Tentang Rindu

Tentang Rindu
Kisah Anak Hotel


__ADS_3

"Aahhh..... kaki gue rasa nya gak bisa di gerakin Brie, gara-gara berdiri 8 jam pake hak tinggi pula, huff menderita nya kaki gue"


"Iyaa sama Dhisa, tumit ku lecet udah neh padahal pake stoking juga"


"Apa karena kita mondar mandir terus kali yaa?"


"Gilaa Wedding nya meriah banget yaa Dhis, banyak artis papan atas bikin kerjaan gak selesai-selesai dari tadi"


"Brie, besok kita kan kerja pagi gue takut gak bisa bangun cape banget badan gue"


"Kita pijit-pijitan yuk Dhis, 10 menitan gimana??"


Mereka berdua sedang menikmati gimana rasa nya mencari uang itu, sesusah apa dan sesulit apa? semangat Sabrina tidak hilang semenjak mengetahui masalah yang di hadapi oleh Orang tua nya, di dukung oleh Agus dan Dhisa semakin berkobar saja semangat Sabrina kala itu.


Sudah 3 hari mereka lalui training kerja pagi dan sore nya mereka melanjut kan casual untuk mencari uang dan menambah pengalaman, hampir semua anak hotel melakukan hal yang sama jika mereka magang jauh dari keluarga, perjanjian yang di buat oleh Agus untuk kedua sahabat nya bahwa mereka akan mengambil job kerja di akhir minggu yaitu di hari kamis, jumat dan sabtu, mengingat akhir taon hotel selalu rame dan hampir tiap hari mulai pagi hingga malam selalu ada event entah dari perusahaan ataupun pemerintahan biasa nya mereka mengadakan meeting akhir tahun untuk penutupan atau alokasi anggaran dana.


Jam sudah menunjuk kan pukul 23.50 mereka masih terjaga, saling memijit bergantian di depan kamar kost dengan duduk di kursi pendek, sedangkan yang di pijit duduk di atas lantai, setelah puas saling memijit satu sama lain Dhisa mengambil ember besar yang biasa nya untuk mencuci kebetulan ada di tempat jemuran di lantai 3, mereka memasak air dan di kasih garam oleh Ibu kost. Kebetulan saat mereka pijit memijit ibu kost naik untuk mengecek air, dan memberi saran untuk merendam kaki mereka di air hangat sedikit panas dengan garam, agar peredaran darah lancar dan biasa nya capek akan hilang di pagi hari nya, mereka pun mengikuti saran dari Ibu kost setelah sesi pijit memijit tadi.


"Enakkk nya Brie, kaki gue rasa nya ada yang mijitin sendiri, lu rasa kan??"


"Tapi sedikit peri Dhisa, tumit aku kan lecet ini"


"Tahan aja bentar, kan kata Ibu tadi cepat sembuh juga luka"

__ADS_1


"Iyaa seh ini udah aku tahan, kita anggap aja bersauna yaa? heheheee"


"Iyaa sauna kaki, anggap aja kita sedang berendam sambil berkhayal yang indah-indah gitu Brie , suatu saat nanti kalo kita sukses pasti bisa berendam sungguhan hahahaaaa"


"Pasti dong Dhis, entar kita harus sukses semua nya, kita tunjukin sama Orang tua kita, biar mereka bangga dengan kita"


"Setuju Brie, gue baru sadar kalo cari duwit tuh susah banget ternyata yaa? gue kira dulu kerja di hotel tuh cuma mondar mandir, senyum gitu aja ehh di luar itu semua kita 8 jam berdiri, mondar mandir melayani tamu harus tersenyum ramah, menyapa tiap ketemu orang hufff berat bambangg!!"


"Hahaha.... kamu baru sadar rupa nya Dhisa, aku padahal pengen ambil pastry tapi Pak Antony maksa ambil di front yang kata nya passion aku cocoklah di front, aku punya bakat lah, aku ramah dan murah senyum kata nya sayang kalo cuma di umpetin di belakang, padahal mereka gak pernah tau penderitaan kita kan??"


"Yuupz Brie, mereka tuh tau nya kerjaan kita cuma menyapa tamu, tersenyum ramah udah itu aja!!"


"Tapi bonus nya banyak juga Dhisa, kita bisa bertemu artis papan atas yang susah di temui, kita sering melihat pejabat mondar mandir di hotel, terus bapak-bapak yang punya pangkat banyak bintang empat, bintang lima kan?? yang lain nya sesama pejabat aja kalo mau bertemu hormat dulu, ada upacara nya, nah kita clear up makanan nya di depan nya, tersenyum sama bapak nya dan mereka gak seserem yang di TV kan??"


"Kalo ada tamu pejabat atau TNI yang lebih serem itu ajudan nya atau anak buah nya, kalo bapak nya sendiri malah santai aja malah baik-baik kan, kemaren aja ada rombongan dari Kodim gue di kasih tip sama pangdam nya sendiri cuma minta di ajari pegang sumpit Brie dan ajudan nya was was di kira gue musuh yang siap di serang aja!!"


"Gue makin semangat ini Brie, apalagi nanti penutupan tahun taruhan kita berakhir, gue gak mau pokok nya kalah dari lu atau Agus! dulu tiap dapat uang tip dari tamu sibuk gofood, sibuk online shop kali ini gue rem dulu, gue harus kencengin ikat pinggang gue biar tabungan gue banyak hahahahaa......"


Setelah merasa puas berendam kaki denfan air hangat dan garam, mereka pun melanjut kan istirahat nya, bisa di bayangkan mereka kerja non stop seperti kereta api jika mengambil job casual dari hotel. Sabrina dan Dhisa jika masuk shift pagi pukul 07.00 mereka sudah harus berada di hotel, dan bangun pagi alaram mereka pukul 05.00 Sabrina yang taat ibadah nya selalu menyempatkan kewajiban nya di waktu subuh, melanjutkan mandi, membuat teh hangat dan makan biscuit sebagai sarapan nya karena simple dan mudah.


Jika mereka datang ke hotel sebelum pukul 06.30 mereka akan mendapat kan sarapan di EDR, biasa nya di siapkan susu, teh, kopi telur rebus, bubur kacang hijau dan roti di siapkan bagi karyawan nite shift sebagai penambah energi dan untuk staff yang masuk pagi lebih awal biasa nya jam 5 - 6 mereka mendapat kan sarapan dari hotel, karena Sabrina dan Dhisa akhir-akhir ini sering ikut casual jadi Pak Sigit memberi info untuk anak training yang masuk pagi boleh ambil sarapan di hotel. Semakin semangat saja mereka berdua serta Agus selain menguntungkan sarapan di hotel, mereka bisa ngirit juga kadang harus mengeluarkan uang 7000 an hingga 10.000 untuk membeli sarapan berupa nasi kuning atau nasi rames.


*

__ADS_1


*


Di EDR pagi itu suasana sedikit sepi, karena beberapa staff sudah preparation ke locker untuk bekerja, Sabrina dan Dhisa baru saja datang karena mereka masuk jam 07.00.


"Hiks hiks hiks.... huwaaa huaaa..... Mbak Dhisa kok tega yo sama Nas Jono iki!! Mas Jono kurang apa MBAKK?? Mas Jono sudah belajar menjadi laki-laki sejati, menjadi laki-laki impian Mbak Dhisa, menjadi seorang lelaki kebanggaan Mbak Dhisa, tapi yo kenapa Mbak Dhisa pilih laki-laki itu, yang kerjaan nya cuma bilang Jono semangat yaa kerja nyaa!! Alaahh Mas Jono juga bisa Mbak kalo cuma itu aja!!"


"Mas Jono STOP!! Mas Jono tau dari mana kalo Dhisa punya pacar?? potong Sabrina saat mereka baru duduk di EDR dan langsung di sambar Jono dengan berbagai curhatan perjuangan cinta nya


"Mas Jono tau ding, dinding hotel saja bisa berbicara di sini Mbak Sabrina"


"Terus Mas Jono percaya dengan gosip itu??"


"Ora to Mbak, Mas Jono lebih sejati dari pada lelaki itu!!" Jono mengangkat kedua tangan nya ke atas seolah-olah mirip binaragawan.


"Apa yang Mas Jono bangga kan??" tanya Sabrina


"Mas Jono iki kuat loh Mbak, ayoo panggil laki-laki berdasi itu!! Sujono tantang manjat pohon kelapa di belakang hotel Hahahaaa.... pasti Jono menang Mbak!! Lekaki sejati ini!!" Jono dengan bangga nya sambil memukul mukul dada nya


"Jonnoooi??"


Seseorang memanggil Jono dari belakang yang sudah di ketahui oleh Sabrina dan Dhisa


Saat Jono menoleh yang nama nya di panggil tiba-tiba saja Jono kaget

__ADS_1


"Astopirullahh.... Jaelangkung datang tak di jemput pulang tak di antar...."


...***...


__ADS_2