Tentang Rindu

Tentang Rindu
About Bastian


__ADS_3

Lain hal nya di Apartemen, Bastian sedang merasakan kebahagiaan yang selama ini belum pernah ia rasakan semenjak peristiwa kebohongan Nenek nya itu, Bastian menikmati moment bersama Sabrina saat ini, dengan telaten nya Sabrina merawat Bastian, meskipun terlihat sedikit gugup dan terpaksa tapi menurut Bastian ini adalah peristiwa langkah dalam hidup nya. Persetan dengan cowok Sabrina yang entah di mana keberadaan nya, Bastian hanya menikmati sedikit perasaan senang dan bahagia nya untuk saat ini, Jiwa nya terasa hidup kembali.


...***...


Di sebuah rumah besar dan mewah itu seorang wanita paruh bayah yang masih terlihat cantik dan kuat itu sedang panik dan cemas menunggu kabar dari Surabaya di mana Pak Arman mengutus salah satu anak buah nya untuk memeriksa keadaan Bastian saat ini, yang mendengar bahwa Bastian kecelakaan di tempat kerja nya.


“Arman, bagaimana keadaan Cucu ku?? Kenapa dia bisa terluka seperti itu??” tanya Nenek Sofi kepada Pak Arman.


“Sabar yaa Bu Sofi, anak buah saya sedang mengecek Apartemen yang di tempati Bastian!! Kebetulan seminggu yang lalu saya sudah memasang camera pengintai mini di ruang santai Apartemen nya Bastian, sesuai kehendak Bu Sofi!!”


“Cepattt!! Hubungi anak buah mu, aku kawatir dengan Cucuku Arman, aku yakin dia menderita saat ini merasa tidak ada yang peduli terhadap diri nya?!”


“Aku sebagai keluarga satu-satu nya dan sebagai Nenek nya bahkan tidak pernah menjenguk nya saat dia berada di Surabaya!!”


“Bu Sofi jangan kawatir, Bastian laki-laki kuat dan tanguh, lagian kita sudah dapat laporan bahwa dia banyak perubahan sebulan terakhir ini!!”


“Bastian Cucuku.... semoga kamu baik-baik saja di sana!! Nenek sayang sekali sama kamu, Nenek hanya ingin yang terbaik buat kamu agar kamu bisa jadi orang berguna nanti nyaa!!” gumam Nenek Sofi dengan rintihan kesedihan nya.


“Bu Sofi, ini saya dapat kiriman vidio yang sudah di unggah oleh anak buah saya yang menyamar menjadi cleaning service di Apartemen Bastian, sebentar saya ambil laptop dulu!!”


“Mana Arman?? Jerry tolong ambil kacamata Nenek!!” ucap Nenek Sofi kepada assisten pribadi nya yang sudah di anggap sebagai Cucu nya sendiri karena di rawat dari kecil semenjak Bastian pergi ke Asrama.

__ADS_1


“Ini Nek!! Nek tenang yaa?? Bastian pasti baik-baik saja!!” ucap Jerry kepada Nenek Sofi.


“Tetap di sini Jerry, temani Nenek yaa!! Nenek sudah tidak sanggup kalo harus melihat Bastian menderita terus menerus seperti ini!!”


“Permisi Bu Sofi ini vidio Bastian di Apartemen nya yang sudah berhasil saya unggah!!” ucap Pak Arman.


Nenek Sofi beserta Jerry dan Pak Arman pun melihat vidio hasil pengintaian nya di Apartemen Bastian, tanpa di duga oleh Nenek Sofi, malam itu Bastian terlihat terluka dan mengobati luka nya sendiri, Nenek pun histeris menangis melihat penderitaan Bastian tanpa ada nya seseorang yang menemani nya atau pun keluarga yang memanggilkan Dokter untuk nya.


“Aku mau Bastian kembali ke Jakarta Arman!!” ucap Nenek Sofi sambil mengusap air mata nya yang sudah menggenang itu.


“Nek coba liat ini, ada seorang Gadis yang datang ke Apartemen Bastian?!” ucap Jerry gugup saat memperhatikan vidio itu, yang sesaat suasana tadi sepi memikirkan keadaan Bastian.


Nenek pun melanjutkan menonton vidio saat ada seorang Gadis masuk ke dalam Apartemen Bastian, Gadis itu masuk ke dalam kamar Bastian dan mengecek kondisi nya, lalu Gadis itu pergi ke dapur dan selanjutnya datang lah Dokter beserta Security yang tampak jelas dari vidio unggahan itu, hati Nenek semakin sesak melihat Bastian sakit dan orang lain yang merawat nya, Sesaat Nenek tertegun beserta Jerry dan Pak Arman saat memperhatikan Bastian keluar dari kamar nya dan tersenyum sambil memperhatikan Gadis yang merawat nya, selanjut nya tampak jelas Bastian duduk di sofa sambil tertawa riang memperhatikan sikap Gadis itu yang terlihat gugup.


“Seperti nya Gadis yang berada di Apartemen itu Nek yang membuat Bastian tersenyum!!” ucap Jerry kepada Nenek Sofi.


“Arman, cari tau siapa Gadis itu!! Aku harus berterima kasih karena dia sudah membuat Cucu ku bahagia!!”


“Siapp Bu Sofi segera saya informasikan setelah saya mendapatkan info yang lengkap dan akurat tentang Gadis itu, saya permisi dulu!!” ucap Pak Arman yang langsung mengambil handphone nya dari kantong celana nya, dan langsung menghubungi salah satu anak buah nya yang berada di Surabaya sambil beranjak pergi dari kediaman Nenek Bastian.


“Oh... Bastian!! Nenek begitu rindu melihat senyum mu itu Cucuku, Nenek akan melakukan apapun untuk membuat mu bisa tersenyum lagi!!” ucap Nenek Sofi begitu bahagia dan terharu sambil menatap vidio Bastian saat berada di Apartemen nya, karena ini adalah moment pertama kali nya Bastian tersenyum setelah hampir 12 tahun dari peristiwa kecelakaan itu.

__ADS_1


“Jerry coba putar ulang!! Nenek mau melihat nya lagi dari Gadis itu masuk ke dalam apartemen!!” ucap Nenek kembali antusias untuk melihat kembali vidio di Apartemen Bastian.


“Baik Nek!! Nenek tenang sekarang yaa, biar bisa fokus nonton vidio nya!!” ucap Jerry kepada Nenek sambil merangkul bahu Nenek Sofi yang hanya mengganggukkan kepala nya saja.


Nenek pun memperhatikan lebih detail vidio kebersaan Bastian dan Gadis yang ada di Apartemen nya itu, sesaat Nenek ikut tersenyum saat Bastian mengoda Gadis itu, Nenek mulai merasa lega saat melihat Bastian tidak ada raut kesedihan di wajah nya, yang ada justru wajah bahagia penuh dengan cinta dan kerinduan, wajah yang sama persis saat Nenek mengunjungi Bastian saat di Asrama nya dulu sebelum Bastian mengetahui kejadian sebenar nya yang di alami oleh kedua Orang tua nya.


“Lihat lah Jerry!! Bastian betul-betul mirip seperti almarhum Ayah nya, Aditya?! dulu saat Aditya masih muda dan mengejar-ngejar Mama nya, sangat mirip sekali dengan apa yang di lakukan Bastian saat ini, mereka mempunyai ilmu tipu muslihat untuk mempengaruhi target nya!!” Nenek Sofi pun sedikit teringat akan kenangan almarhum anak nya yang telah tiada yaitu Papa Bastian. Dengan tetesan air mata bahagia Nenek Sofi semangat bercerita kepada Jerry, yaitu Cucu angkat nya.


...***...


Sabrina yang masih malu-malu untuk menyuapi Bastian bubur itu merasa semakin gugup saja, saat pandangan nya tidak sengaja menatap Bastian yang pada saat itu Bastian pun menatap nya.


"Aku baru menyadari jiwa yang bahagia adalah pelindung terbaik untuk dunia yang kejam!!" Bastian POV


“Bastian kalo kamu kerjain aku lagi dengan pura-pura tangan mu sakit, atau menatap aku terus kayak gini, aku pulang!!” ucap Sabrina seketika sambil menunduk kan kepala nya.


“Iya-iya maaf, aku kan cuma bercanda tadi, habis nya kamu tegang banget!! Aku kan udah berusaha hangat sama kamu biar gak terlihat dingin dan seram lagi kalo kamu liat, He he he...!!”


Sabrina pun semakin di buat terkejut dengan ucapan Bastian, secara tidak langsung Bastian mengetahui saat Sabrina mengucapkan kata dingin dan seram.


“Ah... a-ku gak pernah ngomong begitu kok!!” ucap Sabrina gugup dan ngeles.

__ADS_1


“Ya udah gak pa-pa kalo gak pernah ngomong begitu!! tapi aku tetap ganteng kan meskipun tidak sedang tertidur!!”


PRAAAANG!!!


__ADS_2