pada sebuah gunun.
Nathang berjalan turun ke sungai, dan melihat - lihat kejernian air di sungai itu.
"Sangat jernih," ucap Nathan dalam hati." Nathan mulai mencium air itu kemudian meminumnya.
"Ahhhh, sangat sengar dan tidak berbau," ucap Nathang sambil membilas wajahnya dengan air, sementara Cikha sedang asyik bermain air sambil tersenyum sendiri.
Nathang naik di atas batu lalu duduk. "di sini sangat sejuk," ucap Nathan.
Kemudian Nathang melihat ke arah Cikha dan berkata.
"Sangat cantik,dalam senyumannya tersimpang begitu banyak luka," ucap Nathang dalam lamunanya.
Cikha melemparkan air ke arah Nathang, dan membuat Nathang sadar dari lamunanya.
" Lagi mikirin apa?,serius amat "
Ucap Cikha.
Nathan hanya tersenyum mendengar ucapan Cikha dan berkata dalam hati.
"Lagi mikirin kamu"
Nathan melangkah mendekati Cikha dan berkata!.
"Setelah ini kita berjalan ke arah mana?. " tanya Nathan.
__ADS_1
"Kita cukup berjalan ke arah sana ."
tungjuk Cikha.