
Kini Cikha dan Nathang sudah sampai di kota, Nathang menggunakan taksi untuk segera sampai di rumahnya, taksi terparkir di halaman depan rumah Nathang.
"Turun, yuk" ajak Nathang.
"Ini rumah siapa?." tanya Cikha.
"Ini rumah mama, rumah kita juga."
ucap Nathan santai.
Cikha turung dari taksi, dan melihat ke arah rumah mewah yang ada di hadapannya.
"Wow, besar sekali, seperti istana." ucap Cikha di dalam hati.
"Sudah ngak usah di liatin, masuk yu cape ni." ajak Nathan manja.
Cikah hanya diam dan mengikuti langkah Nathang masuk ke dalam rumahnya.
Cikha begitu sangat terpesona melihat isi rumah Nathang, dekorasi rumah sangat simpel tetapi juga elegan, perlahan Cikha mulai melihat sekeliling.
" Nath, apa ngak ada orang lain di rumah ini?." ucap Cikha.
"Banyak, di belakang dan mereka semua pasti ngak tau kalau aku sudah pulng, kita kan masuk tidak memencet bel kita cuman menggunakan ini." ucap Nathang sambil memperlihatkan kunci duplicate di tanganya.
"Ooo,pantes." ucap Cikha.
__ADS_1
"Nat,dapur di mana?,aku haus." ucap Cikha.
"Lurus saja ke sana,di dalam sana pasti ada bi Dewi." tungjuk Nathan.
" Bi Dewi itu siapa?," tanya Cikha.
"ART, di rumah ini " ucap Nathan pelan.
Cikha berjalan masuk ke arah dapur yang di tungjuk Nathan tadi, dan disana Bi Dewi melihat Cikha mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut dan berkata.
"Anda cari siapa?, ucap Bi Dewi.
"Saya Cikha Bi." ucap Cikha lembut.
"Dia istri aku Bi." ucap Nathan.
"Eh aden kapan pulangnya?. " ucap Bi Dewi sopan.
" Baru saja Bi,dan kenalkan ini Cikha istri saya." ucap Nathan pelan.
"Oh, maaf Non atas perlakuan Bibi tadi." ucap Bi Dewi.
"Tidak apa Bi,aku haus dan mau minum jadi aku masuk ke sini" ucap Cikha pelan.
"Sini non, biar Bibi ambilkan sekarang Non duduk saja." ucap Bi Dewi sopan.
__ADS_1
"Bi Dewi, ngak usah panggil non panggil namaku saja Cikha." ucap Cikha sambil tersenyum manis.
"Masya Allah cantiknya, uda cantik baik lagi." ucap Bi Dewi dalam Hati.
"Ini Non, eh Cikha minumnya." ucap Bi Dewi sambil memberikan segelas air es kepada Cikha.
"Makasih ya Bi." ucap Cikha.
Selesai minum Nathang mengajak Cikha naik ke lantai ke dua karna di sanalah letak kamar Nathang.
"Cikh, ke atas yu istirahat." ajak Natha.
Cikha menganguk dan berkata.
"Ayo,aku juga sangat lelah." ucap Cikha pelan.
Nathang dan Cikha pun berjalan naik ke lantai atas di mana letak kamar Nathang berada, Nathan membuka pintu kamarnya dan berkata pada Cikha.
"silahkan masuk Ny. Natang Raharja." ucap Nathang sambi tersenyum. sontak membuat wajah Cikha jadi bersemu karna merasa malu.
"Apaan sih." ucap Cikha malu.
Cikha mulai masuk ke dalam kamar Nathan, Cikha mulai melihat sekeliling kamar Nathang, ada lemari berukuran besar dan juga lemari hias, rangjang utama berukuran king size dan juga pintu.
" Ooo, itu pasti pintu kamar mandi." Ucap Cikha dalam hati, Cikha melangkah ke sana lalu membuka pintu dan ternyata benar itu adalah kamar mandi, Cikha masuk dan melihat sekeliling kamar mandi, di sana begitu sangat luas bahkan lebih luas daripada kamar Cikha di puncak,di dalam sana ada tempat untuk mandi yang di tutupi dengan kaca di sekeliling dan juga bak berendam.
__ADS_1