Tentang Rindu

Tentang Rindu
Love is Never Wrong


__ADS_3

Bastian POV


Sejak kejadian itu, jujur aku benar-benar tidak bisa melupakan bayangan nya dari pikiran ku, dia perempuan pertama yang berani menatap ku, bertingkah seenak nya sendiri kepadaku, dan berani berbicara kasar serta mengumpat di belakangku, tidak seperti perempuan pada umum nya yang sering ku jumpai, bersikap sok baik, sok cantik, berbicara lembut dengan suara yang di buat semerdu mungkin, dan aku bosan dengan tingkah mereka yang penuh kepalsuan.


Perempuan ini alami, aku melihat pertama kali di hotel tempat Marissa mengadakan ulang taon nya, dia bersama teman nya saat itu bukan menikmati pesta seperti yang lain nya, tapi malah berkeliling taman, bermain air mancur, berfoto, benar-benar perempuan yang aneh dan jujur dia sangat berisik sekali.


Awal aku penasaran dengan nya, karena dia adalah pacar dari sahabat nya Marissa yang di sukai nya, yaitu Jaka dan kedua kali nya aku penasaran dengan nya justru membuat suasana hati ku berbeda, perempuan berisik yang selalu merusak ketenangan ku akhir-akhir ini, aku seperti menemukan permainan baru, aku selalu penasaran akan diri nya, dan saat aku bermain-main dengan nya aku merasa bahagia dan senang.


Seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru, dia akan selalu senang dan bahagia, setiap saat setiap waktu selalu ingin bermain dan bermain, saat mainan itu rusak dia pasti akan menangis dan sedih, dan pasti nya dia tidak akan rela mainan nya di bagi kepada teman yang lain, apalagi saat merasakan mainan nya pernah rusak dan sudah di perbaiki, dia akan semakin menjaga nya dan merawat nya.


Sama hal nya dengan aku saat ini, awal nya hanya ku anggap sebagai mainan seperti menghibur hati ku, dia bisa sangat mudah merubah suasana hati ku, dia bisa membuat aku semangat, dan merubah cara pandangan ku selama ini. Saat aku tau aku lah yang mengambil ciuman pertama nya, aku merasa senang dan lega, tidak ada perasaan bersalah sedikit pun, justru karena aku lah yang pertama timbul pemikiran kalo aku harus memiliki nya, meskipun aku merebut hati nya dari cowok nya, aku tidak peduli.


Saat aku merasakan dia menjahui ku akhir-akhir ini, aku berfikir mungkin aku terlalu posesif, aku merubah sikap ku 180° dengan bersikap cuek, tidak peduli dan masa bodoh, karena itu yang dia mau. Oke akan aku tururin meskipun aku tetap memperhatikan gerak gerik nya dari jauh.


Terbukti jurus ku manjur, dan aku lah pemenang nya!! Dengan berpura-pura baik, dan merespon staff cewek di hotel yang suka cari perhatian itu, akhir nya aku tau dia berubah mood, dan sering kali terlihat muka nya di tekuk saat tanpa sengaja dia melihat ku selalu merespon mereka semua. Aku memanfaat kan moment ini untuk mencari tau apa ada perasaan nya juga terhadap ku?!


Sore ini aku di datangi staff cewek itu lagi, jujur saja sampai detik ini pun dia salah satu cewek yang pantang menyerah, aku sedikit egois karena memanfaat kan situasi ini saat aku melihat perempuan yang selalu membanyangi ku, berdiri tidak jauh dari ku. Iya benar dia adalah Sabrina, gadis yang sudah mematahkan keegoisan ku dan merubah suasana hati ku.

__ADS_1


Aku merespon cewek itu, bahkan sampai detik ini aku tidak tau nama nya siapa?? Yang jelas moment nya sangat pas, saat dia membawa paper bag yang di tujukan kepada ku, aku tau isi nya apa, dan saat Sabrina terlihat jengkel dan berjalan menuju pantry, tanpa ucapan kepada staff cewek itu, yang berteriak-teriak memanggil ku, aku tidak peduli, apapun itu aku langsung berjalan cepat mengikuti Sabrina menuju pantry.


Perempuan ini benar-benar aneh, dia berbicara dengan kencang nya, memaki dan mengumpat!! Tentu saja itu di tujuk kan kepada ku, aku ingin menghampiri nya, memeluk nya menyakinkan dia bahwa aku sudah jatuh hati pada nya, hanya saja aku harus bersabar dia bukan perempuan yang mudah di takluk kan, aku harus pasang strategi dan jebakan untuk nya.


Sengaja aku pura-pura tidak mendengar apa yang dia ucapkan seorang diri tadi, dia membuka pintu pantry dan aku langsung masuk tidak peduli, ku simpan paper bag di meja yang mudah terjangkau, sengaja surat dari staff cewek itu sedikit ku keluarkan untuk mengelabuhi nya.


Aku meninggalkan pantry dan sedikit menarik keluar pintu tanpa ku tutup, sengaja agar aku mudah untuk masuk kembali, karena pintu pantry jika sudah tertutup, bunyi nya sedikit keras dan akan memecah konsentrasi Sabrina pada paper bag dan surat itu.


Aku melangkah menuju koridor dan berhenti di belokan saat jarak sudah tidak dapat terjangkau lagi dari pantry, Sabrina keluar melihat kondisi dan masuk kembali dengan semangat, aku hanya tersenyum dan mengikuti nya lagi dari belakang. Yess!! Tebakan ku benar, umpan sudah terpancing dan saat nya beraksi.


“Sabrina ngapain??”


Aku dengan pelan maju mendekati nya, ada pergerakan nya dia sedikit mundur, aku semakin mendekati nya, dan dia mengikuti langkah ku dengan mundur dengan kedua tangan nya ada di belakang, dan aku tau apa yang dia genggam.


Dia seperti murid yang ketahuan nyontek, karena kepergok, dia panik, ingin kabur, mundur sampai punggung nya menempel di depan rak, aku tetap maju dengan pelan, dia semakin panik, wajah nya sudah memerah, dan kepala nya hanya menggeleng, dia mulai bergetar dan susah berbicara seperti nya. Aku sudah ada di hadapan nya, jarak kami hanya beberapa centimeter saja, jika sekali saja wajah ku lebih maju sedikit saja, seperti nya hidung ku akan bertemu dengan hidung nya.


Sabrina penatapku dengan panik dan wajah yang memerah, ku ulurkan tangan ku untuk memegang pinggang nya, dia hanya bisa menggelengkan kepada nya dan dapat di dengar jika jantung nya berdetak sedikit kencang.

__ADS_1


“Eh... ka- ka-mu ma- u apaa??” ucap Sabrina dengan gagap


Aku ulurkan kedua tangan ku di belakang pinggang nya, dapat ku rasakan tubuh nya menegang dan kaku, ku tarik surat yang ada di belakang punggung nya.


Srrrrrkkk


“Ini!!” menunjukkan di depan Sabrina


“Ini milik ku kan?? Tanya ku pada Sabrina


Sabrina hanya diam tanpa kata, tersorot dari mata nya ada sedikit ketakutan, kesedihan, dan malu, aku tidak mau memperpanjang masalah ini yang membuat Sabrina menjadi sedih!! Aku sedikit mendekati nya lagi, hingga tidak ada jarak di antara kita, jantung kami terdengar seperti balapan saja, aku pun sebenar nya merasakan getaran tiap ada di hadapan nya.


Ku beranikan memegang pinggang nya, sedikit ku menunduk memiringkan kepalaku dan berbisik di telinga nya


“Kalo kamu penasaran ingin membaca nya, bacalah dan ambil sekalian kado nya untuk mu, lalu ku cium sedikit telinga nya setelah nya ku tinggalkan dia begitu saja.


“Sial !!” aku hampir saja tidak bisa menahan diri lagi untuk mencium nya, untung nya aku merasakan tubuh nya bergetar dan kaku lalu ku alihkan untuk berbisik saja dan secepat nya pergi dari hadapan nya,aku sudah tidak tahan melihat wajah nya yang polos itu.

__ADS_1


“Aku yakin aku telah menemukan cinta di dirimu, dan karena itu aku tidak akan melepaskan mu sampai kau menjadi milikku Sabrina”


... ***...


__ADS_2