Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
44


__ADS_3

"Ma, Aku sudah selesai," ucap Cikha, melihat ke arah Nitha.


"Duduk sini sayang, biar Mama mec'ap in kamu, biar tambah cantik." Nitha tersenyum melihat ke arah Cikah.


Cikha pun berjalan mendekat ke arah Nitha, lalu duduk di depanya, Setelah itu Nitha mulai mengeluarkan semua peralatan mec'ap nya dari dalam koper kecil yan khusus mec'ap.Cukup lama Nitha berkutat dengan alat mec'ap nya hingga akhirnya.


"Selesai," ucap Nitha senang.


Cikha berbalik melihat wajahnya di cermin lalu berkata. "Aku ngak salah lihat kan Ma? ini aku kan ?." Cikha tak percaya melihat pantulan wajahnya di cermin yang begitu tetlihat sangat cantik.


"Ya, jelas, itu kamu, kamu ngak salah lihat, kamu meman terlihat sangat cantik, di tambah sedikit polesan saja kamu akan terlihat lebih cantik lagi." ucap Nitha bangga.


"Namun, kalau menurutku, aku lebih suka melihat penampilan Cikha yang natural aja Ma, kalau cantik kaya gini, tiap hari, bisa -bisa istriku di bawa kabur sama orang Ma." ucap Nathang.


Ha, ha,ha, suara tawa Nitha dan Cikha.


Mendengar ucapan Nathang barusan Nitha pun berkata. "Ada -ada saja kamu." ucap Nitha ke Nathang.

__ADS_1


"Sekarang giliran kamu Mama mec'ap in," ucap Nitha bercanda


"Ih, ogah banget deh Mah, membayangkannya saja aku merasa ngeri apa lagi kalau beneran, entar apa kata teman -teman Mama kalau aku di dandanin seperti wanita?" ucap Nathang dengan wajah sedikit ngeri.


"Puff, palingan Mama kenalin kamu, ke mereka dengan nama Selli si bencong tengil itu, si tukan mecap di salon seberan sana," ucap Nitha meledek, di tambah suara tawa Cikha yang begitu sangat besar.


"Mama jahat deh, masa suami aku dibilangin bengcon, bencong salon lagi." bela Cikha dengan suara tawa yang di tahan.


"Iya honey, Mama jahat ya,masa bilangin suami kamu bencong padahal enggak kan?, suami kamu ini perkasa kan?" ucap Nathan sambil memeluk pinggan Cikha dari samping.


"Ya, sudah ayo kita siap -siap, ini sudah mulai malam, kan ngak enak, kalau kita datang terlambat, dan sekarang Mama mau kembali ke kamar mau siap -siap, dan Mama tunggu kalian di bawah, ngak pake lama," ucap Nitha tegas.


"Baik Ma, " ucap Cikha dan Nathang bersamaan.


"Nat, pake bajunya, entar Mama marahin kita lagi." ucap Cikha merapihkan rambutnya.


"Iya honey, tapi kamu bantu ya," ucap Nathang manja.

__ADS_1


"Tentu saja," ucap chika sambil tersenyum manis. Selesai membatu Nathang bersiap Cikha merasa bingun dengan sepatu yang harus di kenakannya.


"Nath, aku tak tau harus memakai sepatu yang mana?, tidak ada sepatu yang cocok dengan dengan gaun ini," ucap Cikha pelan.


Memang wajar jika Cikha tidak memiliki begitu banyak koleksi sepatu, karna keseharian Cikha waktu masih gadis, suka berpenampilan tomboi. Cikha hanya suka mengenakan sepatu kett saja dan tak pernah memakai yang lain.


Nathang tersenyum, lalu berjalan menuju rak sepatu, disana Nathang mengeluarkan sebuah kotak sepatu dan menyerahkannya pada Cikha.


"Semoga ukuran kaki kamu cocok." Nathan menyerahkan kotak sepatu itu sambil tetsenyum.


Cikha pun meraih, lalu membuka kotak sepatu itu, dan langsung berkta.


"Sepatu high heels, cantik sekali, ini buat aku? " tanya Cikha dengan wajah ceria.


"Iya honey, siapa lagi kalau bukan untuk kamu, dan semoga itu cocok dengan ukuran kaki kamu." ucap Nathang.


Cikha mulai memakainya lalu berkata "Ini sangat pas di kaki aku," ucap Cikha senang.

__ADS_1


__ADS_2