
Tanpa Sabrina ketahui jika mereka sedang makan siang bersama dengan Bastian, Sabrina yang akan bercerita panjang kepada Dhisa sahabat nya langsung saja berhenti saat melihat Bastian datang dan langsung duduk di depan Sabrina.
Bastian yang duduk santai dengan bersandar pada punggung kursi itu dan melipat kedua tangan nya di dada, memandang lurus ke depan dan menunggu kelanjutan cerita dari Sabrina, Agus pun sudah menyelesaikan makan siang nya dan seperti biasa menyimak cerita dari kedua sahabat nya itu.
“Siapa laki-laki mesum itu Brie? lu di godain? Apa dia berbuat yang aneh-aneh??” tanya Dhisa penasaran.
DEG....
“Kenapa laki-laki kutub ini bisa ada di depan ku, tatapan nya tajam lagi!!” suara batin Sabrina.
“Oh, i-tu itu ahh aku lapar mau makan dulu!!” Sabrina mengalihkan pembicaraan nya seketika karena di tatap oleh Dhisa.
“Ichh tadi aja menggebu-gebu?!” sewot Dhisa
Sabrina hanya berpura-pura tidak mendengarkan suara Dhisa, ia tetap makan dengan lahap nya, tanpa basa-basi tanpa jaga image seperti perempuan pada umum nya.
“Bastian lu kan baru masuk di FB Service, kenapa lu di pindah??” tanya Dhisa spontan karena tidak ada bahan obrolan.
“Gua pukul senior!!” jawab Bastian singkat
“Gilaa lu, pukul senior masih bisa santai begini??”
“Masalah apa Bas sampai pukul senior??” potong Agus yang penasaran.
“Biasa emosi laki-laki, gua cuma di suruh kerja tapi gak mau?!” jawab Bastian dengan mengambil gelas milik nya dan meminum nya.
“Bisa nya lu masih di pertahan kan? Kalo kami-kami palingan langsung di kembalikan ke kampus?!” ucap Dhisa menanggapi nya
Bastian hanya mengangkat kedua bahu nya tanda tidak tahu, kini giliran Sabrina yang diam seribu bahasa, dengan penasaran ingin bertanya sesuatu tapi malu, karena tatapan Bastian yang dingin tidak bersahabat sama sekali, beda dengan Jaka yang selalu bikin obrolan hidup dan tidak pernah berhenti ganggu Sabrina.
Handphone Sabrina pun bunyi pertanda ada notif chat yang masuk. Sambil makan Sabrina membuka handphone nya yang langsung menjadi pusat perhatian Bastian karena terlihat Sabrina tersenyum gembira.
__ADS_1
“Dasar perempuan!!” hati Bastian yang makin penasaran dengan Sabrina yang menghindar dari tatapan nya.
“Chat dari siapa Brie??” tanya Dhisa yang juga sedang membuka sosial media milik nya.
“Chat dari Mama, minggu ini kata nya gak usah pulang dulu, Mama yang mau datang?! Kalian mau pesan apa biar Mama masakin sekalian!!” ucap Sabrina tapi masih tetap fokus dengan handphone nya.
“Mantapp!! Kenyang lagi kita Brie kalo orang tua mu datang!! Gak perlu kita keliling menjajah makanan kan??” sahut Agus.
“Brie bilang sama mama mu suruh bikin tempe bacem yang seperti waktu acara si kembar dulu, enak banget!!” ucap Dhisa
“Oke, nanti ku bilang, biar Mama masak yang banyak buat kita bertiga kan??” jawab Sabrina sambil melirik Bastian yang diam dan cuek.
“Bastian lu tinggal di mana??” Tanya Dhisa
“Di Apartemen Tirta kencana” jawab Bastian
“Busyeett,, anak gedongan juga lu yaa? tinggal di Apartemen??” ucap Dhisa
Bastian hanya tersenyum irit sambil menaikkan kedua bahu nya, melihat Sabrina yang fokus makan sambil pegang handphone nya, membuat Dhisa berfikir seperti ada yang aneh. Sabrina biasa nya rame, banyak cerita, tapi tiba-tiba terdiam saat Bastian datang, dan Dhisa pun sesekali menangkap Bastian yang sedang menatap tajam kepada Sabrina.
“Ini ada yang aneh, pasti ada sesuatu di antara mereka berdua?!” batin Dhisa menatap Sabrina bergantian menatap Bastian.
Waktu pun tak terasa dan sudah satu bulan Sabrina menjalani OJT nya di hotel Surabaya, banyak hal-hal yang baru di temui nya. Hubungan persahabatan mereka juga tidak ada masalah, Agus yang karena sering kerja sama dengan Bastian jadi terlihat sedikit akrab, mereka sering satu shift saat bekerja dan Bastian tetap sama masih menutup diri nya dengan rapat, tapi bisa menerima keberadaan orang lain di sekitar nya, karena Agus bukan orang yang banyak bertanya apalagi suka ikut campur urusan orang lain, jadi Bastian merasa cocok saja dengan Agus.
Begitupun dengan Sabrina, meskipun senior nya sering memberikan pekerjaan yang lebih banyak, Sabrina mulai bisa beradaptasi dan menyelesaikan semua tugas-tugas pekerjaan nya, hubungan dengan Bastian bisa di bilang aneh, semenjak Dhisa menanyakan tentang kedekatan nya dengan Bastian dan ada hubungan apa di antara mereka berdua, Sabrina yang malu dan masih bingung memilih menghindari Bastian. Sabrina kembali bekerja di outlet nya dan setia bertemu dengan Bastian, Sabrina selalu mencari cara untuk menjahui nya dan hal itu semakin membuat Bastian penasaran, di saat perempuan lain berebut ingin meng-akrabkan diri kepada Bastian, lain hal nya dengan Sabrina ia justru menjahui nya.
Sore ini pak Sigit mengumpulkan semua team dari restoran dan juga banquet untuk breafing sebelum shift pagi pulang, pak Sigit memberikan info bahwa ada sudden event, yaitu event dadakan biasanya yang memiliki acara mendadak tanpa ada nya booking terlebih dahulu, jika tempat acara yang mau di pakai kebetulan kosong, dari pihak hotel akan menyediakan dengan catatan harga sedikit berbeda, karena untuk persiapan semua nya mendadak dan butuh extra pasti nya.
“Baik anak-anak sekalian, maaf kalo saya mengganggu waktu pulang kalian, saya baru saya dapat email dari sales dan langsung membaca nya. Besok akan ada sudden event yang di selenggarakan oleh kementrian pariwisata, banyak pejabat penting yang akan hadir, jika saya mengajuan tambahan casual dari luar kemungkinan mepet waktu nya, jadi saya akan memanfaatkan staff yang ada”
“Kebetulan di Restaurant banyak anak ojt nya, saya akan mengambil beberapa untuk sementra incharge di Banquet dari besok mulai dari preparation nya hingga acara berlangsung. Adapun anak trining yang saya ambil antara lain Dimas, Saka, Yoga, Sabrina dan juga Mira. Kalian berlima mulai besok bantu di Banquet untuk preparation dan set up nya yaa!!”
__ADS_1
“Ada lagi pertanyaan sebelum saya akhiri breafing pada sore hari ini??”
“Kalau tidak ada saya tutup dan mohon di perhatikan untuk yang saya tugaskan tadi, terima kasih.” Beberapa ucapan pak Sigit sore itu.
“Kok gua senang ya perempuan berisik ini ada di Banquet, bisa liat senyum nya lagi?! seperti nya dugaan gua benar kalo dia menghindar dari gua?!” dalam hati Bastian saat melihat Sabrina sore itu.
“Ichh ketemu lagi sama tuh cowok kutub, cowok mesum, cowok resek, padahal selama ini dah berusaha menghindar!!” dalam hati Sabrina.
Keesokan hari nya pun Sabrina mulai bertugas di Banquet untuk membantu preparation event untuk kementrian pariwisata nanti.
“Sabrina boleh minta tolong, kamu ke store banquet yaa ambil beberapa alat-alat seperti yang sudah saya list kan ini, nanti di bantu Bastian angkat barang nya ya, Sabrina bantu Bastian untuk mengenal nama dan jenis alat-alat sesuai nama hotel yaa!!” ucap supervisor Doni kala itu sambil menyerahkan satu lembar catatan untuk Sabrina.
“Baik Kak Doni, jadi sekarang saya ambil nya??”
“Benar Sabrina, ambil sekarang terus di hitung yaa!!”
“Baik Kak!!”
Bastian yang di tunjuk oleh Doni untuk ikut Sabrina pun hanya sedikit tersenyum dengan menarik bibir nya tanpa berucap.
Sabrina pun menuju store penyimpanan dengan cuek dan di ikutin Bastian dari belakang dengan santai nya.
“Kenapa malah cowok kutub ini yang temenin aku, mana sepi lagi di sini?! Huff”
“Biarin dia mau bantu, atau gak? Aku gak mau ngomong sama dia!!”
“Plate, ada Dinner plate dan dessert plate, terus cutleries yang di siapkan spoon, fork, dan chopstick, rice bowl masing-masing seratus pieces!! Em aku ambil trolly aja deh biar gampang siapin nya” suara Sabrina yang membaca list catatan dan berbicara sendiri.
Bastian pun yang merasa di cuekin, tidak di minta tolong hanya berdiam diri di sekitar store sambil berkeliling melihat barang-barang penyimpanan.
Begitu pun dengan Sabrina yang sibuk mengangkat alat yang di butuhkan hingga ia merasa kesal sendiri kenapa Bastian ini tidak peka, bukan nya supervisor sudah bilang harus bantu, tapi Bastian hanya diam saja.
__ADS_1
“Heii Bastian bukan nya kamu dengar tadi yang di bilang oleh Kak Doni apa?? Terus ngapain kamu ngikutin aku tapi di sini cuma diem aja, jalan kesana kesini kaya model saja!! Jadi cowok gak peka banget seh aku angkat-angkat barang dari tadi tapi kamu diem saja. Mending kamu balik aja lagi ke ruangan meeting bantu di sana percuma sa.. hmmhmmm......"
...***...