Tentang Rindu

Tentang Rindu
Clubbing


__ADS_3

Sore itu tepat nya pukul 16.30 di sebuah ruangan yang luas seorang gadis dengan muka yang lelah dan mengantuk sedang memoles piring keramik berwarna putih dengan tumpukan yang banyak.


Hoaammmm!!


“Brie kenapa wajah mu terlihat lelah sekali?? seperti orang bergadang saja?!” tanya Agus pada Sabrina saat melihat Sabrina tidak semangat bekerja sore itu.


“Iyaa Gus kamu benar aku gak tidur semalaman, aku capek banget apalagi kemaren kerja keras juga?!”


“Kamu ngapain gak tidur? Lagian juga hari ini masuk siang kan, bangun jam berapa tadi??”


“Pulang kemaren kan jam 11 malam kita, terus aku bersih-bersih sholat, ngobrol sama Dhisa sampai jam 12an gitu, eh jam 01.00 aku di bangunin Dhisa lagi Gus dan tau gak??” Sabrina pun menoleh kekiri dan kekanan untuk melihat keadaan agar tidak ada yang mendengar ucapan nya.


“Aku dan Dhisa pergi ke clubbing semalam!! Ssttttt, sebelum kamu marah? Jangan kencang-kencang ya bicaranya nya!!” ucap Sabrina bicara sambil berbisik dengan jarak sekitar 1 meteran dengan Agus.


“Kalian tuh, ASTAGA Brie... kalo terjadi apa-apa sama kalian berdua gimana coba?? Clubbing di mana kalian??” tanya Agus sambil memegang kepala nya dengan kedua tangan nya, Agus memang sangat protektif pada kedua sahabat nya itu.


Tanpa Agus dan Sabrina ketahui, ada seseorang yang mendengarkan obrolan mereka berdua dari balik meja bulat yang di balik untuk melipat kaki-kaki nya.


Apa yang mereka bicarakan?? Clubbing?? Siapa dan kapan??


Flashback ON


“Ayo Brie cepetan!! Dah cuci muka kan??”


“Iya ini udah slesai, Dhisa aku masih belum faham, kita mau kemana??”


“Aku di ajakin Kak Manda ikut rayain birthday nya Kak Billy di Cassablanca Club, lu kan belum pernah pergi clubbing sekali-kali biar tau!! Okeey.”


“Disana aman gak Dhisa?? Kita gak ada teman cowok loh!!”


“Tenang aja, ada Bu Susan yang ikut bisa jadi bodyguard kita? Dia kan security di hotel!!”


“Emang siapa aja yang ikut??”


“Banyak kata Kak Manda 20an gitu, kebanyakan staff seh yang ikut, anak magang cuma gua sama lu aja!! He he heee...”


“Aku pakai baju apa Dhisa??”


“Tarraaaa.... gua udah siapain costum buat lu, neh pakai!!”


“Astagfirullah... ini baju kekurangan bahan semua Dhisa, seksi banget baju nya??”


“Nama nya juga clubbing Brie, kalo lu mau pakai baju tertutup yaa ke pengajian sono!!”

__ADS_1


“Dhisa aku malu tau, coba liat paha sama lengan terpampang semua nya??”


“Waoww... perfect!! Lu cocok Brie, cantik!!”


“Dhisaa, aku kurang pede tapinya??”


“Biasa aja, cuek lagian di sana remang-remang gak terlihat jelas kok!!”


“Gitu yaa?? okedeh saat nya kita explore dunia malam!!”


“Brie ingat!! Jangan minum sembarangan di sana, jangan sentuh alkohol!! Kalo ada orang lain kasih minum jangan di terima apapun bentuk nya!!”


“Terus aku minum apa di sana??”


“Minum fanta merah aja!! kalo ada coca cola jangan di minum juga, kalo butuh apa-apa lu ngomong sama gua yaa!! jangan keluyuran sendirian!!”


“Oke siappp!! Pokok nya kamu jangan jauh-jauh dari aku loh!!”


“Pasti dong, lu kan sahabat gua pasti gua jagain, terus jagain aku juga yah kalo aku tergoda sama alkohol nanti!! Pokok nya dari kita harus ada yang waras yaa?!”


“Gimana penampilan aku Dhisa??”


“Emm... good look!! Cuzz kita dah di tunggu di depan gang sama Kak Billy!!”


...**...


“Dhisa jangan lepas pegangan nya, aku takut!! Ihh serem-serem banget seh muka mereka semua?!”


“Brie ingat pesan gua tadi yaa!! terus jangan liatin orang-orang nanti mereka naksir lagi sama lu!!”


“I-ya iya, astaga tempat apa ini?? Mereka kaya gak pake baju aja sambil berlenggak lenggok?!”


“Itu penari striptis nama nya, memang begitu lah dandanan nya nanti lu pasti tergoda buat menari kalo udah ngikutin irama lagu nya.”


“GUYS DUDUK DI MEJA NOMOR DELAPAN YAA!!” suara Billy sedikit berteriak saat memasuki area dance floor yang akan menuju ke sitting di mana ada sofa yang sudah di booking oleh Billy.


Sabrina pun duduk di sebelah Dhisa dengan arah pandang berkeliling, memutari area di mana suara musik disco dengan ritme remix itu menyatu dalam ruangan dengan sound yang menggema dan paduan lighting yang sempurna atau pencahayaan lampu sorot yang fantastis. Ini pertama kali nya Sabrina dugem karena belum pernah sebelum nya pergi clubbing, dan apa yang mereka lakukan di tempat seperti ini, sekedar ingin tau saja karena Dhisa sering cerita masa lalu nya saat masih tinggal di Bandung, dan Sabrina penasaran tapi tidak mau mencoba sesuatu yang merugikan diri nya.


Waiter Bar mulai menyajikan minuman yang di pesan oleh Billy, ada beberapa minuman soft drink dan alkohol, 1 buah pitcher berisi beer dan 1 ice bucket, dengan beberapa gelas sudah di sajikan, ada juga beberapa snack makanan ringan seperti french fries, kacang goreng, onion ring, mini sandwich dan masih ada beberapa menu lain nya.


“Ini untuk gadis cantik Sabrina.” Edo yang tidak lain seorang bartender di hotel, memberikan satu gelas minuman alkohol kepada Sabrina.


“Sorry guys, Sabrina tidak minum alkohol tolong di hargai yaa!!” Dhisa langsung saja mengambil gelas yang ada di depan Sabrina dan di pindahkan ke tengah meja.

__ADS_1


“Kak Billy orderkan Sabrina fanta merah aja yaa!!” ucap Dhisa kepada Billy.


“Oke, sebentar gua ke counter Bar dulu!!” ucap Billy sambil beranjak menuju Bar.


“Tapi kamu minum kan Dhisa??” tanya Edo lagi


“Gua minum tapi hanya dikit, buat hormati Kak Billy aja yang bikin party.”


“Nice, ayo Cheers!!” ucap Edo


CHEERS!!


...**...


Tidak terasa pesta Billy menjadi ajang saling curhatan sesama staff, beberapa staff ada yang mengeluh tentang atasan atau pun senior nya, mereka tidak sadar saat curhat Edo menyodorkan minuman terus dan pasti nya Dhisa pun ikut dalam giliran minum whiskey yang di tuang Edo di dalam gelas sloki itu, semakin malam semakin memanas tubuh mereka, hingga akhir nya beberapa orang sudah turun ke dance floor karena sudah terbawa suasana, Dhisa, Manda serta Sabrina pun ikut turun dan menari bersama, mereka masih menari dalam gerakan yang normal meskipun terlihat Dhisa sudah mulai mabok terlihat tubuh nya sudah mulai sempoyongan, Sabrina yang tetap waras pun memutuskan mengajak Dhisa pulang terlebih dahulu sebelum Bar di closing dan pasti nya akan banyak orang berebut untuk keluar dengan expresi wajah yang sudah tidak bisa di baca lagi seperti apa.


Semakin mabuk semakin banyak merancau nya Dhisa, berbicara tidak jelas dan mengumpat seseorang, kadang bernyanyi dan berteriak, dengan jalan bersempoyongan membuat Sabrina lebih extra membawa Dhisa untuk keluar dan memanggil taxi untuk mengantar mereka pulang.


Hoekkk


Hoekkk


“Brie gua gak mau pulang, Ayah bisa memukul gua kalo tau hari ini gua bolos sekolah lagi....”


“Dhisa diem dulu, aku masih cari taxi ini, jangan berdiri duduk aja yaa!!”


"Tapi gua gak mau pulang, gua masih mau dance!!"


“Heiii kalian!!”


"Kak Billy??" ucap Sabrina


Billy pun menghampiri Sabrina dan Dhisa yang menunggu taxi untuk menawarkan tumpangan pada mereka berdua.


"Ayo Sabrina gua antar, kalian cewek bahaya pulang sendirian!!"


"Baik Kak Billy, makasih."


Sampai di depan gang kost, Sabrina berjalan pelan sambil merangkul Dhisa yang sedikit belum sadar, waktu masih menunjukkan pukul 02.30 dini hari. Jalanan sepi saat itu tidak ada lalu lalang satu orang pun mereka jumpai, dan Sabrina aman sampai di depan rumah Ibu kost nya.


"Astaga pintu pagar di gembok sudah, dan aku enggak membawa kunci pagar?? gimana ini gak mungkin ku bangunkan ibu kost, apalagi Dhisa mabuk lagi?!"


Hoekkk

__ADS_1


Hoekkk ??


__ADS_2