
Sabrina merasakan ada yang sedang membungkam mulut nya merasakan dekapan tangan itu semakin memeluk erat tubuh nya dari arah belakang, Sabrina masih berada di anak tangga dan jika Sabrina berteriak tentu saja suara Sabrina akan terdengar oleh pasangan yang sedang memadu kasih itu, pelan-pelan Sabrina di tuntun untuk menuruni anak tangga dengan berjalan mundur dan sangat hati-hati sekali, seolah-olah sang penyekap sangat menjaga Sabrina dan tidak ingin Sabrina celaka, hingga mereka berdua sampe di anak tangga terakhir, lelaki itu melepas kan bungkaman tangan nya dari mulut Sabrina dan membalik kan tubuh Sabrina untuk menghadap nya.
“KAMU MAU AP-.... Bas-Bas-ti-an....”
“Iyaa ini aku”
Sabrina dengan reflek nya langsung saja memeluk Bastian dengan sangat erat nya, melepas kan kerinduan nya, kegelisahan nya, dan kesedihan nya yang terasa berat saat ia tanggung sendiri, Air mata Sabrina luluh membasahi pipi dan sebagian baju Bastian yang tepat berada di dada Bastian, Sabrina masih belum mau melepaskan Bastian, dengan memeluk erat, hingga wajah Sabrina menempel tepat di dada Bastian, Sabrina pun mendengarkan detak jantung Bastian yang begitu kencang, perlahan Bastian ingin melepaskan pelukan nya, merasa baju nya sangat basah dan Bastian tau jika Sabrina saat itu sedang menangis.
“Maaf kan aku yaa, aku terlambat”
“Tapi tidak untuk ini!!”
Bastian memberikan kode pada beberapa orang yang bersembunyi di balik profil air itu yang berada di rooftop juga.
DUUAARRRRRR.... DUAARRRR.........
DUNG....DUNG.... DESING......DESING......
TRRRR........ TRRRRRR.......
Sabrina pun menatap takjup dan mendongak kan wajah nya ke langit untuk melihat letusan kembang api yang begitu indah terasa tepat berada di atas kepala nya, tanpa terasa Sabrina melepas kan senyuman nya, ia begitu bahagia saat melihat wajah Bastian tepat berada di depan nya dan menyaksikan pesta kembang api di tahun beru sesuai janji Bastian.
“HAPPY NEW YEARS... dan Maafkan aku”
Sabrina yang di tatap dengan teduh oleh Bastian pun hanya bisa tertawa dengan menunjuk kan sederet gigi nya yang rapi, tersenyum dan kembali ceria. Sabrina yang merasa mood nya kembali ceria dengan reflek ia memcium pipi Bastian.
__ADS_1
“Muachh.... Terima kasih aku sungguh bahagia sekali malam ini” Sabrina tidak menyadari bahwa Bastian sangat kaget dengan apa yang baru saja di lakukan oleh nya.
Hingga Bastian terdiam, dengan sorot mata yang sulit di artikan memandang Sabrina tanpa berkedip. Sabrina membeku di tempat nya terjadi pergolakan hebat pada batin nya, Sabrina bergelut dan berdebat di dalam hati nya antara membalas tatapan Bastian yang begitu tajam atau tetap menunduk hingga kemudian Sabrina perlahan mengangkat wajah nya dan membalas tatapan Bastian dengan penuh keyakinan
“I love you....” Sabrina tersentak saat merasakan lengan kokoh Bastian meraih tubuh nya, wajah Sabrina yang sedikit mendongak terus berkeyakinan kepada perasaan nya, ini adalah ungkapan pertama nya kepada seorang lelaki, Bastian menunduk kan wajah nya ke arah Sabrina dan membuat wajah mereka begitu dekat, hingga kening mereka menempel, tatapan mata Bastian yang begitu tajam penuh damba dengan masih tangan kokoh itu memeluk erat pinggang Sabrina, tubuh Sabrina mulai melepas dan pelukan Bastian semakin memeluk erat tubuh Sabrina.
“I love you to Sabrina....” hembusan nafas hangat lelaki itu menerpa wajah teduh Sabrina hingga tanpa sadar Sabrina memejam kan mata nya, tubuh nya mulai melemas dan kaki nya bergetar saat ia merasakan bibir Bastian menempel pada bibir Sabrina, ini untuk yang kedua kali nya Sabrina merasakan ciuman dari Bastian, masih terasa mimpi dan entah mengapa pikiran Sabrina kembali pada adegan panas di rooftop yang ia liat secara live tadi.
“Oh my God apakah aku akan merasakan seperti adegan tadi” Sabrina masih sangat takut, tubuh nya bergetar hebat dan ia tidak pungkiri bahwa Sabrina bahagia, ia pun ingin merasakan seperti adegan yang di lihat nya tadi.
Sabrina merasa Bastian pantas mendapat kan ciuman pertama nya dan kedua nya, karena Sabrina sudah yakin di dalam hati nya bahwa ia sangat menyayangi lelaki yang saat ini tepat berada di depan mata nya dengan memeluk nya sangat erat.
Bastian mulai menyes*ap bibir Sabrina, merasa mendapat kan lampu hijau dari Sabrina Bastian terus menyes*p nya dengan begitu semangat nya, mereka mulai menikmati cium*an itu Sabrina yang merasa pertama kali merasakan nya begitu bergairah mengikuti alur dari apa yang di berikan oleh Bastian, mereka merasakan sensasi yang berbeda mungkin karena mereka saling memberi dan menunjuk kan rasa cinta mereka lewat cium*an malam itu.
Bastian menarik pinggang Sabrina untuk lebih erat, merapat kan pelukan nya hingga begitu rapat tanpa jarak sedikit pun, kedua nya larut dalam permainan itu mereka seakan merasakan tak lagi berpijak pada bumi, sensasi yang belum pernah mereka rasakan sebelum nya.
“Kenapa tidak bernafas?? Hmm.....” Sabrina yang di tanya oleh Bastian pun hanya bisa menunduk kan wajah nya karena merasa sangat malu sekali saat bertatap wajah dengan Bastian.
Bastian tak henti nya menatap wajah cantik Sabrina dengan nafas nya yang masih begitu berat, perlahan Sabrina mengangkat wajah nya, kedua nya saling berpandangan dengan penuh gairah mereka masih merasakan hal yang sama, meskipun Sabrina belum bisa mengimbangi cara cium*an dengan Bastian tapi tidak menyurutkan rasa bahagia Bastian kepada Sabrina, Bastian merasa bangga karena ciuman pertama nya sudah di ambil nya, dan saat Bastian melakukan yang kedua kali nya dan di sambut hangat oleh Sabrina, gairah Bastian semakin bergelora dan menuntut.
“Tubuh mu sudah dingin, kita turun yuk! Aku gak mau kamu sakit” Bastian yang merasakan sekujur tangan Sabrina dingin dan bergetar pun sangat kawatir, karena Sabrina menggunakan dress dengan kain yang sangat tipis, sedangkan Bastian pun menggunakan t-shirt dan celan jens casual tanpa memakai jaket nya.
Bastian membawa Sabrina menuju lift untuk di bawa turun dengan menggenggam tangan Sabrina begitu erat nya, mereka berjalan melewati profil yang berderet di atas rooftop, tanpa mereka sadari bahwa ada dua pasang mata yang menyaksikan adegan mereka, sama persis saat mereka menyaksikan sebelum nya tanpa kedua pasangan itu mengetahui nya.
“Mereka sangat romantis, sama seperti kita yaa Kak, untung nya mereka tidak tau bahwa kita di atas?!”
__ADS_1
“Hehehe.... iyaa dan kita dapat tontonan hot gratis, live juga kan??”
“Hehehe.... andai tadi sempat ku rekam pasti mereka sangat malu, dan aku harus nya rekam agar punya kartu As mereka kan??”
“No... aku tidak setuju, perbuatan jahil akan di balas dengan perbuatan jahil juga 2x lipat!!” sang lelaki pun mencubit sayang pipi gadis nya dengan nasehat nya untuk tidak lagi berbuat jahil terhadap sahabat nya sendiri.
*
*
*
Kini Sabrina sudah berada tepat di Apartemen Bastian, entah mengapa Bastian membawa Sabrina ke Apartemen nya, ia masih belum puas melepas kerinduan terhadap Sabrina karena beberapa hari tidak bertemu, dan Bastian meminta untuk malam ini Sabrina menginap di Apartemen Bastian.
Sabrina yang masih berdiri di ruang tengah dengan menatap kagum pemandangan kota dari arah atas Apartemen, suasana kota Surabaya yang masih sedikit ramai, dentuman suara kembang api pun masih terlihat seolah-olah mereka ingin merayakan pesta tahun baru kali ini sampai pagi, di perempatan jalan Basuki Rachmat masih terlihat macet saat lampu merah sudah padam di atas pukul 00.00.
Sabrina sedikit tersentak saat tangan kokoh milik Bastian memeluk nya dari arah belakang.
“Ahhh.... Bas-tian ihh jangan kagetin” Bastian yang menyukai kegugupan Sabrina seketika meletak kan dagu nya tepat di atas bahu Sabrina, hembusan nafas Bastian pun bisa di rasakan oleh Sabrina
“Ini sudah pagi, ayo kita tidur!!”
“Haa... ki-ta tidur ber-sa-ma??”
...***
__ADS_1
...