
Bastian memandang Sabrina yang sedang menikmati view kota Surabaya dari arah jendela Apartemen, dengan jalanan yang masih ramai meskipun waktu sudah menunjuk kan dini hari tepat nya pagi hari karena jarum jam menunjuk kan angka 2 dan otomatis tahun sudah berganti, Sabrina yang mulai kedinginan sesekali mengelus bagian tangan nya yang terbuka agar mendapat kan kehangatan, Bastian yang mengetahui nya pun perlahan mendekat dan memeluk nya dari belakang mencoba memberi kan kehangatan untuk Sabrina dan mengajak nya beristirahat, terlihat wajah Sabrina lelah dan sesekali menguap.
“Ahhh.... Bas-tian ihh jangan kagetin” Bastian yang menyukai kegugupan Sabrina seketika meletak kan dagu nya tepat di atas bahu Sabrina, hembusan nafas Bastian pun bisa di rasakan oleh Sabrina
“Ini sudah pagi, ayo kita tidur!!”
“Haa... ki-ta tidur ber-sa-ma??”
“Iyaa, kita tidur bersama agar aku bisa memeluk mu seperti ini, bukan nya kamu kedinginan hmm??”
“Ta-ta-tapi Bastian ki-ta kan...”
Bastian semakin mengeratkan pelukan nya dan menyakin kan pada Sabrina bahwa ia tidak akan melakukan hal di luar batasan nya
“Percaya lah pada ku sayang, A KU tidak akan melakukan hal di luar batas!!”
“Kamu bisa pegang omongan ku hmm??”
Sabrina membalik kan tubuh nya untuk menghadap kepada Bastian, ia menatap wajah Bastian dan melihat dari bola mata Bastian dengan penuh keyakinan dan Sabrina mempertayakan nya kembali
“Apakah omongan mu bisa ku pegang??”
“Pasti dan percayalah!!”
Sabrina menyakin kan diri nya sekali lagi dengan menyipit kan mata nya ke arah mata Bastian, dan dari sana Sabrina melihat tidak ada kebohongan pada diri Bastian dan Sabrina pun mengangguk kan kepala nya
“Baik lah aku akan menginap di sini”
__ADS_1
“Good girl” Bastian tersenyum lega dan mengusap ujung kepala Sabrina dengan sayang
“Ayo kita ke kamar, kamu tidur di kamar ku yaa aku yakin kamu akan merasa lebih hangat”
Setelah sampai di kamar Bastian, Sabrina terlihat sedikit bingung ia tidak membawa baju ganti apapun dan tidak mungkin juga Sabrina tidur menggunakan dress nya yang sudah di pakai dari sore itu.
“Bastian, aku tidak membawa baju ganti?!” dengan sedikit canggung dan malu Sabrina memutus kan untuk mengutarakan kegelisahan nya
Bastian menuju lemari pakaian nya, di geser nya pintu itu dan terlihat ber tata rapi baju-baju Bastian yang terlipat, dan di sisi satu nya baju dengan gantungan pun terlihat rapi. Bastian masih memilihkan baju yang cocok untuk Sabrina, akhir nya Bastian mengambil kaos berwarna putih dengan bahan yang lembut dan halus, dan Bastian mencari celana trining nya yang sudah lama tidak ia pakai karena kekecilan dan mungkin masih bisa di pakai oleh Sabrina
“Ini pasti muat untuk mu, coba pakai lah!!”
Sabrina mengampil baju dan celana dari tangan Bastian dan ia pun langsung beranjak ke kamar mandi yang sudah tersedia di dalam kamar Bastian. Sabrina sudah lebih dari 15 menitan berada di dalam kamar mandi milik Bastian, dengan menggunakan kaos Bastian yang pasti nya terlihat besar seperti daster saat Sabrina pakai di tambah celana training yang kepanjangan dan kedodoran, meskipun kekecilan buat Bastian tetap besar saat di pakai oleh Sabrina.
Sabrina masih sengaja berdiam diri di dalam kamar mandi, ia merasa tubuh nya tenggelam saat menggunakan kaos dan celana training milik Bastian, karena Sabrina merasa risih dan pasti nya di buat tidur pun tidak akan nyaman, Sabrina melepas celana traning nya dan ia hanya menggunakan kaos Bastian saja yang bisa menutupi tubuh dan setengah paha nya, kaki jenjang Sabrina begitu terlihat jelas saat ini, bersih dan mulus membuat orang yang melihat nya akan menjadi pusat tergoda.
“No bad lah, gini aja deh toh juga mau tidur”
Pintu kamar mandi sedikit terbuka, Bastian yang merasa jika Sabrina terlalu lama berada di dalam kamar mandi langsung saja menolah untuk melihat jika Sabrina baik-baik saja
“Sorry kelamaan hehehee.....”
Sabrina yang keluar dengan tatapan tajam dari seorang Bastian hanya cengar cengir saja, merasa malu karena di pandanng dengan sesuatu yang sulit di arti kan oleh nya.
Bastian hanya diam terpanah melihat wajah polos Sabrina saat keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang di gulung-gulung dan di ikat ke atas hingga memperlihat kan leher nya yang putih, dengan hanya menggunakan kaos berwarna putih milik nya dengan panjang di atas lutut Sabrina setengah dari paha nya, dan terlihat kaki jenjang nya yang putih dan sangat menggoda iman Bastian.
Sabrina yang merasa di tatap oleh Bastian sedikit canggung, ia menarik narik kaos bagian bawah nya agar menutupi paha bagian bawah nya.
__ADS_1
Bastian berjalan dan menghampiri Sabrina yang masih berdiri dengan menunduk kan wajah nya dengan sesekali menarik baju nya ke bawah,
Bastian yang sudah berada di hadapan Sabrina langsung saja menarik ikat rambut Sabrina dari arah depan, Bastian sedikit menunduk dan memiring kan wajah nya mendekati telinga Sabrina dan nembisik kan sesuatu kepada Sabrina.
“Jangan menggoda ku dengan seperti ini, karena aku sudah berjanji tidak akan melewati batasan ku” Sabrina yang merasa hembusan nafas Bastian menerpa wajah nya pun hanya berdiam diri dan wajah nya mulai merona karena malu.
“Sekarang istirahat lah sebelum fajar muncul sebentar lagi!!” Bastian menuntun Sabrina untuk mendekati ranjang nya, memastikan Sabrina berbaring lalu Bastian mengikuti berbaring di samping Sabrina menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan Bastian merengkuh tubuh Sabrina agar masuk ke dalam pelukan nya
“Biarkan seperti ini, kamu tidak keberatan kan?? Hmm...”
"Aku hanya merindukan mu, dan sudah beberapa hari tidur ku tidak nyenyak sama sekali, selalu memikir kan mu"
"Kamu tenang saja, tidur yang nyenyak aku akan menjaga dan memeluk mu untuk hari ini"
Sabrina yang merasa begitu di sayang oleh Bastian dan di jaga nya itu merasa tenang, ia yakin dan percaya pada Bastian, Sabrina bersembungi di dada bidang milik Bastian, Sabrina hanya mengangguk kan kepala nya saja, Sabrina menghirup aroma parfum dan aroma tubuh Bastian yang sudah menyatu, di hirup nya pelan-pelan seolah menjadi aroma terapi yang membuat Sabrina lebih tenang dan perlahan Sabrina sudah terlelap terbawa mimpi dalam tidur nya.
Bastian yang masih terjaga, sedikit menunduk untuk memastikan bahwa Sabrina sudah tertidur pulas. Bastian mengulas senyum nya dengan sesekali mengelus ujung kepada Sabrina.
“Akhir nya kamu bisa tidur juga, kamu seperti nya memendam sesuatu yang aku belum tau masalah apa yang sedang kamu alami”
Bastian masih menunduk dengan memandang teduh wajah cantik Sabrina yang sedang tertidur, wajah polos nya begitu menenang kan hati dan jiwa Bastian.
“Nenek maaf kan aku, aku akan kembali menjaga Nenek setelah aku memberikan penjelasan pada gadis ku ini”
Bastian mengingat Nenek nya yang ia titip kan pada Pak Arman karena ia harus balik ke Surabaya untuk memenuhi janji nya kepada Sabrina.
Bastian pun akan mencari waktu yang pas, untuk menjelas kan kepada Sabrina bahwa ia akan kembali untuk merawat Nenek nya dan kemungkinan Bastian tidak akan kembali ke hotel untuk bekerja lagi, mengingat banyak permintaan dari Nenek nya dan mengalihan tanggung jawab yang mau tidak mau Bastian harus menerima nya.
__ADS_1
...***
...