Tentang Rindu

Tentang Rindu
Sabrina Dalam Bahaya


__ADS_3

Suara dentuman disco music remix memenuhi ruangan itu, hampir semua aktifitas di sana semua menggila, ada yang menari, berjoget, tertawa bersama segerombolan orang, ada pula yang mojok dengan intim memadu kasih, Sabrina pun menikmati malam ini, ia terkadang menggelengkan kepala nya mengikuti alur musik, dengan sesekali mengawasi Dhisa agar tidak terpengaruh oleh teman-teman nya lagi.


Sabrina memperhatikan Edo seorang bartender di hotel nya, sedang meracik sesuatu, dia menuangkan coca cola di dalam gelas yang berisi ice batu dan mencampurkan sedikit minuman dari botol yang di ambil dari kantong jaket nya, lalu dia menyodorkan pada teman-teman nya, Dhisa yang tidak mengetahui nya pun mengambil gelas itu.


“Dhisa jangan di minum, ini ada campuran alkohol nya!! aku gak mau kamu mabuk lagi seperti waktu itu!!” ucap Sabrina dengan mengambil gelas yang ad pada genggaman Dhisa.


“Ayolah cantik, jangan sok polos di sini!! Nikmati malam ini!! hanya seteguk gak mungkin bikin kalian mabuk!!” ucap Edo pada Sabrina dan Dhisa.


Dhisa pun melirik pada Sabrina untuk meminta izin apakah boleh ia minum, namun dengan gerakan cepak Sabrina menggelengkan kepala nya.


“Dhisa hati-hati aku takut ini jebakan, dari tadi gerakan Edo mencurigakan!!” bisikan Sabrina kepada Dhisa.


“Oke aku akan hati-hati kalo begitu!!”


Beberapa menit berlalu, mereka masih asik berdansa dan menari hanya stay di sitting yang mereka tempati, seseorang perempuan datang mendekati Sabrina.


“Permisi, Kak boleh minta tolong!!”


“Haa?? APA GAK DENGAR??” Sabrina susah mendengar suara perempuan itu, karena dentuman musik begitu keras.


Akhir nya Sabrina sedikit menjauh dari suara musik itu, berharap bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh perempuan itu, yang terlihat mereka seperti seumuran.


“Iya, ada apa yah??”


“Boleh minta tolong gak?? Mama ku telpon dari tadi aku takut ketahuan kalo lagi dugem, kamu bantu angkat telpon nya, bilang saja kamu teman kuliah ku dan aku sedang menginap di rumah mu!!”


“Terus aku ngomong nya gimana??”


“Ayo ikut aku ke tempat yang tidak bising!!”


Sabrina pun mengikuti arah tujuan perempuan itu, ia melewati lorong-lorong setelah keluar dari sitting tempat teman-teman nya berkumpul, melewati Bar counter dan dance floor.


“Sorry kita mau kemana?? Disini aja udah gak bising kok!!” ucap Sabrina yang sedikit merasa curiga dengan perempuan yang meminta tolong itu.


Manda yang baru saja keluar dari toilet sempat melihat Sabrina berjalan ke arah lorong caffee bersama seorang perempuan.


“Loh bukan nya itu Sabrina ya teman nya Dhisa?? Ah paling dia janjian bersama teman nya juga.” Batin Manda dan langsung kembali ke tempat nya.


“Heii, aku mau balik saja!! Aku curiga dengan gelagat mu!!” ucap Sabrina yang to the poin itu.


Tiba-tiba saja perempuan itu menyeret tangan Sabrina dengan kuat nya, ia tidak mau membiarkan Sabrina kembali lagi sebelum rencana nya berhasil.


“Tidak bisa, lu harus ikut gua, cepattt!!”


“Eh apa-apaan ini!! Lepaskan aku!! Tolong tolong!!”


“Percuma saja lu teriak, tidak ada yang bisa dengar suara lu!! Ha ha haa!!”


“Brengs*k!! Siapa kamu, lepasinn!!”


Sabrina mulai takut dan panik, karena kekuatan cewek itu sangat kuat dia terus menyeret Sabrina sampai ke sebuah privat room, di mana di sana ada beberapa gadis penghibur dan beberapa laki-laki hidung belang.

__ADS_1


Klek


“Masuk!!” perempuan itu langsung saja mendorong Sabrina untuk masuk.


Sabrina yang terdorong pun sempat akan terjatuh tapi ia menahan tubuh nya dan akhir nya berdiri dengan normal.


Seseorang tersenyum penuh misterius, menatap Sabrina dari ujung rambut hingga ujung kaki nya.


“Well well well, tenang lah cantik, aku hanya ingin berkenalan dan bersenang-senang dengan mu!!” ucap laki-laki itu dengan gaya mes*m nya.


“Saya tidak kenal anda jadi biarkan saya keluar!!” ucap Sabrina dengan lantang.


Sabrina yang merasa tidak aman langsung saja merogoh hape nya berniat ingin meminta bantuan, untung saja situasi sedikit gelap dan saat laki-laki itu berbalik mengambil gelas minuman nya lalu mengusir beberapa wanita penghibur dan teman laki-laki nya dari ruangan itu, Sabrina langsung saja memencet tombol memanggil, membiarkan panggilan itu berdering dan di angkat oleh seseorang yang di telpon oleh Sabrina.


Saat ini Sabrina hanya bisa berdoa di dalam hati nya, melafatkan ayat-ayat yang dia hafal, sambil merasa takut jika terjadi sesuatu kepada nya.


**


Dhisa yang masih asyik berdansa dengan teman-teman nya tidak sadar jika keberadaan Sabrina hilang dari pantauan nya, hingga seseorang datang menepuk bahu nya.


“Dhis, dimana Sabrina??”


“Loh, tadi di sini kok, di samping aku tadi!!”


Laki-laki itu langsung saja mencekam kedua tangan Dhisa dengan tatapan marah.


“Kamu kan yang ajakin Sabrina ke sini?? Dan barusan aku di telpon Sabrina saat ku angkat tidak ada suara nya, dan dia tidak mematikan telpon nya!!”


“A-gus i-tu itu ti-dak mungkin, kalian kalian tau di mana Sabrina??” Dhisa menujuk teman-teman nya menanyakan keberadaan Sabrina.


“Ayoo kita cari Sabrina, pasti masih di area sini kan??”


Agus yang datang bersama Bastian saat itu merasa panik, terang saja Bastian dari sore mencari keberadaan Sabrina, dan saat Agus bercerita bahwa Sabrina sengaja request minta masuk pagi karena ada undangan party, Bastian sudah menebak nya jika mereka berada di tempat ini, berdasarkan kumpulan cerita Sabrina dan Dhisa, Agus mencari Bu Susan, security yang biasa nya berjaga di Pos 2 itu, Bastian yang mendesak Agus untuk menjemput Sabrina dan Dhisa akhir nya mau ikut, di tambah lagi saat Agus baru sampai di depan Cassablanca Caffe & Bar, ia mendapatkan telpon dari Sabrina, dan heran nya saat telpon di angkat Agus tidak mendengar suara apa-apa. Bastian yang panik langsung saja berlari mencari keberadaan Sabrina.


“Ahhh aku bisa gila ini kalo sampai terjadi apa-apa dengan Sabrina!!” ucap Dhisa mulai panik karena kesalahan nya lalai dari Sabrina.


Bastian yang mengenal beberapa bodyguard di sana, langsung saja menunjukkan foto Sabrina, bodyguard yang mengetahui dunia hitam dan kegiatan semua di Bar itu.


“Lu temukan gadis ini!! Dia cewek gua!!”


“Astaga boss, ini cewek pasti kita temukan asal ada ini!!” bodyguard itu menandakan minta bayaran jika minta tolong pada nya.


“SIAL*N!! BRENGS*K!!"


Bastian bingung harus minta tolong pada siapa?? Sedangkan dia tidak punya cukup banyak uang untuk membayar bodyguard itu.


“Bastian, gimana sudah menemukan Sabrina??” tanya Dhisa saat bertemu dengan Bastian di depan Bar.


“Di mana terakhir kali kalian melihat Sabrina??”


“Aku tadi meli-“ Manda yang akan berbicara langsung saja Edo hentikan.

__ADS_1


“Kita tidak ada yang tau, tadi kita kumpul-kumpul tanpa sadar Sabrina hilang begitu saja bro!!”


Manda yang akan bicara di hentikan itu sedikit curiga, tentu saja Bastian bisa membaca semua gerak gerik Edo itu.


“Brengsekk lu, katakan di mana Sabrina?? kalo terjadi apa-apa dengan nya gua jamin hidup lu hancur!!” Bastian yang emosi langsung saja menarik kerah baju milik Edo.


“Lu cuma anak training jangan berani mengancam!!” ucap Edo masih merasa aman.


Bastian yang geram dan mengetahui Edo seperti nya ikut campur langsung saja memukul Edo karena emosi.


Bughh!!


“Katakan di mana Sabrina?? Sebelum polisi datang memenjarakan lu!!”


Bughh Buggh


“Aghh, aku tidak tau!!”


“BRENGS*KK!! DI MANA SABRINAAA??”


Dhisa, Manda, Agus serta teman-teman yang lain nya ikut kaget melihat reaksi Bastian yang berlebihan dan sangat kawatir terhadap Sabrina itu.


“KAK EDO KATAKAN DI MANA SABRINAA??” Dhisa pun marah jika Edo ikut dalam rencana hilang nya Sabrina.


“LU MAU MATI RUPA NYA!!”


BUGHH BUGHH BUGHH Bastian terus menghajar Edo yang tidak ada perlawanan, karena kalah kuat dengan Bastian.


Bastian yang akan melayangkan pukulan nya lagi pada Edo, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang.


“Hentikan!! Aku tau di mana cewek yang kalain cari!!”


Bastian menoleh pada perempuan itu, dengan kepalan tangan nya yang masih melayang.


*


Di dalam ruangan itu Sabrina berlari menuju pintu keluar hanya saja pintu tertutup dan di jaga beberapa pengawal di luar yang berdandan seperti preman.


Alex dia adalah ketua preman di Bar itu yang meminjamkan Edo dan cewek nya uang, dan tidak bisa membayar nya sampai jatuh tempo, akhir nya Edo menawarkan perempuan untuk menebus hutang nya, awal nya Edo akan sodorkan Dhisa jika mabuk, karena Sabrina ikut campur akhir nya Edo kerja sama dengan cewek nya untuk menjebak Sabrina.


Alex yang sudah sedikit mabok itu langsung saja memeluk Sabrina dari belakang, Sabrina meronta-ronta minta tolong dan minta di lepaskan, Alex yang dari awal sudah melihat Sabrina saat ia masuk ke dalam Bar sudah tertarik dan memang sudah di targetkan jadi mangsa nya, tanpa sadar Edo justru menyerahkan Sabrina pada nya.


“Bajing*n lepaskan aku!!”


“Sayang tenang lah kita bersenang-senang dulu di jamin kau akan menikmati nya nanti!!”


“Aku bukan perempuan murahan seperti pikiranmu bajing*n lepaskan aku!!”


"Tidak akan!! kau milik ku hanya milik Alex hahahaaa!!"


Alex yang tertawa dengan sedikit kesadaran nya langsung saja di dorong oleh Sabrina dan langsung terjatuh di atas lantai. Sabrina ingin berlari ke arah pintu, tapi kaki Sabrina berhasil di tarik oleh Alex, Sabrina pun terjatuh.

__ADS_1


"Achh.... TOLONG TOLONG!!"


__ADS_2