Tentang Rindu

Tentang Rindu
Pengintai


__ADS_3

Bastian POV


Aku keluar dari office pak Arif dengan begitu banyak beban yang sulit aku uraikan, memang benar ada-nya yang di katakan oleh pak Arif aku menjadi manusia yang tidak berguna!! Hanya itu yang aku fikirkan dengan berjalan perlahan-lahan seolah kaki ku sangat berat untuk melangkah, hingga aku tidak sadar menabrak seseorang "Buugghh!! Entah siapa duluan yang menabarak, aku hanya menatap tajam mata nya saat perempuan itu tepat berada di depan ku, aku sempat memegang kedua tangan nya untuk menahan supaya tidak terjatuh, setelah dia kembali berdiri normal, aku melepaskan begitu saja dan aku melanjutkan langkah kaki ku untuk kembali pulang ke Apartemen. Hanya terdengar suara "Maaf!! Berkali-kali dari perempuan berisik itu, dia sempat mengumpat sesuatu, tentu saja aku masih mendengar nya, saat dia bilang aku seperti manusia kutub, dan aku bisu?? Sedikit lucu terdengar di telinga ku, ini perempuan aneh. Biasanya perempuan yang bertemu dengan ku selalu saja bersikap manis, lembut, dan mencoba mendekati dan merayu, bahkan beberapa staff di hotel ini pun seperti itu. Dan perempuan itu, perempuan yang menjadi pacar sahabat Marissa, ternyata dia magang di tempat ini.


Setelah sampai di Apartemen, aku kembali terdiam dan berfikir apa yang aku dengar dan aku tangkap dari pembicaraan pak Arif tadi, semenjak peristiwa terburuk itu, aku sudah tidak ada keinginan untuk menjadi anak yang akan di banggakan, aku sudah kecewa, aku di bohongi oleh Nenek aku sendiri bertahun-tahun lama nya, dengan alasan agar aku tidak bersedih?! Bullshits. Hampir semua ilmu aku pelajari saat di Asrama, otak ku termasuk encer, aku bisa menyerap semua pelajaran waktu itu, bahkan untuk Ilmu agama aku bisa menghafal beberapa ayat suci Al Qur’an, sholat tidak pernah aku tinggalkan, mengaji dan belajar kitab fiqih.


Mencoba kembali mengingat waktu itu, aku belajar dan terus belajar agar Papa dan Mama bangga melihat aku nanti Huufff....!! apakah ini cobaan dan ujian ku?? Apakah aku harus berubah untuk diri ku sendiri?? Atau apakah aku bisa berguna untuk orang lain. Bahkan selama ini aku menutup komunikasi ku dengan siapa pun, hanya orang-orang terdekat saja yang aku kenal, selebih nya tidak ada!! Bahkan saat kuliah, di kampus aku tidak mempunyai teman hanya assisten Nenek yang menemani ku.


Aku terus merenung dan tidak mungkin minta bantuan pada Nenek lagi, terlihat Nenek sudah sangat kecewa saat aku tidak menuruti nasehat nya, malah bermain-main ikutan balapan liar yang akhir nya aku masuk buih. Saat itu tidak ada lagi di pikiran ku selain keluar dari tempat itu, pengacara Nenek pun tidak ada niat membantu ku, sampai aku memohon pada Om Arman agar terbebaskan, dan aku harus memenuhi persyaratan dari Om Arman. Konsekuensi yang harus nya aku pertanggung jawab kan, aku akan memulai nya dari sekarang, aku harus mencoba berubah untuk diriku sendiri tanpa bantuan dari Nenek, jika Om Arman saja percaya aku bisa bertahan sendirian, tanpa fasilitas mewah, dengan uang yang terbatas, kenapa aku tidak percaya diri?? Aku akan bekerja keras tanpa menggunakan nama besar keluargaku, aku akan membuktikan aku bisa berdiri tanpa bantuan Nenek.


Lama terdiam dan berfikir ternyata perut mulai keroncongan, aku baru sadar ternyata perut ini belum terisi apa-apa sejak keluar dari office pak Arif. Mungkin aku akan mencoba cari makan di luar, karena selama ini aku hanya mengandalkan orderan delivery, setidak nya sambil jalan-jalan sore, sudah lama ternyata aku hanya terpuruk dan seperti mempunyai dunia sendiri, dan waktu nya aku mengenal dunia luar yang mungkin bersahabat mungkin juga lebih kejam.


Dari Apartemen lumayan jauh aku berjalan, sudah lebih dari 15 menitan dan aku melihat ada pasar rakyat, waktu kecil aku ingin sekali berkunjung ke tempat seperti itu, tapi Nenek selalu melarang ku. Aku mulai merasakan hembusan udara kebebasan, aku mulai bisa bernafas bebas sama seperti orang-orang di sekitar ku ini, aku sedikit semangat saat ada seorang ibu menawari aku kue, dia memaksa aku membeli nya dengan alasan, dagangan nya belum laku sama sekali, meskipun aku tidak tertarik tapi aku membeli nya, melihat ibu itu tersenyum bahagia dan mendoakan semoga rezeki ku lancar, ada sesuatu di hati aku bergejolak, aku benar-benar tersentuh.


Ternyata memang masih banyak kehidupan mereka yang masih kekurangan, terlihat ada beberapa pengemis wanita dan anak-anak, dan ada pedagang yang sudah tua rentah, menjual barang second di pinggir jalanan, mereka mencoba bertahan hidup dengan berbagai cara untuk mengisi perut nya.


Ngomong-ngomong masalah perut, aku mencium aroma yang lezat dari ujung warung sana, bau dan aroma nya membuat cacing-cacing di perutku berteriak karena sudah lapar. Aku tersenyum sambil memegang perutku menuju warung yang ber aroma lezat itu. Benar saja rupanya mereka menjual makanan dengan olahan ala chiness dan pelanggan nya cukup ramai, mungkin karena jam-jam orang pulang kantor dan jam menghindari kemacetan. Aku mencari tempat duduk yang nyaman dan aku mendapatkan kursi paling ujung dekat dengan gerobak kompor sang penjual.


“Bang ada nasi goreng ikan asin??” tanya ku pada penjual.


“Ada mas, tapi nunggu agak lama mau?? Ini masih bikin kan pesanan orang!!”


“Iya bang gak pa-pa, saya pesan minum aja dulu, lemon tea hangat yaa?!”


“Siapp....di tunggu yo mas, nasi goreng nya nanti normal saja kan??”

__ADS_1


“Minta pedas dikit boleh bang??”


“Oke mas di tunggu SABAR yoo!!”


*


Aku masih sabar menunggu pesanan ku, ternyata lama juga dan butuh kesabaran extra untuk makan di tempat ini, aku mulai jenuh dan perut sudah tidak bisa di ajak kompromi untuk beranjak cari tempat makan yang lain, sampai tiba-tiba aku mendengar suara pembeli yang berisik, suara perempuan itu, seperti nya aku mengenal nya, dan benar saja dia perempuan yang tadi ber-tabrakan dengan ku, sekilas aku melihat nya dan pandangan dia tertuju pada ku juga, beberapa detik pandangan kami terkunci sampai aku membuang dahulu pandangan ku dari nya, sebelum dia mencoba menyapa ku, atau menegur aku.


“Mas nya yang tadi pesan nasi goreng ikan asin sedikit pedas kan??” tanya penjual itu pada ku.


“Iya bang!!”


“Mbak nya yang cantik nasi goreng ikan asin nya sedikit pedas juga to??”


Ternyata pesanan perempuan berisik itu sama dengan yang aku pesan, sedikit kaget seh.


“CABE POTONG 3 BIJI YA BANG!!”


“Loh.... jodoh iki kalo barengan ngomong nya, selera nya sama juga?? Mas se Mbak nya cantik loh malu-malu gitu yo!!”


Entah lah apa yang di kata kan penjual itu, membuat beberapa orang melihat ke arah ku, tanpa sengaja aku dan perempuan itu punya selera yang sama, aku tau dia mencuri-curi pandang melihat ku dan aku akan tetap membuang muka, dengan sesekali mengambil gelas minuman, aku masih menunggu pesan ku selesai.


“Mas tambah telur mata sapi matang yaaa!!”


“Siappp mbak cantikk!! Mas nya yang di sana mau tambah telur gak biar sama??”

__ADS_1


Sudah terlanjur malu kalo aku menjawab tidak kan??


“Boleh Bang, setengah mateng yaa??” ucap ku.


*


“Mas ini telur nya kok setengah mateng seh? Aku kan minta yang matang!!”


Aku mendengar suara perempuan itu lagi saat aku menerima pesanan ku, langsung saja ku suruh tukar balik pada penjual nya, karena penjual salah mengantar pesanan.


Setelah selesai makan aku langsung membayar dan beranjak pergi dari warung itu, perempuan berisik itu dan teman-teman nya masih asyik makan sambil bercerita, terlihat teman yang laki-laki seperti diam saja dan tidak terganggu dengan ocehan perempuan itu, apa dia tidak risih?? Tapi melihat dua penjual yang mencuri pandang dan senyum-senyum pada perempuan itu, mungkin mereka memang menarik, apalagi beberapa laki-laki yang makan seperti mengawasi mereka, sedikit mencurigakan.


Aku berjalan pelan dengan sesekali melihat para penjual kaki lima untuk menjajahkan dagangan nya, aku di hadang sama beberapa SPG rokok yang ingin menawarkan produk nya. Sia**n aku terjebak seorang diri, SPG ini nyerocos tiada henti nya, dan di belakang nya aku melihat ada beberapa bodyguard mereka, mungkin karena di pasar jadi butuh penjagaaan. Aku mulai menghindar dari dua orang SPG yang menghadang, aku mencoba menghindari tapi di hadang lagi mereka sedikit memaksa dan aku melihat perempuan berisik itu melewati aku begitu saja sambil bilang tanpa suara Syukurin!! dan dia menjulurkan lidah nya? Kurang ajar tuh perempuan lihat saja nanti.


Perempuan berisik itu berjalan jauh di depan ku, seperti nya dia menikmati pasar malam ini, dia berhenti di penjual kue serabi dan seperti nya dia membeli nya, ternyata benar dia membeli kue itu dan langsung di makan sambil berjalan. Sedang kan yang laki-laki, ku liat hanya memantau mereka, memilihkan jalan yang tidak berdesakan, dan melindungi dari laki-laki yang akan menggoda nya? Menarik!!


Lalu aku melihat ada dua laki-laki yang makan di tempat tadi mengikuti mereka, entah apa niat mereka?? aku mulai mengikuti kedua orang yang mencurigakan itu, yang mengarah pada dua perempuan berisik itu dan satu laki-laki yang seperti nya tidak tau kalo mereka di ikutin.


Saat di area kerumunan aku langsung saja mendekati dua laki-laki itu yang mulai akan beraksi.


“Dia temanku, lu pergi atau gua teriak biar di hajar semua orang!!”


Benar saja mereka para kawanan pencopet yang akan mengambil dompet perempuan itu, karena merasa was-was meskipun pencopet itu telah pergi, aku memilih tetap mengikuti mereka terus sampai mereka terlihat aman.


Astaga mereka berjalan ke arah wahana permainan yang di sediakan untuk anak-anak!! Dan aku melihat mereka membeli beberapa tiket, GILA!! aku hanya bisa geleng-geleng kepala saat dua perempuan itu menaiki wahana komedi putar dan mereka terlihat bahagia.

__ADS_1


Dan aku?? kenapa aku ikut tersenyum melihat perempuan itu bahagia dengan sangat ceria, tidak membutuhkan dunia gemerlap dan kemewahan, hanya menaiki komedi putar di lanjut dengan biang lala wajah nya begitu puas menikmati nya. Apa ini yang menarik dari perempuan itu?? sampai Jaka pun tidak membalas cinta Marissa yang sudah lama menunggu nya. Aku makin penasaran dengan perempuan berisik itu.


... *** ...


__ADS_2