Tentang Rindu

Tentang Rindu
Tentang Rasa


__ADS_3

Masih di hotel yang sama tempat Marissa merayakan Ulang Tahun nya yang ke 22 tahun, hampir sebagian undangan dan kerabat sudah meninggalkan hotel. Kecuali teman-teman Marissa yang datang dari Jakarta, mereka mendapatkan kamar untuk menginap di hotel tersebut. Begitupun juga dengan Bastian, laki-laki yang di akui Marissa kekasih nya untuk di kenalkan kepada Jaka malam itu.


Marissa dan Jaka berteman dari kecil, dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah. Mereka di pertemukan bukan suatu kebetulan, kedua Orang Tua Marissa dan Jaka menjalin hubungan kerja sama bisnis di bidang rokok dan tembakau. Beberapa perusahaan didirikan di beberapa daerah khusus nya di area Pulau Jawa. Ayah Marissa berperan penting dalam bisnis tembakau, karena Ayah Marissa membantu distributor para petani tembakau di beberapa daerah, dan memperkerjakan sebagian petani untuk mengolah lahan tembakau, selain bertanggung jawab di supplier tembakau, Ayah Marissa juga bertanggung jawab untuk operational produksi di pabrik secara langsung.


Marissa dan Jaka bertemu saat Marissa masuk kelas 4 Sekolah Dasar, di mana Marissa pindahan dari Surabaya, Di awal kerja sama Ayah Marissa dengan Ayah Jaka, karena kesibukan nya Ayah Marissa terpaksa memboyong keluarga nya untuk tinggal di Jakarta. Akhir nya Orang Tua Jaka menyarankan untuk Marissa Sekolah di tempat yang sama dengan Jaka, secara kebetulan Jaka dan Marissa satu usia dan sama-sama duduk di kelas 4 Sekolah Dasar.


Marissa kecil mengagumi sosok Jaka, karena Jaka adalah anak yang baik, suka membantu, dan sering menolong saat Marissa di ganggu oleh anak laki-laki lain. Jaka sendiri hanya menganggap Marissa sebagai teman, adek yang harus di lindungi bila ada yang mengganggu. Dari hubungan itu, timbullah rasa suka Marissa kepada Jaka, hingga mereka menginjak usia remaja Marissa secara langsung menyatakan perasaan nya terhadap Jaka.


Jaka yang hanya menganggap Marissa sebagai teman, tidak lebih dari itu, akhir nya memilih melanjutkan pendidikan nya di Malang setelah lulus dari SMA. Selain menghindari Marissa, dan menolak secara halus perasaan Marissa waktu itu. Jaka juga merasa butuh tempat tinggal yang baru, suasana baru, mengingat kedua orang tua Jaka mulai sibuk dengan bisnis nya dan kurang memperhatikan Jaka.


"Jadi itu yang nama nya JAKA, laki-laki yang elu cintai dari dulu!!" senyum mengejek Bastian secara langsung.


"Iya benar, dan sampai sekarang perasaan gua tidak berubah sama sekali terhadap Jaka." Jawab Marissa


"Lalu, apa hubungan nya elu nyuruh gua ngaku-ngaku pacar loe!!"


"Gua cuma gak mau Jaka menghindari gua lagi Bas, dari dulu setiap gua ulang tahun, Jaka yang selalu ada buat gua. Tapi setelah gua menyatakan perasaan gua waktu itu, Jaka langsung berubah sikap dan hindari gua terus!!" curahan Marissa.


"Dasar wanita!! selalu di ribetkan masalah hati dan cinta." senyum Bastian yang hanya menarik sedikit sudut bibir nya.


"Elu bakalan tau rasa nya, kalo sudah merasakan jatuh cinta Bas." Jawab Marissa.


"HaHaHa... Marissa... Marissa... sejak kapan gua tertarik dengan cinta Ha apalagi wanita, bagi gua wanita itu manusia paling berisik termasuk loe!!" jelas Bastian.


"Sudah lah Bastian, suatu saat elu akan merasakan jatuh cinta, dan gua yakin saat elu jatuh cinta, perasaan elu akan lebih dalam dari apa yang gua rasakan saat ini." Ucapan Marissa dengan melebarkan mata nya pada Bastian dan langsung pergi meninggalkan Bastian begitu saja.


"Jadi hanya berpura-pura jadi pacar elu di pesta ulang tahun loe, untuk di perkenalkan dengan laki-laki bucin loe itu, elo rela keluarin duwit 50 juta buat gua?? benar-benar wanita bod*h dan konyol!!" suara hati Bastian saat melihat punggung Marissa yang berjalan menuju kamar hotel, dan Bastian hanya menggelengkan kepala nya merasa aneh dan kasian dengan orang-orang yang jatuh cinta.


Flashback On


Calling Marissa Drrttt....Drrrt.....


"Hallo Bastian ada apa?? tumben-tumben nya telpon gua!!"


"Marissa gua butuh bantuan elo!!"


"Hahahaa.....seorang Bastian telpon gua meminta bantuan?? gak salah ini??"


"Gua kalah taruhan balap liar, jaminan yang gua syaratkan motor gua dan duwit 50 juta cash!! Nenek dan Bokap loe sial*n itu udah blokir semua kartu gua!!"


"Hahaha...Syukurin loe Bastian, Papa dan nenek loe benar!!"

__ADS_1


"Sia**n loe Marissa, cepat transfer duwit ke gua sekarang!!"


"Enak bener loe Bas minta duwit 50 juta kayak minta kacang aja!!"


"Gua terdesak Marissa, gua di kirim bokap loe ke Surabaya, gua tinggal di apartemen sederhana, gak ada fasilitas apa-apa?? dan gua di kejar-kejar preman sekarang karena belum lunasi hutang taruhan gua!!"


"Oke-oke gua akan bantu elu Bas, tapi tidak gratis??"


"Katakan apa syarat nya, mau gua ganti 2x lipat atau apaa terserah elo, akan gua turuti nanti setelah semua fasilitas gua kembali!!"


"Hahahaha... gua gak butuh duwit loe Bas, sekarang juga elo berangkat ke Malang, sampai di sini akan gua kasih tau syarat nya dan gua transfer duwit yang loe butuhkan itu. TUT


Flashback Off


*


*


Restaurant Western


"CHEERS" Suara dentingan gelas sore itu mengawali hari senin penuh dengan ceria, di minggu terakhir mereka bisa berkumpul bersama, berbagi cerita, suka dan duka serta berkelahian mulut, dan cek cok yang selalu menjadi bahan perdebatan mereka. Di sebuah restoran sore itu mereka berenam serta tak ketinggalan Jaka sedang menikmati makan malam mereka yang terlalu awal, karena mendengar Sabrina dan Dhisa akan mentraktir mereka makan steak di salah satu restoran mewah di Malang.


"Cheers...yee akhir nya kita bisa makan enak di akhir bulan sebelum kita semua terpisahkan teman-teman ku, yang ku cintai, semoga kalian menikmati semua nya!!" ucap Dhisa penuh ceria, sambil menunggu orderan makanan nya yang belum datang.


"Kalian senang semua nya, gua senep di sini meskipun bisa makan enak!!" potong John penuh drama.


"Hahahaa....sering-sering aja loe John ngerjain kami, terutama Sabrina, hihihi..." jawab Dhisa.


"Mangka nya John jangan suka ngerjain aku, itu konsekuensi nya syukurinn weekk!!" ucap Sabrina sambil menjulurkan lidah nya.


"Jadi bener John kamu kerjasama dengan Jaka waktu itu buat ngerjain Sabrina??" tanya Doni.


"Sebenar nya waktu futsal pertama kali, yang Jaka ajakin tanding dengan team kita, aku dah curiga ada sesuatu antara John dan Jaka. Karena fine-fine aja, gak ada yang di rugikan jadi ku biarin aja!!" potong Zul.


"Bukan ngerjain itu Bro PLEASE!! dengerin semua nya, Jaka cuma pengen dekat dengan Sabrina dan gua cuma bantu!! gitu ajaa." Pembelaan John.


"Tapi kan sama aja John, aku dah nangis-nangis waktu itu merasa bersalah karena Jaka di kejar Miss.Dona terus!!" protes Sabrina.


"Iyaa Brie untuk yang itu, aku kan dah minta maaf ?? kamu tuh lucu kalo sedih, jadi nya penasaran aja bikin kamu sampai nangis hehehee." Jawab John.


"Iya kamu dari awal dah nyebelin, masih ingat aku, kalian berdua kerjain aku di guest house waktu itu." ketus Sabrina.

__ADS_1


"HaHaha....itu udah lama Brie, lagian gua sudah di hukum sama pak Pras waktu itu..., bener kan Zul kita kosek-kosek WC semua toilet di lantai 1." Ucap John.


"Padahal itu awal-awal kita masuk kuliah yaa, dan baru membentuk kelompok!! kenapa juga bisa satu team dengan John yang somplak ini!!" cerita Dhisa.


"Suueerrr aku mau tertawa waktu itu, waktu Sabrina dengan polos nya nunjukin itu k****m ke pak Pras!!wkwkwk....." seru Doni.


Dan perdebatan mereka sore itu belum terselesaikan, sambil menunggu hidangan datang banyak topik pembahasan di meja itu. Jaka memilih diam tanpa protes karena merasa bersalah kepada Sabrina dan teman-teman yang lain nya, hanya saja Jaka penasaran dengan beberapa obrolan mereka di awal mereka berkumpul. Sedangkan Agus memilih diam, ia akan berbicara jika ada topik yang penting, atau salah satu dari mereka ada yang emosi di situ Agus biasa nya jadi penengah, meluruskan dan mendamaikan nya.


"Permisi mbak-mbak nya dan mas-mas nya......."


"Silahkan di nikmati... ini Tenderloin steak nya buat mbak nya, dan ini Sirloin steak juga buat mbak nya,


"Yang ini 2 porsi Chicken Cordon bleu buat mas nya, ini Beef Burger mas nya , ini T-bone steak mas nya yang baju biru, satu lagi Tenderloin steak well done dengan saose blackpepper, dan fried fries di tambah satu porsi nasi putih!!"


SAYA 🙋


DONIIII !!!!!!!! Astaga Donnn.... Bikin maluuu....


Hahahahaha......


Wkwkwkwk.......


...***...


Hai hai hai....para readers yang baik hati


Siapa di sini team jika makan Steak pakai nasi ?? 😁


Berarti satu frekuensi dengan Doni.


Doni punya asumsi jika belum makan nasi, berarti belum makan!!


Meskipun saat itu ia sudah makan bakso, batagor, siomay, tahu tek dan lain lain nya....


Sudah makan Donn?? "Belum"


Bukan nya tadi makan bakso dan mie ayam yaa??


"Kan belum makan nasi hehehe....."


DONI DONI 🤦‍♂️🤦‍♂️

__ADS_1


__ADS_2