
"Hahahaha..... hahahahaaa......"
Keseruaan malam itu tidak luput dengan kebahagian setiap staff yang hadir untuk ikut merayakan nya, Dhisa dan Jerry pun datang dan mereka ikut berkumpul bersama di satu meja round table sedikit tinggi dan mereka melingkali meja dengan berdiri, sesekali menyantap sajian yang di hidangkan, Agus kebetulan terpilih menjadi salah satu panitia tahun baru malam itu, jadi Agus sangat sibuk sekali dan tidak bisa bertegur sapa dengan sahabat nya.
Jarum jam semakin menunjukkan angka yang mendekati pergantian tahun, Sabrina mulai gelisah saat ia tidak mendengar kabar dari Bastian, ia pun memberanikan diri mencoba menghubungi Bastian karena hati mulai gelisah saat Bastian belum tampak kehadiran nya malam itu.
Berkali kali Sabrina mencoba telpon hanya saja habdphone Bastian sedang tidak aktif, acara tahun baru semakin lama semakin meriah di tambah dengan musik DJ dan beberapa pentanyi datang untuk menghibur acara tersebut, mereka menari bersama, bergurau bersama, dari jam ke jam hingga 30 menit mendekati pergantian tahun baru akan segera terlewati.
Agus sebagai panitia terlihat mulai membagikan topi dan teropet nya kepada seluruh teman-teman nya beserta panitia yang lain. Hati Sabrina mulai gelisah kala ia melihat jam di tangan nya menunjukkan angka yang di tunggu-tunggu dan Bastian belum di ketahui keberadaan nya.
Sabrina yang melihat Dhisa tertawa dan bahagia bersama Jerry sanfat egois jika Sabrina harus berbagi kesedihan nya menunggu Bastian yang tak kunjung tiba.
Sabrina pun berusaha tersenyum, dan sesekali menyesap minuman soft drink yang ada di atas meja, ia mencoba tertawa, tersenyum, dan saat beberapa rekan kerja nya bercerita seru dan membuat komedi Sabrina yang sebenar nya tidak mendengarkan topik dari cerita itu, ia pun ikut tertawa seru saat yang lain nya tertawa.
Jujur saja jika saat ini Sabrina sendiri, mungkin ia akan menangis sejadi jadi nya, jauh dari harapan nya, dari janji Bastian yang akan menemani nya di tahun baru, beberapa hari semangat Sabrina mulai menggebu saat ia merasa akan bertemu dengan Bastian, dan ia yakin jika Bastian berada di sisi nya, ia akan lebih kuat dan tegar.
Sabrina sudah menerima topi dan terompet dari Agus, ia pun memakai nya sebagai simbul tahun baru beberapa menit lagi akan mereka sambut, dengan menunggu detik-detik itu pun Sabrina sangat gelisah, ia mulai putus asa merasa Bastian tidak mungkin datang malam ini.
Suara musik mulai mengalun dengan cepat, DJ mulai memainkan aksi nyaa, sang penyanyi sudah mulai memberi aba-aba kepada seluruh orang yang merayakan tahun baru malam itu.
"PARA HADURIN SEMUA NYA.... SUDAH MEMBAWA TEROMPET MASING-MASING??"
"BAGI YANG BELUM MENDAPATKAN, SILANGKAN MENCARI PANITIA"
"MEREKA MASIH BERKELILING DENGAN KOSTUM KEMEJA PANTAI DAN CELANA PUTIH"
"KITA AKAN MULAI DARI SEKARANG DENGAN HUTUNGAN MUNDUR 10.... 9....8....7...."
__ADS_1
Sabrina tiba-tiba meneteskan air mata nya, saat ia merasakan kesepian malam itu, ia merasa benar-benar sendirian melihat Agus lalu lalang dengan kesibukan nya sebagai panitia dan Dhisa yang sangat bahagia bersama Jerry malam itu, hati kecil Sabrina merasa bahagia melihat kedua sahabat nya bahagia menyambut tahun baru dengan cara nya sendri.
"3.....2....1......"
"HAPPY NEW YEARS 2015"
TEETTT....TEETTTT......TEETTTT......TEETTT......
Duarrrr...... Duaarrr...... Duaarr......
"HAPPY NEW YEARS.... HAPPY NEW YEARS..... "
"HAII...HAPPY NEW YEARS.... HAPPY NEW YEARS...."
"SEMOGA KITA SEMUA LEBIH BAIK DARI TAHUN KEMAREN..."
"SUKSES BUAT KITA SEMUA NYAA...."
Beberapa suara Sabrina dengar, ia hanya berdiri di samping meja, tanpa ikut meniup teropet, ia hanya pejamkan mata dan berdoa di dalam hati nya.
"Yaa Allah hamba memohon malam ini, lindungi orang-orang yang hamba sayangi, beri mereka semua kesehatan dan kebahagiaan untuk menyambut datang nya tahun baru ini... "
"Yaa Allah hamba mohon beri umur yang panjang, dan rezeki yang barokah untuk Ayah hamba, Mama, Adek-adek, Sahabat hamba dan pasti nya Bastian juga"
"Di akhir tahun ini banyak sekali cobaan hamba yaa Allah... beri hamba kekuatan dan kesabaran yaa Allah serta hati yang ihklas untuk menerima segala nya"
"Yaa Allah yang Maha pengasih dan penyayang, apakah salah jika hamba malam ini memohon padaMu agar di pertemukan dengan Bastian...."
__ADS_1
"Lindungi dia di mana pun ia berada yaa Allah..."
"Robbana attina fuddun yaa khazanah wabil akhiroti khazanah wakina ada banna'ar aminn......"
Air mata membasahi pipi Sabrina yang terlihat merona malam itu, tapi tidak untuk hati nya, ia merasa sedih dan ingin segera berakhir acara ini, ia hanya ingin sendrian dan merenung semua yang akan ia lakukan kedepan nya.
Perlahan Sabrina meninggalkan acara tersebut yang masih dengan riuh tepuk tangan dan ucapan tahun baru, Sabrina berjalan pelan dan menunduk berniat ingin kembali ke kost dan mengistirahatkan tubuh serta pikiran nya yang begitu lelah dan capek setelah berperang perasaan beberapa hari ini.
Sabrina yang melewati service lift yaitu lift untuk karyawan, ia pun bergegas mendekati pintu lift
Ting
Tiba-tiba pintu lift terbuka, Sabrina pun berfikir ingin melihat rooftop sebentar, melihat tempat yang di janjikan oleh Bastian saat mereka akan mereyakan tahun baru bersama, tapi nyata nya sampai tahun baru terlewati Bastian bahkan tidak menampak kan diri nya.
Meskipun sedikit takut dengan ketinggian, Sabrina mencoba memberanikan diri malam itu hati kecil nya berbisik bahwa ia harus ke rooftop.
Ting
Pintu lift terbuka dan Sabrina mulai melangkahkan kaki nya untuk keluar, dari arah depan terlihat langit begitu cerah dengan banyak nya kembang api yang masih bertaburan di udara menandakan pesta belum usai.
Sabrina berjalan menelusuri mendekati tangga menuju rooftop dan tanpa Sabrina ketahui terdengar di rooftop ada suara tertawa seorang gadis, Sabrina yang penasaran semakin melangkah dari anak tangga satu ke anak tangga atas nya lagi hingga di anak tangga terakhir Sabrina di buat terkejut dan terdiam melihat adegan yang fulgar dari sepasang kekasih yang berada di rooftop tersebut.
Sabrina masih tercengang melihat sepasang kekasih itu saling berciuman yang awal nya hanya berciuman saling melepaskan, dan mereka melanjutkan nya lagi terasa dunia milik berdua, sepasang kekasih itu saling menautkan bibir nya, menyes*ap satu sama lain, semakin lama semakin dalam, sang lelaki mulai memegang tengkuk sang perempuan dan kedua tangan sang perempuan pun mulai melingkarkan ke belakang leher sang lelaki, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terkejut, terdiam dan tercengang hanya menutup mulut nya yang terbuka dengan mata nya yang melebar seolah-olah melihat adegan live seperti di film pada umum nya.
Sepasang kekasih yang tidak menyadari kehadiran orang lain itu semakin terlena satu sama lain nya, sesekali mereka melepaskan diri untuk mengatur nafas nya dan saling melempar senyum, langkah Sabrina tertahan saat mereka kemudian saling bercium*n, sebuah ciuman yang sangat panas sang lelaki begitu jelas terlihat meny*s*p dengan begitu menggebu, menggigit sedikit bibir bawah sang wanira dan seketika sang wanita membuka mulut nya, seketika lidah lelaki itu menerobos langsung ke dalam rongga mulut sang wanita mengabsen setiap inci dari dalam mulut, sang wanita pun terlena dan membalas cium*n panas dan menuntut itu.
Sabrina yang menyaksikan nya hanya bisa menelan saliva nya saja, jantung nya ikut berdetak dengan kencang seakan ikut berpacu dalam adegan panas itu , kaki nya mulai bergetar saat ia masih memijak kan kaki nya di atas anak tangga, Sabrina yang ingin mundur teratur untuk turun, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyekap mulutnya, seolah membuat agar Sabrina tidak berteriak dan seseorang itu sedikit menarik nya.
__ADS_1
"AHHPPP"
...***...