Tentang Rindu

Tentang Rindu
Sandiwara Cinta


__ADS_3

Sabrina dan Dhisa pun masih keliling di area taman dan kolam renang hotel, untuk mencari spot foto yang bagus. Mereka kabur dari pesta setelah mencicipi beberapa hidangan yang tersedia, jujur mereka tidak begitu menikmati pesta itu karena gerak-gerik mereka seolah ada yang memantau, apalagi dari seluruh tamu undangan hanya Jaka dan John saja yang mereka kenal.


"Sabrinaaaa..... Dhisaaa....."


Sabrina dan Dhisa seketika menghentikan kegiatan nya, terdengar ada yang memanggil nama mereka berdua.


"PAK ANTONY"!! seru Sabrina dan Dhisa.


"Kalian ngapain malam-malam begini ada di hotel, terus foto-fotoan pake baju begini lagi, kalo di liat orang kesan nya gak baik!!" ucap pak Antony.


"Kami berdua datang di pesta ulang tahun kok pak yang di lantai 2 itu, ada John juga di sana!!" seru Dhisa menjelaskan sambil menunjuk lantai2.


"Kalo pesta nya di dalam dan di lantai 2, terus kalian ngapain di sini, ayo ikut bapak masuk aja!!" ucap pak Antony.


Sabrina dan Dhisa pun berjalan mengikuti pak Antony dari belakang, sambil menjawab bila pak Antony mengajak ngobrol.


"Acara nya gak seru pak di dalam, banyak orang JAKARTE nyaa, kita berdua berasa asing, jadi kami yaa jalan-jalan aja sambil tour of the hotel. heheheee...." jawab Sabrina.


"Lah yang punya acara orang mana?? kok banyak tamu Jakarta nya." tanya pak Antony.


"Yaa orang Jakarta pak, kita kan ke pesta cuma nebeng aja!! hehehe...." lanjut Sabrina.


"Pak Antony ke hotel ngapain pak?? Hayoo ketahuan!!" goda Dhisa.


"Jangan kalian berfikir yang aneh-aneh yaa...saya tadi di undang pak Wawan selaku HM (Hotel Manager) sini, yaa ngobrol-ngobrol santai saja sambil bahas OJT kalian. Ada beberapa Mahasiswa yang ambil di hotel ini.


Sabrina dan Dhisa pun semakin jauh dari area taman, dengan mengikuti pak Antony menuju Lobby lounge di mana tempat itu posisi nya paling depan, berdekatan dengan meja resepsionis. Sedangkan taman hotel posisi nya di samping hotel.


"Apa yang mereka berdua lakukan itu, di tegur om om dan langsung ikut begitu sajaa" gumam Seseorang yang ada di balkon sambil tersenyum miris.


"BASTIAN !! Gimana seh malah nongkrong disini, ayo buruan acara tiup lilin sebentar lagi." Ucap Marissa.

__ADS_1


"Kenapa juga klo gua gak ikut Sa, kan masih banyak teman mu di dalam!!" tolak Bastian


"Ichh... Gak bisa Elu harus temenin gua tiup lilin, Ayo!!" seru Marissa.


Acara puncak dari pesta ulang taon pun segera di mulai, beberapa tamu undangan berkumpul mendekati mini panggung, di mana Marissa berdiri menghadap kue yang akan di tiup nya, dengan di temani oleh Bastian serta ada MC dan kerabat dekat dari Marissa.


Disisi lain, Jaka dan John bingung mencari keberadaan Sabrina dan Dhisa. Beberapa kali di telp terdengar nada sambungan namun dari mereka berdua tidak ada yang angkat satu pun.


"Astaga bro di mana mereka berdua yaa, kedua nya gak di angkat nya telpon gua??" tanya Jaka.


"Tenang aja bro, gak bakalan kemana-mana mereka itu, palingan poto-poto di luar!!" filling John.


Baiklah para tamu undangan semua nya, mohon lebih mendekat ke arah panggung, karena acara puncak yaitu tiup lilin sebentar lagi akan di lakukan oleh pemilik pesta malam ini, yang sudah di temani oleh kekasih hati nya yang ganteng ini, kita sambut inilah M A R I S S A A


Samar-samar terdengar suara MC dari arah Lobby, di mana Sabrina, Dhisa, pak Antony dan HM sedang duduk membahas perkembangan hotel dan banyak nya kesempatan berkarir untuk hotelier.


"Dhisa kayak nya acara puncak di mulai, Jaka pasti cari kita??" Ucap Sabrina.


"Iyaa dari tadi mereka berdua telpon terus!!" jawab Dhisa.


Mereka pun izin untuk meninggalkan Lobby dan kembali ke pesta.


"Jaka, dimana Sabrina?? kok dari tadi gua liat elu sendirian??" tanya Marissa dengan menggandeng Bastian.


"Sabrina ada kok, tadi bilang nya mau keluar, mau cari angin kata nya." Jawab Jaka.


"Ohh iya Jaka neh kenalin pacar gua Bastian !!" ucap Marissa.


"JAKA" dengan mengulurkan tangan nya dan di sambut malas oleh Bastian.


Bastian yang mendengar telepon dari hp nya, beranjak ingin angkat telpon dan mundur beberapa langkah mencari posisi yang tenang, dan bersamaan dengan itu, suara Sabrina yang berteriak memanggil

__ADS_1


"JAKAA sorry tadi cariin Brie yaa? tadi tuh pas Brie di taman ketemu sama pak Antony, dosen bimbingan untuk OJT, akhir nya di ajakin ngobrol di lobby sampe lupa hihihi." sesal Sabrina.


Jaka pun tanpa menyia-nyiakan kesempatan dengan tangan kanan nya langsung meraih pinggang Sabrina, di rapatkan pelukan nya, dengan tangan kiri nya merapikan rambut Sabrina yang sedikit berantakan.


"Gak papa sayang, udah slesaikan ngobrol nya?? udah makan belum tadi??" ucap Jaka dengan romantis.


Gaya Jaka yang sok romantis itu, seketika mengganggu telinga Dhisa dan John yang jarak nya sangat dekat, mereka berdua saling pandang dan akhir nya menggelengkan kepalanya, karena melihat Jaka yang benar-benar terobsesi dengan Sabrina, Sabrina pun risih sebenar nya, karena Jaka benar-benar memanfaatkan situasi. Apalagi sekarang di depan mereka ada Marissa.


Bastian yang menerima telepon dari seseorang, memperhatikan gerakan antara Sabrina, Jaka dan Dhisa, entah apa yang terfikirkan oleh Bastian terhadap mereka. Setelah menutup telpon nya, Bastian yang hendak kembali ke tempat Marissa memutuskan untuk melihat dari jarak jauh.


"Jadi itu yang nama nya Jaka, dan dua perempuan berisik tadi salah satu nya kekasih dari Jaka!! gumam Bastian.


*


*


Setelah berpamitan kepada Marissa dan rekan-rekan nya, Jaka dan John pun menuju parkiran untuk mengambil mobil nya, dan menjemput Sabrina, Dhisa di depan lobby. Karena hotel Royal berkonsep hotel resort dan meluas, jadi jarak parkiran dengan lobby sangat jauh. Beda dengan di kota-kota besar karena lahan tanah terbatas, untuk parkiran biasa nya mereka membuat di bawah permukaan yang biasa di sebut basement.


"Ok pesta sudah selesai, drama pacar-pacaran juga selesai, sekarang mana dompet kalian berdua, kumpulin!!" tegas Dhisa sambil membuka tangan nya.


"Astaga Dhisa, masih ingat aja elu kiran dah lupa tadi." ucap John.


"Pokok nya isi dompet mereka semua kita ambil Dhisa, sebagian kita amalkan, sebagian kita buat traktir yang lain nya, setuju!!" usul Sabrina.


"Tega amat kamu Brie, gua ini perantauan loh, jauh dari orang tua, jauh dari keluarga, klo gua lapar siapa yang urusin gua Brie??" ucap John yang lebay.


"Itu bukan urusan kita Brie, kamu gak usah mikirin John!! yang ada entar kamu kasihan tuh, gak jadi hukum John jadi nya!!" Ucap Dhisa.


"Iya iya Dhisa aku bakalan dengar omongan mu, untung aja kamu ikut kan? kalo gak pasti mereka punya rencana lagi." Sabrina sambil memicingkan mata nya, menatap Jaka dari kaca spion dalam.


"Gilaa ini bro, baru semalam kan loe cerita jatuh miskin gara-gara keusilan elu itu, dan sekarang gua langsung terkontaminasi virus loe bro." cerita Jaka.

__ADS_1


"HaHaHa.. Hahahaa... itulah bro yang di namakan susah senang bersama, klo teman susah yaa ikut susah, klo teman senang bakalan di bikin susah" Heheheeee" kelakar John.


...***...


__ADS_2