
"BASTIAAAN !!! TIDAAAKK.......... !!!”
Bruuaaakkkkkkk
AGHHhh............
*
*
*
Rumah Sakit
Seketika itu Bastian langsung di larikan ke Rumah sakit, melihat kondisi nya yang sedikit parah karena tabrakan itu.
Bastian lari di jalanan dan tanpa sengaja tertabrak mobil yang melaju dengan kencang. Nenek Sofi beserta kerabat yang lain nya masih menunggu dengan cemas di depan ruang operasi, mengingat kondisi Bastian yang cukup parah, ada patah tulang yang cukup parah di kaki dan lengan nya dan harus menjalani tindakan operasi dan pemasangan gips di area tersebut.
Nenek Sofi ingin yang terbaik untuk cucu satu-satu nya itu, Bastian yang sudah beberapa hari di rawat di rumah sakit, masih belum ada perkembangan dan belum sadarkan diri, mengingat benturan yang sangat keras itu. Akhirnya Nenek Sofi membawa Bastian untuk di pindahkan ke Rumah Sakit di Singapore.
Di Singapore perkembangan Bastian cukup baik, hingga beberapa minggu Bastian di nyatakan sembuh, Nenek Sofi yang harus bolak-balik Jakarta-Singapore akhir nya mengutus salah satu assisten nya untuk bisa menjaga dan merawat Bastian di sana. Dari sana lah Bastian tidak mau pulang lagi ke Indonesia, setelah di nyatakan sembuh total dan tidak ada masalah untuk kesehatan nya, Bastian melanjutkan Sekolah nya di Singapore hingga dia kuliah memilih untuk menetap di Singapore.
Nenek Sofi yang merasa bersalah, karena menutupi kematian kedua orang tua Bastian bertahun-tahun lama nya. Kedua orang tua Bastian tewas karena kecelakaaan saat di hari Bastian menerima kelulusan Sekolah Dasar. Sebelum meninggal Ayah Bastian sempat sadarkan diri saat masih di ruangan ICU, beliau bertitip pesan pada Ibu nya yaitu Nenek Sofi untuk menjaga dan merawat Bastian, jangan biarkan Bastian sedih dengan kabar kematian nya, mungkin merasa ajal nya sudah dekat. Sedangkan Ibu Bastian tewas di tempat dalam kecelakaan tersebut.
*
*
Bastian kini belajar untuk bekerja di salah satu hotel milik Nenek nya, hanya sebagai karyawan biasa, seperti training atau anak magang pada umum nya, hanya saja Bastian mendapatkan insentif yang langsung di transfer oleh Pak Arman tiap bulan nya sebagai biaya hidup Bastian di Surabaya, syarat mutlak yang harus Bastian terima dari Pak Arman sebagai kompensasi nya ia di keluarkan dari penjara beberapa waktu lalu karena mengikuti ajang balap liar dan Bastian sendiri sebagai menyalur dana di balapan tersebut.
Sedang kan anak training pada umum nya atau OJT mereka tidak mendapatkan insentif seperti Bastian, tapi mereka mendapatkan ilmu yang banyak yang belum pernah mereka dapatkan saat di tempat kuliah, hanya mendapatkan makan siang atau makan malam saat mereka bekerja, fasilitas kesehatan, dan jaminan kerja serta mereka mendapatkan sertifikat saat sudah menyelesaikan training nya.
-
-
-
“Heii kamu Bastian, jangan mentang-mentang kamu titipan dari HRD yah terus bekerja seenak nya sendiri!! tugas mu bersihkan kamar mandi ini, kamu gosok setiap dinding kaca nya, toilet nya di sikat juga, wastafel nya juga di sikat, lantai nya di gosok jangan sampai licin dan meninggalkan bekas busa, kalo ada serabut rambut itu di ambil dan buang ke sampah, setelah itu bilas di pel dan lap dengan kain yang kering, ngerti gak!!”
“Bacot luu!! Ucap Bastian sinis”.
“Jaga mulut mu yaa, aku ini senior mu nurut dikit, kerjakan apa yang saya perintahkan!!”
“Apa peduliku!!” Bastian membuang begitu saja alat-alat pembersih yang di berikan oleh senior nya, dan beranjak untuk keluar dari kamar hotel yang akan di bersihkan.
“Heii, Bastian!!” senior itu mencoba mencegah Bastian untuk keluar dari kamar dengan memegang bahu Bastian dari belakang.
Bastian menoleh dan
BUUGGKK!!
__ADS_1
“Akkhhhhh......” senior itu langsung terjatuh.
“Sialan kamu!!”
Buuggkkk!!
“Cuuihhh......” Bastian meludah saat senior yang di pukul nya membalas dengan pukulan juga.
BUUGGKK... BUUGGKK ... BUUGGKK....
“Heii..... STOP!! STOP!! apa apaan ini!!”
*
*
Krriing Krriing Kriingggg
"Hallo Selamat siang pak Arif, bagaimana perkembangan Bastian??”
“Selamat siang pak Arman, begini pak... Bastian membuat ulah lagi pak!!”
“Hhhh.... Ulah apalagi anak itu pak Arif??”
“Mohon maaf pak, kemaren saat saya coba menempatkan Bastian di back office, kebetulan di departemen accounting, saya titipkan Bastian di purchasing untuk bantu-bantu inventory di store dan penataan barang, yang terjadi Bastian tidak bekerja dengan baik pak!! staff yang di purchasing langsung mengeluh dan komplin karena sebagian kerjaan mereka justru berantakan!!”
“Jadi apa tindakan pak Arif??”
“Apa ada kendala lagi pak Arif??”
“Begini pak Arman, Bastian hari ini kami pindahkan di Departemen Housekeeping, dan dia memukul salah satu staff senior di sini pak!!”
“Astaga!! Anak itu benar-benar, pak Arif saya minta tolong gembleng dia sampai dia bisa sadar dan tau posisi nya, jangan di beri cela sedikitpun, kita harus merubah anak itu pak, dan saya percaya pak Arif bisa melakukan nya!! Pak Arif jangan memandang Bastian sebagai anak pemilik hotel, dan saya mohon tetap rahasiakan ini dari siapapun!!” titah pak Arman.
“BAIK baik, siap pak Arman saya akan mencoba koordinasi lagi dengan GM mengenai Bastian, bapak jangan kawatir mengenai status Bastian di sini, hanya saya dan GM saja yang mengetahui nya.”
“Terima kasih pak Arif, saya titip Bastian yaa, segera hubungi saya bila anak itu bikin ulah lagi!!”
“Siap pak Arman, terima kasih untuk waktu nya.”
“Sama-sama pak Arif!!”
TUT
*
Bastian pun masih berada di ruangan HRD, karena ulah nya yang menyebabkan salah satu staff hotel menjadi babak belur. Beberapa karyawan dan staff sudah mulai resah dan geram oleh sikap Bastian, secepat itu berita menyebar luas jika Bastian anak training yang di bawa oleh HRD itu membuat ulah beberapa kali. Banyak yang ber tanya siapa Bastian sebenar nya? Dan mereka tidak ada yang mengetahui nya, beberapa departemen mulai bergosip dari mulut satu ke mulut yang lain nya, Apakah Bastian anak seorang pejabat yang di lindungi? Apakah Bastian anak dari keluarga dari pak Arif jadi nya di lindungi? Apakah Bastian anak orang penting? Atau mungkin Bastian anak dari teman nya GM atau saudara nya GM mungkin?
Beberapa menyimpulkan pendapat nya masing-masing tentang Bastian. Dan karena Bastian beberapa kali membuat masalah dengan staff hotel, akhirnya beberapa Manager departemen pun menolak untuk menerima Bastian, di samping itu banyak staff yang takut untuk bekerja sama dan berteman dengan Bastian, dengan sifat nya yang dingin, cuek, tidak peduli, tidak punya respon pada orang lain, dan sedikit tempramental. Manager departemen takut jika Bastian masuk di team nya, justru akan membuat keributan dan masalah di tinjau dari beberapa kali Bastian membuat masalah dalam hitungan sepekan saja.
*
__ADS_1
*
*
“Bastian, saya mohon bekerja sama lah dengan kami!! Apa yang menjadi keluhan mu di sini, kamu bisa bicarakan dengan saya sebagai kepala hrd di sini.”
Bastian pun hanya diam dan menunduk kan kepala nya, entah ia berfikir untuk kesalahan nya atau apapun itu, tidak ada yang tau.
“Saya tau kamu tertekan di sini, Nenek dan pak Arman menitipkan kamu di sini, agar bisa belajar menguasai perhotelan!! Apalagi saya dengar kamu adalah pewaris dari keluarga Wijaya, kalau kamu seperti ini terus apalagi tempramental, kamu bakalan lebih lama di sini.”
“Jadi apa yang om Arman dan Nenek mau dari saya??” ucap Bastian dengan pandangan yang dingin menatap pak Arif.
Pak Arif sedikit mengetahui tentang Bastian, selain pak Arif seorang HRD, beliau juga lulusan Psikologi, dan sedikit banyak tau tentang apa yang ada pada Bastian, sifat yang pemberontak, pemarah, dan tidak peduli pada sesama nya, tidak lain hanya menutup diri agar orang lain tidak mengetahui kesedihan nya selama ini, Bastian anak yang tidak mau di kasihani, dan dia juga merasa di bohongi oleh orang yang selama ini di percaya dan di jadikan panutan nya, lebih tepat Bastian trauma untuk bisa percaya dengan orang lain.
“Berubah lah demi diri kamu sendiri bukan buat orang lain, bukan untuk Nenek mu atau pun keinginan pak Arman!!”
“Saya tau kamu tertekan di sini, ini bukan dunia mu sebenar nya dan kamu sulit untuk bisa menerima kehadiran orang lain, hanya saja kita hidup perlu ada nya interaksi dengan sesama. Manusia membantu Manusia!!”
“Mulai lah berfikir, jika kamu sendirian di dunia, tidak seorang pun yang peduli, memperhatian dan mengurusi kamu seperti saat ini, apa kamu bisa menjalani semua nya??"
“Kamu harus nya bersyukur punya segala nya, mendapatkan pendidikan yang bagus, kamu di karuniai rezeki kekayaan yang orang lain belum tentu mempunyai, kamu mendapatkan pilihan yang banyak, hanya memilih, mempelajari, setelah itu tinggal eksekusi!!”
“Bayang kan orang lain yang berada di posisi bawah, untuk mendapatkan pekerjaan saja mereka butuh usaha keras!! Interview kemana-mana, bekerja dengan sebaik-baik nya agar bisa di pertahankan di perusahaan, belum lagi mereka masih mikir biaya hidup, sekolah buat anak-anak nya, cicilan rumah, cicilan mobil, entah mungkin masih ada yang ber hutang sana-sini untuk memenuhi kebutuhan hidup nya.”
“Dan ingatt!! Mereka bukan berarti tidak punya masalah keluarga, pasti adaa... kita semua hidup di dunia ini mendapatkan cobaan hidup dan ujian yang berbeda-beda sesuai dengan porsi nya, saya tau Bastian juga punya masalah yang berat,, tapi apakah kamu akan mengorbankan hidup mu?? Apakah kamu tidak berfikir ingin bahagia, menata masa depan?? Barang kali Bastian punya pacar dan ingin punya hubungan yang baik sampai ke jenjang berikut nya mungkin??”
“Manusia hidup pasti ada tujuan nya, begitu pula dengan Bastian tentu nya, hilangkan dendam dan ego!! Jika kita mempertahan kan itu, kita tidak akan bisa berkembang dengan baik, hati mu akan mati dan pasti nya kamu tidak akan berguna untuk siapa-siapa??”
“Ada yang lebih menderita dari Bastian, dia tidak punya keluarga, di buang di panti asuhan, tanpa tau siapa ayah dan ibu nya, tapi saat dia mengetahui jika hidup nya berharga!! Dia berusaha sebaik mungkin menjadi orang yang di anggap, menjadi orang yang berguna, menjadi orang yang di butuhkan, itulah perjuangan hidup!!”
“Bastian fikirkan semua omongan saya, sekarang kembali lah ke apartemen mu, istirahat lah dan renungkan semua tindakan yang kamu lakukan sebelum-sebelum nya, yang merugikan orang lain, saya memaafkan kamu untuk kali ini!! Jika kamu masih ingin hidup dengan baik dan layak, saya tunggu kamu besok pagi di office ini.”
“OKE Bastian!!” Pak Arif berdiri dan memukul halus pundak Bastian sebagai penyemangat.
Bastian pun hanya diam sedari mendengar semua yang di bicarakan oleh pak Arif, Bastian harus berfikir untuk hidup nya, memang benar dia menpunyai segala nya, tapi kalo tidak di imbangi dengan belajar, mengenal tentang perusahaan nya, berhubungan dengan orang lain sebagai media komunikasi, tidak tidak akan bisa apa-apa.
*
*
Bastian pun keluar dari office HRD, ia berjalan dengan menunduk dan berfikir apa yang harus ia lakukan selanjut nya, sedangkan Nenek dan pak Arman sudah membatasi semua fasilitas nya,ia tidak punya pilihan untuk saat ini, fasilitas nya akan kembali jika Bastian sudah berubah dan siap masuk ke dalam perusahaan keluarga.
Tanpa di sadari saat Bastian berjalan menunduk, ada seseorang dari arah berlawanan dengan berjalan mundur sambil berbicara dengan teman nya, yang menuju arah yang berbeda, seusai mereka istirahat dan makan siang.
“Bye bye.... sampai ketemu di locker nanti yaa, jangan lupa tungguin aku sampai aku datang!! Jangan di tinggal seperti kemaren yaaa....”
Buugkkk!!!
“Akkhhh sorry sorry maap!!”
DEG........
__ADS_1
...***...