
Beberapa hari setelah peristiwa di rooftop itu, Sabrina dan Bastian kembali membaik kembali, kini mereka tidak malu untuk duduk bersama saat makan siang atau pun saat makan malam jika shift kerja mereka bersamaan, hanya saja satu sama lain nya belum ada yang menyatakan perasaannya terlebih dahulu, Bastian yang menganggap Sabrina terlalu baik, takut jika semua perhatian Sabrina ke padanya hanya di anggap teman saja seperti perhatian Sabrina kepada Agus, begitu pula dengan Sabrina ia beranggapan jika Bastian baik pada nya karena mereka satu outlet, lebih dari itu Bastian hanya ingin berteman saja, itu yang selalu di pikirkan oleh Sabrina.
Hari ini Sabrina yang harus nya masuk shift siang sengaja request kepada Doni untuk masuk pagi saja karena ia di ajak Dhisa untuk ikut acara party lagi di tempat yang sama yaitu di cassablanca caffee & Bar.
Pukul 16.00 saat mereka mengakhiri jam kerja nya, Sabrina dan Dhisa berjalan santai menuju tempat kost mereka sambil mencari makanan di pinggir jalan.
“Dhisa ingat sekarang giliran aku yang kasih pesan!! Jangan sekali kali minum alkohol berlebihan seperti kemaren, aku gak mau lagi urusin kamu yaa?! pokok nya kalo seperti kemaren aku tinggal pulang!!”
“Iya iya Sabrina sayang, gua janji gak bakalan mau di kerjain seperti kemaren lagi!!”
“Ngomong-ngomong gimana cerita nya kamu dapat izin libur 2 hari buat pulang besok?!”
“Aku yang kapan hari bantu Pak Sigit lembur sampai malam itu, ternyata jam lembur nya di ganti off satu hari karena kita kan masih training gak ada kewajiban untuk lembur!!”
“Dan pas aku kemaren request minta masuk pagi dengan alasan mau pulang ke Malang ke Kak Doni, Pak Sigit mendengar, malah bilang ambil libur 2 hari aja sekalian, lembur Sabrina yang bantu saya waktu itu saya ganti sama libur yaa?! keren kan aku seperti Manager libur 2 hari hehehee!!”
“Yahh curang, giliran elu off, aku malah masih 2 hari lagi off nya, berarti luu balik ke Surabaya nanti, aku yang libur Brie, kita bakalan 3 harian gak sama-sama dong?!” Dhisa sedikit sedih karena mendengar berita Sabrina yang mau pulang ke Malang selama 2 hari.
“Curang gimana? Kemaren yang kita dugem pertama kali nya itu, besok nya kamu libur kan?? dan aku masuk siang dengan muka 6L lemah, lelah, letih, lesu lunglai, lucett hahahaa...!!”
“Lu belum cerita masalah hoodie ini!! Tiap mau cerita aku nungguin lu pulang kerja selalu tertidur duluan.”
“Iya iya hari ini aku ceritain detail nya gimana aku bisa dapatkan hoodie ini!!”
Flashback ON
“Aku kedinginan Bastian!!”
“Apa kamu yakin kedinginan??”
“Sebaik nya kita kembali saja!!”
“Heii, tunggu dulu aku belum selesai berbicara.”
“Kamu mau bicara apa lagi?? kita udah lama di sini!!”
“Masalah surat tadi, apa sudah kamu baca??”
Sabrina tentu saja kaget mendengar pertanyaan yang di lontar kan Bastian barusan, ia sedikit malu tapi juga sedikit jengkel karena lagi-lagi surat itu lagi yang jadi pembicaraan nya.
“Bukan urusan ku sama surat itu, kan kamu yang dapat ya udah baca aja sendiri!!”
Bastian tentu saja tersenyum mendengar nada bicara Sabrina yang seperti tidak suka untuk membahas surat tadi.
“Bukan nya aku udah bilang surat itu baca aja, dan kado nya ambil saja!!”
“Gak mau!! Itu kan kado untuk kamu dari penggemar setia mu itu, aku bisa beli sendiri kalo mau?!”
__ADS_1
“Yakin gak mauu??”
“Ihh... sudah lah aku mau turun, dingin disini!!”
“Kita turun bareng, ayukk!!”
Bastian pun kembali menggandeng tangan Sabrina untuk turun dari rooftop dan kembali menuju lift.
Ting
Lift pertanda berhenti, sekaligus mengantarkan tujuan Sabrina dan Bastian, mereka sampai di lantai 2 dengan aman tanpa ada bertemu dengan siapa pun di dalam lift.
“Ayo ikut aku ke pantry!!”
Ajakan Bastian yang sedikit memaksa kan diri, ia kembali menyeret Sabrina sedikit dengan paksaan.
“Aku gak mau Bastian, le-pas dulu!! Itu urusan mu sama cewek penggemarmu bukan urusan ku!!”
“Kalo kamu sudah baca surat nya, akan menjadi urusan mu!!”
Klek klek klek
Bastian masuk ke dalam pantry mengambil paper bag yang ad di atas meja, mengambil surat nya tanpa ia baca langsung saja di serahkan pada Sabrina.
“Baca!!”
“Baca dulu, kamu akan tau isi nya apa? Setelah itu baru bisa menyimpulkan!!”
Dengan ragu-ragu Sabrina mengambil surat itu, ia pun terpaksa membaca nya, lagian Sabrina sebenar nya juga penasaran apa isi surat itu yang di tulis staff cewek itu kepada Bastian.
Dear special person
“Cihhh!!” baru membaca sapaan nya Sabrina udah sebal aja di buat nya.
Dear special person
Sengaja aku yang menulis surat ini, karena pemilik nya tidak bisa membuat surat, terlalu ribet kata nya
Aku Lala yang beberapa hari ini gangguin Bastian, pasti kamu cemburu kan liat kedekatan ku dengan nya hehehe....
“Apa maksud ya ini??” Sabrina yang belum selesai membaca surat itu menghentikan nya dengan bingung.
“Lanjutkan saja!!” titah Bastian.
Aku sudah memilihkan product terbaik, dengan merek terbaik untuk mu, Bastian bilang dia ingin memberikan kado untuk perempuan yang sudah menolong nya tempo hari.
Bastian yang pilih kado nya untuk mu, agar kamu selalu hangat setiap saat
__ADS_1
Bukan nya hoodie bisa di pakai di musim kapan aja, jadi simple kan
Karena aku tau kamu cewek yang gak suka ribet, gak mungkin ku carikan kado tas branding atau pun sepatu branding.
Aku yakin kamu pasti cocok, sebelum nya aku sudah kirim foto ke Bastian beberapa contoh sepatu, tas, baju dan Bastian memilih hoodie untuk mu.
Terima kasih Sabrina, berkat mu jualan ku di beli dengan harga yang fantastis plus bonus oleh Bastian
Jangan lupa order ke aku lagi yaa kalo butuh sesuatu.
Bye Lala.
“Bas-tian surat ini-“
“Iya aku tidak sengaja mendengar Lala menawarkan jualan nya waktu itu, jadi aku teringat kamu yang waktu pulang dari Apartemen kedinginan!!”
Blash
Wajah Sabrina seketika merah merona, ia malu dan menjadi salah tingkah ternyata paper bag yang staff cewek kasih ke Bastian adalah hadiah nya yang di beli oleh Bastian.
“Tapi kamu gak perlu seperti ini Bastian!!”
Sabrina pun tidak berani memasang wajah nya, ia hanya bisa menunduk, apalagi mengingat umpatan nya waktu itu.
“Heii jangan malu, aku cuma mau berterimah kasih dan kita bisa jadi teman kan??”
“Astagaa, aku terlalu GR saja, ku kira Bastian ajak menembak aku!!”
“Aku ingin berteman sama kamu, sekalian minta maaf atas perbuatan aku tempo hari, gimana??”
“Apa tawaran ku di terima??”
“Ah teman?? Ten-tu saja kita berteman he he hee!!”
Mereka berdua bersalaman pertanda bahwa mereka berteman.
Flashback Off
“Ahh gak ada seru-seru nya cerita kalian, Bastian terlalu cemen untuk utarain perasaan nya!!”
“Dhisa huss!! Jangan ngomong gitu, malu tau aku?!”
“Oke kita lanjut tujuan kita aja!!”
“Oke cemonnn!!”
...***
__ADS_1
...