Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
47


__ADS_3

Cikha nelihat ke sana kemari tapi tidak menemukan keberadaan suaminya. "Dimana dia?, kenapa lama sekali?" ucap Cikha dalam hati.


Nathang pov


Selesai menerima telpon pengting. Nathang berjalan masuk ke dalam Ballroom dan tampa sengaja bertemu dengan Rima teman Ana mantan kekasih Nathang yang telah menikah. " Nathang, kamu Nathang kan?" tanya Rima dengan senyum manis di bibirnya.


"Iya, maaf anda siapa?," ucap Nathang.


"Aku teman Ana, mantan kamu," ucap Rima dengan senyum manisnya.


"Kamu kemana saja?, Nathan, waktu hari pernikahan Ana aku mencarimu." ucap Rima dengan senyum centilnya.


"Aku tak kemana -mana aku hanya sibuk dengan urusan kantor." ucap Nathan santai.


Rima adalah teman dekat Ana, dulu Rima sangat terpesona dengan Nathang, selain tampan Nathang juga kaya, Rima begitu sangat menyukai Nathang, bahkan Rima pernah menjadi pengagum rahasia Nathang, tiap hari Rima selalu mengirim bunga dan surat ke kantor Nathang, hingga suatu hari Rima tau kalau Nathang dan Ana menjalin hubungan serius. Higga akhirnya Rima berhenti menjadi pengagum rahasia Nathang, dan membiarkan sahabatnya bahagia.

__ADS_1


Dan setelah mengetahui kalau Ana berselingkuh dari Nathang, Rima mendukung Anah, Rima merasa sangat senang apalagi mendengar kabar pernikahan Ana dengan kekasih barunya, Rima semakin senang karna memiliki kesempatan mendekati Nathang lagi.


Rima pernah mencari Nathang di kediamannya. Namun kata keamanan, yang ada di rumah besar Nathang berkata kalau majikan mereka sedang ke luar negri, itulah info yang di dapat Rima hingga akhirnya bertemu di acara ibu -ibu sosialita ini.


"Oya, Nath, boleh aku minta nomor hape kamu? " ucap Rima sambil menyodorkan hapenya kepada Nathang, Nathan pun mengambil hape Rima, lalu menuliskan nomor telpon Mamanya Nitha di hape Rima.


Sambil mengetik nomor Nathang tersenyum melihat ke arah layar hape Rima.


"Kamu kenapa tersenyum begitu?" tanya Rima.


Di dalam hati Rima menjadi ke GR ran karna melihat Nathang tersenyum -senyum sendiri, Rima berpikir kalau Nathang bahagia bertemu denganya.


Nathang tersenyum ke arah Rima.


"Baiklah aku masuk dulu ya, " ucap Nathang santai.

__ADS_1


"Bareng aja yu, aku juga mau masuk" ucap Rima centil, sambil mengalungkang tanganya di lengan tangan Nathang. Nathang merasa terkejut melihat perlakuan Rima yang sok kenal dan sok dekat.


Sambil melangkah masuk Nathang berguman dalam hati.


"Kalau sampai Cikha melihat ini, dia pasti akan sangat marah," ucap Nathan dalam hati.


"Maaf, sebaiknya anda melepaskan tangan anda dari lengan tangan saya, "ucap Nathang pelan.


"Udah Ah, ayo kita masuk," ucap Rima menarik tangan Nathang.


Nathan pun ikut berjalan masuk,dengan tangan yang di pegan oleh Rima.


"Rima lepaskan tangan saya,saya mau kesana dulu." tunjuk Nathang kepada kedua wanita yang sudah menatapnya dengan pandangan ingin membunuh.


Rima melepaskan pegangan tangan nya dan berkata. "Jangan lama -lama ya Nath, " ucap Rima sambil tersenyum manis, Rima bergabung dengan teman -teman Mamanya, sementara Nathang berjalan mendekat ke arah istri dan Mamanya.

__ADS_1


"Maaf, Ma, maaf honey aku lama. " ucap Nathang sambil merangkul pinggang istrinya.


"Lama karna apa?, apa karna wanita itu, yang mengandeng tangan kamu," Sindir Nitah dan berlalu pergi meninggalkan Cikha dan Nathang.


__ADS_2