Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
24


__ADS_3

Setelah selesai memberikan baju pada Suaminya,Cikha langsung masuk dalam selimut, Cikha menyelimuti seluruh tubuhnya sampai tidak ada yang terlihat, sementara Nathang hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Cik' kamu sudah tidur ya?" ucap Nathang. Tidak ada suara yang keluar dari mulut Cikha.


"Sudah tidur ya" ucap Nathang kembali. sebenarnya Cikha belum tidur dia hanya merasa grogi dan juga takut kalau sampai Nathang meminta haknya malam ini jadi Cikha memilih pura -pura tidur.


Nathang Naik di samping tempat tidur Cikha, Nathang mulai merebahkan tubuhnya di kasur kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, semua yang di lakukan Nathang, tak lepas dari pendengaran Cikha. Nathang membuka sedikit selimut Cikha dan mulai memperlihatkan kepala Cikha,Nathang mengelus lembut kepala Cikha lalu berkata.


"Selamat tidur istriku" ucap Nathang pelan sambil mengcium belakang kepala Cikha, karna saat ini Cikha tidur dalam keadaan membelakangi Nathang. dalam hati Cikha merasa sangat bahagia mendengar ucapan Nathan dan berkata.


"Selamat malam juga suamiku." ucap Cikha dalam hati.


Pagi pun tiba, sepasang suami istri itu belum terjaga dari tidur indah mereka, hingga suara ketukan pintu kamar mereka terdengar


Tok, tok, tok " suara pintu kamar Cikha di ketuk.


"Cik, Cikha bangun nak ini sudah pagi." ucap ibu Cikha.


"Emmm, iya ma." ucap Cikha malas

__ADS_1


Cikha mulai mengosok -gosok matanya,dan mulai mau bangun cikha merasa ada yang aneh di bagian perutnya, cikha melihat ke dalam selimut dan ternyata tangan kekar suaminya sedang melingkar di perut rampingnya.


"Apa semalam dia memelukku." ucap Cikha dalam hati.


Cikha mulai pelan -pelan mengankat tangan kekar suaminya agar dia bisa bangun, tapi alhasil Nathan semakin mengencankan pelukannya dan bahkan menarik tubuh Cikha kasar masuk ke dalam pelukannya,di dalam hati Cikha bergerutu kesal.


"ini orang kasar banget sih narik tubuh gue, apa di pikir gue ini bantal guling." ucap Cikha kesal.


"Lepasin, " ucap Cikha kasar.


Nathan terbangun dan merasa kaget tangannya di hempaskan kasar oleh Cikha.


"Kamu apa?, bantal guling?. " ucap Cikha kesal.


"Hehehe, Iya " ucap Nathan sambil tertawa


"Bangun." ucap Cikha kesal.


Nathan melihat wajah kesal Cikha, sontak menarik tunbuh Cikha dengan lembut masuk ke dalam pelukannya, dan berkata.

__ADS_1


"Maaf ya Cik." ucap Nathan sambil mengecup lembut kening Cika, Cikha hanya diam mendapat perlakuan lembut dari Nathan,Cikha merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Nathan,pelukan mereka berakhir ketika mendapat ketukan pintu yang ke dua kalinya.


Tok, tok, tok ,suara pintu di ketuk.


"Iya" jawab Cikha yang masih nyaman dalam pelukan Nathan.


"Bangun sayang ini sudah sangat siang" ucap Mama Cikha.


"I, iya, ma aku sudah bangun," ucap Cikha pelan. sementara di hati Nathan mengerutu dengan kesal dan berkata.


" Ganggu aja ni mama mertua ngak ngerti apa kalau putri mereka itu masih pengantin baru, aku kan masih mau memeluk Cikha lebih lama," ucap Nathan dalam hati.


"Aku mandi dulu ya Nat," ucap Cikha pelan ucapan Cikha sontak membuat Nathan sadar dari lamunanya.


"I, iya. " ucap Nathan gugup.


" lKamu kenapa?. " ucap Cikha.


"Ngak papa, memangnya aku kenapa?." tanya balik Natham ke Cikha.

__ADS_1


"Tadi kamu bicara gugup kaya gitu, oh jangan -jangan." ucap Cikha.


__ADS_2