
Jaka yang dari awal kuliah hingga akhir semester memutuskan untuk tinggal di Malang, dan selama itu pun Jaka tidak pernah pulang ke Jakarta, atau pun kedua Orang tua nya datang untuk menjenguk Jaka di Malang. Mereka hanya sesekali telpon Jaka, ber-anggapan jika Jaka bisa mengurus diri sendiri dan segala kebutuhan ter-penuhi. Dari situ hubungan kedua Orang tua dan anak itu renggang.
Jaka yang merasa kurang perhatian dari Orang tua nya, selama ini menghibur diri dengan memanfaatkan fasilitas dari Orang tua nya, Jaka membeli mobil keluaran terbaru, membeli rumah di kawasan elit yang awal nya dulu hanya ngekost saja, nongkrong sampai larut malam bersama teman kuliah nya, menghabiskan uang, berfoya-foya. Dan bagus nya Jaka, ia selalu ingat dengan orang kecil, security komplek, pembantu, maupun penjaga rumah sering Jaka kasih uang, atau pun makanan, di luar mereka terima gaji setiap bulan dari majikan nya.
Semenjak Jaka mengenal John dan jatuh hati kepada Sabrina, Jaka mulai berubah, ia mendapatkan teman yang tulus, bisa terima kekurangan maupun kelebihan tanpa memandang orang itu berlebihan. Dan pasti nya dari mereka Jaka mendapatkan kebaikan dari mereka, perhatian, kepedulian, belum lagi Mama Sabrina yang selalu memperlakukan Jaka seperti anak sendiri. Jaka yang mandiri, humoris, mempunyai hati yang tulus, dan peduli terhadap sesama.
Disinilah Jaka sekarang, setelah mendapat kabar dari Mama nya bahwa Papa nya masuk ICU karena serangan Jantung, Jaka panik, sedih, ingin marah, dan ia bingung siapa yang mampu berbagi kesedihan nya. Jaka memutuskan naik travel via darat mengingat jadwal pesawat dari Surabaya-Jakarta hanya ada di pagi hari, kalo di estimasi kan saat naik travel jalur darat, Jaka akan sampai di Jakarta saat pagi hari juga.
Rumah Sakit Jantung Jakarta
Jaka langsung memutuskan menuju ke Rumah Sakit saat mobil travel sampai di Jakarta.
“Mah... Mama gimana keadaan Papa mah..?” teriak Jaka saat berada di depan ICU.
“JAKA......Papa Jaka, Papa hiks hiks hiks....” lirih Mama
Jaka pun langsung memeluk Mama nya dengan erat, merasa selama ini jauh dari kedua Orang tua nya, dan tidak pernah peduli sama sekali, ber anggapan kedua Orang tua nya baik-baik saja dan sibuk dengan dunia nya sendiri.
“Mah..Mama yang sabar yaa!! Mama harus kuat, ada Jaka di sini temani Mama.” Hibur Jaka.
“Mama Takut Jaka....Mama takut Papamu hiks hiks hkis.....” Ucap Mama.
“Mama harus percaya sama yang di Atas, ini semua adalah ujian dari Allah, kita harus berdo’a mendoakan Papa agar bisa keluar dari kritis nya.”
"Jakaaa.....hiks hiks hiks....maafkan Mama Jaka, Maafkan Papa yang selama ini kurang perhatian sama Jaka!!” seru Mama.
“Jaka juga salah Mah.. , Papa dan Mama sudah memfasilitasi Jaka segala nya, tapi Jaka tidak pernah tanya kesehatan Papa dan Mama.” Sesal Jaka.
“Jaka Perusahaaan Papa tidak ada yang pegang kepemimpinan nya, Jaka mau kan gantiin Papa nak??”
“Mah...Papa pasti sembuh!! Mama harus yakin itu, sekarang Mama istirahat yaa!! Mama belum Makan kan dari semalam??”
“Mama gak lapar Jaka, Mama juga belum ada nafsu makan!!”
“Mah.. mama dari semalaman jagain Papa disini, Kalo Mama sakit juga gimana? Apa Mama gak kasihan sama Jaka hem??”
“Baiklah, Mama akan makan tapi Jaka temenin yaa??”
Jaka pun hanya menganggukkan kepala nya, merangkul Mama nya dan mengarahkan untuk pergi ke kantin Rumah sakit.
__ADS_1
*
*
*
Di tempat lain tepat nya di Cafetarian, masih berkumpul enam sahabahat yang mulai menghitung hari untuk menghadapi OJT, mereka sedang menikmati makan siang nya.
“John gimana udah dapat kabar tentang Jaka belum? Sudah dua hari ini dia menghilang!!” tanya Sabrina.
“Kemaren sore gua pergi ke rumah nya, ada penjaga rumah nya saja di sana, dia bilang Jaka dua hari yang lalu berangkat ke Jakarta, karena Papa nya masuk Rumah Sakit.” Ucap Jaka.
“Astaga...kenapa dari kita gak ada yang di beri tau nya!!” sambung Dhisa.
“Aku dah beberapa kali chat dan telpon tapi seperti nya hp nya tidak aktif!!” ucap Sabrina.
“Gua juga dah telpon berkali-kali gak aktif juga Brie...” sambung John.
“Terus gimana ini, meskipun bukan gank kita tapi Jaka sudah kita anggap teman baik kan??” sambung Doni.
“Aku punya ide” ucap Agus.
“Ide apa Gus??” tanya Sabrina dan Dhisa bersamaaan.
“Perfecto Gus” jawab Doni.
“Iya yaah...kepapa gua kemaren gak kepikiran kesana yaa!!” sambung John.
“Ya udah gini aja, dari pada rame-rame nanti di kira kita demo, biar aku sama John aja yang kesana, kalian tunggu aja di paviliun gimana??” ucap Zul.
“Nah itu yang mau ku katakan Zul!!” ucap Doni “Yaa bener-bener aku sama Sabrina, Dhisa dan Agus tunggu kabar yaa!!” sambung Doni.
“Oke lah kalo gitu, kita sama-sama berdoa’a saja semoga Papa nya Jaka segera di beri kesembuhan dan kita semua segera mendapatkan kabar dari Jaka!!” ucap Agus.
“AMIIN!!” ucap mereka bersamaan.
*
*
__ADS_1
Perumahan Araya
Tok! Tok! Tok!..... Tok! Tok! Tok!
Kreeek.....Kreeek.......
“Eh Mas bro lagi!!” ucap penjaga rumah.
“Yoi bro, gua butuh bantuan neh bro??” ucap John.
“Bantuan opo to Mas bro??” penjaga rumah.
“Bro ada nomor telpon rumah Jaka yang di Jakarta gak??” tanya John.
“Nomor telpon ya Mas bro, sek sek ada apa gak yaa??.... ada Mbak yu saya Mas bro yang kerja di rumah Mas Jaka di Jakarta, saya telponkan Mbak yu saya yo Mas, saya tanyakan dulu.” Ucap penjaga rumah.
“Astagaa bro, ya udah minta nomor telpon nya Mbak yu aja bro!!” ucap John.
“Loh jangan mas bro, Mbak yu saya sudah punya suami dan anak, jangan di ganggu!!” tolak penjaga rumah.
“Bro gua minta nomor telpon mau tanya si Jaka!! Bukan ganggu Mbak yu loe!!” tegas John sambil emosi.
“Hihihi..... oalah, sorri sorri Mas bro, santai dulu men!!” Gaya penjaga rumah yang sok gaul.
“Cepetan bro, penting ini!!” ucap John.
“Iyo iyo...bentar tak ambil hape saya dulu yo mas bro, santai men, yoi men!!” sambil lari dengan gaya menari dan tangan menembak ke arah John.
“Gila gaul juga yaa penjaga rumah nya si Jaka!!” ucap Zul.
“Bukan gaul itu bro, itu salah pergaulan!! gaya gua, gaya Jaka, mungkin gaya semua orang di komplek sini di ikutin semua nya.” Jawab John.
Mereka berdua pun menunggu di depan pagar rumah Jaka, tanpa di persilahkan masuk oleh penjaga rumah. Karena penjaga rumah di komplek situ sangat disiplin dan patuh, jika tidak ada majikan di rumah nya, mereka tidak akan mempersilahkan masuk tamu seenak nya sendiri.
“Mas bro..... Mas bro.......”
“Apalagi bro??” tanya John.
“Anu......anu.....Mas bro.....
__ADS_1
... ***
...