
"Jono ini bukan nya jam kerja di mulai, kenapa masih ada di sini??"
"Aduh, Mas ganteng pagi-pagi makin glowing ajah wajah nya, Mas ganteng pake sabun opo to?? biar Jono wajah nya berseri juga seperti Mas ganteng ini!!" Jono yang takut karena di tegur oleh staff HRD pun berusaha merayu dan sesekali merapikan baju milik Jerry
"Dasi nya bagus Mas hehehehe....."
"Walah, badan nya kok keras gini yo, waduh Mas ganteng makan apa iki yo??" Jono semakin kagum saja melihat badan tegak Jerry dengan lengan yang bersisi dan Jono sempat memijit mijit namun tidak kuat karena lengan Jerry terlalu besar
"Aduh, kuat yo badan nyaa, kalo pitnes nanti ajakin Jono yo Mas??"
"Lanjut kerja Jono, di belakang ada mobil bunga datang seperti nya" Jerry pun memposisikan seperti seorang Asst. Manager HRD di depan Jono yang langsung membuat Jono lari ngibrit
"Waduhh... Jono harus meluncur Mas ganteng bye bye Assallamuallaikum...."
"Waallaikum salam....." jawab Jerry
"Kak Jerry, Kakak dah balik dari Jakarta??"
"Keadaan Nenek Bastian gimana Kak??"
"Bastian ikut balik kan ke Jakarta??"
Pertanyaan Sabrina kepada Jerry yang beruntun membuat Jerry tidak bisa menjawab satu persatu, sebenar nya Jerry harus menemani Bastian membantu mengurus pengobatan Nenek nya di Singapore, hanya saja Bastian takut Sabrina kawatir, dan perasaan Bastian dari awal berangkat seperti merasa ada masalah yang terjadi kepada Sabrina, untuk itu Bastian menyuruh Jerry segera balik ke Surabaya hanya untuk melihat kondisi Sabrina.
"Nenek Bastian masih di Rumah Sakit Brie, Bastian harus menemani sementara di sana, gue balik duluan bantu Pak Arif di sini, mendekati akhir tahun banyak yang harus di kerjakan dan di audit."
"Sorry Brie gue bohong, padahal Bastian ke Singapore dan gue harus lapor keadaan lu untuk Bastian"
Dhisa pun ikut berdiri melihat kekasih nya sudah datang di pagi hari dengan kemeja warna biru langit dan dasi merah bata yang sangat serasi pagi itu di pakai oleh Jerry, Dhisa hanya senyum-senyum menghampiri sahabat dan kekasih nya itu.
"Kak Jerry sehat saja kan??"
"Sehat dong, apalagi lihat kamu pagi gini makin semangat!!"
"Hehehe.....Kak Jery bisa aja"
Jerry yang dengan reflek langsung mengusap kepala rambut Dhisa, seketika membuat si empu nya kaget karena mereka masih di area hotel
__ADS_1
"Ehem... ehemm... penjual kacang lewat, permisi om tante lewat duluu mau lanjut jualan nya.. kacang kacang.. kacang kacang.. " Sabrina melengos pergi keluar EDR melihat kemesraan sepasang sejoli itu.
"Brie, lu mau kemana tunggu gue!!" teriak Dhisa
"Udah kalian pacaran aja, kangen-kangenan gitu masih ada waktu 30 menit kok byee.... "
*
Dua hari lagi sudah pergantian tahun, janji Bastian dia akan datang dan merayakan pesta kembang api bersama di rooftop hotel milik nya, tempat moment penting di mana Bastian bisa melepaskan segala beban di hati nya selama ini dan hati nya bisa tenaang saat ia memeluk Sabrina sebagai kekuatan nya, Selama Bastian pergi untuk menemuhi Nenek nya, selama itu pula Sabrina dan Bastian tidak pernah komunikasi, Sabrina yang takut mengganggu waktu Bastian bersama keluarga nya, sedangkan Bastian tidak mau menghubungi Sabrina takut hati nya tidak kuat menahan rasa rindu nya selama mereka tidak bertemu, akhir nya komunikasi mereka sedikit terputus.
Hampir setiap hari Sabrina selalu menghubungi Mama nya menanyakan keadaan nya, Adek-adek nya serta kabar Ayah nya yang masih berada di kampung halaman nya, Sabrina menyemangati diri nya sendiri dengan bekerja dan bekerja dengan terua menerus selain ia harus kuat dan bertahan ia pun berusaha untuk mengumpulkan uang hasil casual nya untuk membantu kebutuhan Adek-adek nya. Sabrina bertekad ia harus ikut andil dan harus ikut kerja keras untuk membantu kedua Orang tua nya.
*
*
*
Waktu yang di nanti kan beberapa jam kita sudah berjalan mundur, hari ini Sabrina sengaja mengambil shift pagi, karena nanti malam adalah malam pelepasan berakhir nya tahun dan menjemput tahun baru, Sabrina sangat semangat sekali walaupun tidak pernah sekali pun komunikasi dengan Bastian, tapi hati Sabrina sangat yakin jika Bastian akan datang malam ini.
"Brie sore nanti Kak Jerry akan bawa gue jalan-jalan, lu gak papa kan gue tinggal di kost??"
"Oh.. iyaya, tapi di hotel kan ada acara New years Brie dan kita semua di undang, lu datang kan nanti ke hotel??"
"Datang lah Dhisa, aku siapin keperluan ku dulu, nanti jam 7an aku ke hotel deh ikut acara di sana"
"Yaa udah kita ketemuan di hotel aja yaa berarti, sepulang gue jalan-jalan sama Kak Jerry gue langsung otewe hotel yaa nanti?!"
"Sippp, kita rayain New Years tahun ini sama-sama yaa Dhisa"
"Pasti dong, dan kita merayakan mersama pasangan kita masing-masing, pasti seru nanti malam tuh"
"Hmm...udah gak sabar aku ketemu Bastian neh"
"Ciee yang kangen dengan pacarr...."
"Dhisa apa-apain seh suka bangen ngledekin orang?"
__ADS_1
"Hahahaaa .... Aku rinduuu setengah mati kepadamuuu... Sungguh ku inginnn....-"Dhisa menggoda Sabrina dengan menyanyikan lagu rindu yang sedang populer nya di waktu itu.
"Pergi sana gak usah ngedekin terus!!"
Akhir nya Dhisa pun meninggalkan Sabrina di kost seorang diri, karena Dhisa ada janji dengan Jerry untuk menemani cari sesuatu. Sabrina pun merasa suasana hati nya saat ini begitu bahagia sedikit ia melupakan masalah keluarga nya dan ia membayangkan untuk nanti malam saat pergantian tahun ia di temani oleh Bastian.
...**...
Malam ini Sabrina tampil sangat modis dan cantik sekali, dengan dress berwarna peach selutut di padukan dengan sepatu flat soes nya dan tas slempang sangan feminim sekali dan dandanan nya menunjuk kan usia nya yang masih remaja malam itu.
Sabrina jalan kaki menuju hotel tempat acara pesta New Years di rayakan beserta seluruh staff hotel Royal malam itu, ia bersenandung dan sangat ceria sekali menyambut hari baru di malam itu, hingga Sabrina sampai di belakang hotel, acara yang di selenggarakan tepat di samping kolam renang yang bertema kan Barbeque party untuk menyambut tahun baru malam itu.
"Haii Sabrina cantik banget malam ini, beda penampilan nya yaa saat kerja, malam ini rambut nya di urai cantik hehehee....." goda Pak Sigit malam itu saat bertemu dengan Sabrina
"Terima kasih Pak, Pak Sigit bisa aja, saya jadi malu Pak hehehee" senyum Sabrina dengan ceria nyaa yang bisa menghipnotis setiap orang yang melihat nya
"Waoww, Adek Brie cantik bangetttt ini, mau berdansa dengan Abang dek??" Doni sang Supervisor pun tak luput menggoda Sabrina malam itu
"Eittss, dengerr yee si cantik ini sudah ada yang punya cyiinn jangan jadi pembinor yee?!" datang Emond senior yang sedikit melambai itu
"Ihii.. Emond kamu pake lipstik yaa?? merah gitu bibir" goda Pak Sigit kepada anak buah nya yang selalu membaur dan tidak membedakan jabatan nya.
Mereka pun berkumpul bersama saling cerita dan tertawa, dalam management hotel, staff dan karyawan tidak di beda-bedakan semua nya sesuai jabatan, semua level malam itu berkumpul dan membaur mereka membentuk perkumpulan masing-masing di tiap meja yang di sediakan, tidak menutup departemen manapun boleh bergabung dengan yang lain nya.
"Pak Sigit, boleh gabung di meja sini gak?? anak buah Pak Sigit canti-cantik kalo di team saya lontong semua Pak hehehe....." ucap seseorang sambil memandang Sabrina dengan kagum
"Sini-sini gabung, saya sudah tau kalo kalian dari tadi lihat nya meja saya terus, gimana gak lontong departemen kalian ngurusi nya cuma listrik dan setrum tapi gak bisa nyetrum cewek Hahahaaaa....."
"Pak Sigit bisa aja, kenalin dong boss sama anak buah nya yang jomblo?!" ucap salah satu staff engineering itu kepada Pak Sigit.
"Mau yang mana kamu jon??"
"Yang cantik lah Pak Sigit, tuh yang pake baju piink"
Staff enginering menunjuk Sabrina yang menggunakan dress berwarna peach malam itu, hanya saja saat itu Sabrina berdiri bersama Emond yang kebetulan memakai meneja berwarna pink dan celana pendek dengan gaya mirip orang pantai karena tema nya memang BBQ party.
"Ladyes......." teriak Pak Sigit
__ADS_1
"Astagfirullah.........Pak Sigit kok itu salah Pak hiiiiii ngeriii....."
...***...