
Mereka berempat masih menikmati makan malam nya, yang kebetulan Sabrina duduk di samping Dhisa, dan di depan mereka ada Bastian dan Jerry mereka terlihat seperti double date dan terlihat santai dengan masing-masing pasangan nya, Sabrina dan Dhisa yang terlihat makan seperti biasanya sangat menikmati makanan yang di sajikan dan dengan lahap nya mereka makan, membuat Jerry tersenyum sendiri dengan sedikit menunduk kan kelapa nya membolak balik kan pizza nya tanpa memasuk kan nya ke dalam mulut nya.
“Gadis-gadis ini sama sekali tidak menjaga image nya di depan kami, good girl kalian memang cocok bersanding menemani kami”
“Jer”
“Jerry”
Beberapa kali Bastian memanggil Jerry dengan nada yang pelan namun Jerry masih asyik dengan lamunan nya entah apa yang di pikirkan oleh nya.
“Jerry”
“Jerryyyy!!” Bastian pun menyikut Jerry agar merespon panggilan nya, setelah pembicaraan untuk membungkus makanan, Jerry tidak ada lagi bersuara.
“Apa seh Bas ganggu aj lu”
“Lu liat di samping lu arah jam sembilan, dari sini!!” Jerry pun ngikutin arahan dari Bastian untuk melihat seseorang dari tempat nya.
“Sial kurang ajar lu, ondel-ondel dari mana tuh?!”
“Hahaha.... selera gue ilang begitu saja ini”
“Mangkanya gue kasih tau lu, biar kita sama-sama ilang selera makan hahahaa.....”
“Kurang ajar lu Bas, sumpah ngeri tuh wanita kayak make up berjalan full make up full body hiii ngerii!!”
Lain hal nya dengan Sabrina dan Dhisa yang penasaran apa yang sedang di bicarakan oleh mereka, rasa penasaran dan sedikit menyimak kenapa mereka tertawa sambil menunduk kan kepala nya seolah-olah ada yang memantau nya. Sabrina dan Dhisa saling menoleh dengan mengangkat dagu bersamaan berkode apa yang mereka bicarakan, dan setelah nya mereka sama-sama mengangkat kedua bahu nya pertanda tidak tahu.
“Bastian bicarain siapa seh??” tanya Sabrina yang penasaran
“Haa, gak ada kok di lanjut aja makan nya”
“Ihh tuh kan gak mau jujur!!” Sabrina pura-pura merajuk dan sedikit melempar pisau dan garpu dari tangan nya
“Sayang, kalo kamu melihat nya nanti selera makan kamu hilang juga sama seperti kami!”
“kan makin bikin penasaran, aku gak mau lanjut makan sebelum kamu cerita!!” ancam Sabrina yang membuat Dhisa dan Jerry ikut tertawa melihat mereka berdua.
“Huff, yaa udah coba Nana lihat arah jarus jam sembilan dari sini!!”
Sabrina dan Dhisa yang penasaran langsung saja menoleh begitu dapat arahan dari Bastian, dan setelah nya mereka saling pandang satu sama lain karena arah jam sembilan yang di lihat nya sedang melambaikan tangan nya.
“MISS DONNAAA??” kedua nya bersamaan memanggil dan seketika Miss. Donna datang menghampiri meja milik Sabrina
“Haii Sabrina, haii Dhisaa duhh Miss. Dona gak percaya bisa bertemu kalian di sini”
“Eh Miss. Dona apa kabar? Ko bisa di Surabaya Miss??” ucap Sabrina dengan tersenyum masam sambil memperhatian wajah Bastian dan Jerry yang sedikit ketakutan
“Ahh, Miss ada seminar gitu di hotel tunjungan tugas dari kampus, Miss nginap juga di sana besok baru balik ke Malang” sambil melirik Bastian dan Jerry dengan kerlingan mata nya
“Eh, kok Miss gak di kenalin seh sama cowok-cowok ganteng ini??”
“Lohh muka nya kenapa itu??”
Miss Dona tanpa mendapatkan izin langsung saja menyodorkan tangan nya ke arah Bastian yang lebih dekat dengan nya
“Donaa” dengan gaya centil nya
Bastian pun dengan takut-takut menyambut uluran Miss Dona
“Bastian saya pacar nya Sabrina!!”
“Wahh sudah ada yang punya ternyata” sambil melirik Sabrina dan di iyakan oleh Sabrina
__ADS_1
“Saya pantang mengganggu pacar orang, apalagi mahasiswi saya sendiri”
“Kalo yang cucok satu nya siapa?? Udah punya pacar belum??” dengan mengulurkan tangan nya kepada Jerry
“Sa-saya Jerry pacar nya Dhisa!!” Karena takut dengan Miss Dona Jerry pun menunjukkan kepemilikan nya, dan Dhisa tentu saja langsung tersedak
“Uhukk uhukk uhukk”
“Sayang kamu gak papa kan??” Jerry yang sok perhatian dengan menghampiri Dhisa dan mengusap-usap pungung Dhisa.
“Kak Jer-ry”
“Minum dulu sayang, biar gak tersedak lagi!!”
“Waowww... kalian romantis sekali, Miss iri liat kalian bisa double date seperti ini, kenapa yaa yang ganteng-ganteng selalu jadi milik orang duluan”
“Yaa udah Miss balik aja ke hotel, sakit mata Miss liat kalian semua nyaa”
“Bye Sabrina, bye Dhisa, dan kalian jaga baik-baik mereka kalo sampai kalian sakiti, Miss pun akan sakit hati hik hik hik...” Miss Dona pun meninggalkan meja mereka dan meninggalkan restaurant cepat saji itu.
“Huffff... Alhamdulillah....” dengan mengelus dada Jerry merasa terselamat kan
“Sekarang lu jelasin kenapa mengaku pacar nya Dhisa??” ucap Bastian dengan tegas
“Oke, ehem ehemm, gue eh AKU SUKA DHISA!!”
“DHISA KAMU MAU KAN JADI PACAR AKU??”
Tanpa ada ba bi bu atau drama seperti biasa nya Dhisa langsung saja mengangguk kan kepala nya pertanda terima ungkapan Jerry.
“A-aku mau Kak, aku juga suka sama Kak Jerry....”
“Yeeee”
“Dhisa selamat yaa udah punya pacar” Sabrina pun memeluk sahabat nya pertanda turut berbahagia.
“Eh, tunggu kenapa secepat ini, bukan nya harus jual mahal dulu yaa??”
“Yee lu Brie ini kan kesempatan, dulu lu gak di tembak-tembak sama Bastian ngalepp liapp lalaam brrr alaapp!!” seketika mulut Dhisa langsung di bungkam dengan tangan nya oleh Sabrina karena merasa malu
“Apa benar itu Na??”
“Ihh udah gak usah di bahas, kan malu”
“Ciee ciee siapa yang jadian siapa yang malu malu ini??”
*
*
Mereka berempat kini kembali ke Apartemen setelah pernyataan cinta Jerry kepada Dhisa. Sebenar nya Jerry sudah sering melihat Dhisa dari cctv camera pengintai yang ada di Apartemen Bastian, Jerry sudah memperhatian Dhisa sejak awal melihat cctv itu, hanya saja tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali Jerry sendiri, bahkan saat Dhisa dan Agus pulang dari club dan hampir saja Sabrina celaka, jerry mengetahui nya namun Jerry kecolongan saat itu karena Jerry sedang ada di kantor hingga larut malam untuk menyelesaikan pekerjaan nya, Jerry mengira mereka akan baik-baik saja seperti sebelum nya.
Ting
Bunyi pintu lift berbunyi, mereka pun bergegas menuju Apartemen milik Bastian yang ternyata Agus sudah menunggu mereka di dalam, Agus di beri acses oleh Bastian untuk berjaga-jaga karena Agus salah satu teman yang di percaya oleh Bastian, yang notabene Agus anak nya sederhana, tidak banyak neko-neko dan pasti nya yang membuat Bastian suka adalah Agus rajin ibadah nya.
Klek
“Loh Agus kamu udah lama di sini?? Sorry yaa kalo kamu menunggu jadi nya” ucap Sabrina yang gak enak hati melihat Agus membuka pintu Apartemen dari dalam.
“Santai aja Brie, lagian aku bisa istirahat di sini sambil nunggu kalian”
Mereka pun satu persatu mulai masuk di ruangan itu, Bastian sedikit heran dengan Jerry yang mengikuti nya dari belakang dan akan langsung duduk di sofa ruangan tamu tersebut
__ADS_1
“Eitt tunggu, lu bukan nya ada Apartemen sendiri di sini??”
“Astaga Bastian pliss deh sudah lama gue gak kumpul-kumpul kayak gini hanya ngurusin Nenek ell.... ngurusin Nenek Ella iyaa Nenek Ella tidak mau di tinggal sendirian di rumah sakit!!”
Hampir saja Jerry keceplosan berbicara masalah Nenek Sofi, untung nya mata Bastian langsung berkedip kedip kepada Jerry.
“Neh Gus kamu makan dulu, aku obatin luka Bastian dulu yaa”
“Wah mantapp ini, jarang-jarang ada yang traktir pizza, thanks Bang Jerry untuk pizza nya”
“Sama-sama Gus”
Di ruang tengah tepat nya Bastian duduk di sofa sambil menyalakan televisi nya agar tidak sepi, Sabrina pun datang dari dapur membawa air hangat, kain dan kotak P3K untuk membersihkan luka lebam pada wajah Bastian.
“Sebenar nya kalian ngapain seh han, sampai babak belur kayak gini??”
“Aduhh, sakit sayang”
“Ihh, belum juga di apa-apain??”
Dhisa yang melihat keakraban mereka sedikit cangung ingin mengobati Jerry, dan Jerry pun jika di obati di ruang tamu atau ruang tengah ia akan ketahuan oleh Pak Arman, akhir nya dengan alasan Jerry ingin quality time ia mengajak Dhisa ke Apartemen milik nya yang hanya bersebelahan dengan Apartemen Bastian.
“Ayoo ikut aku pulang, obatin luka aku juga seperti Bastian?!”
“Ta-tapi ki-ta??”
“Tenang aja aku gak akan macem-macem kok, percaya sama aku”
“Baik lah Kak, aku mau ngobatin luka Kak Jerry”
“Bastian, Sabrina gue tinggal dulu yaa bawa Dhisa pulang di sini engap”
“Gus Apartemen gue di sebelah yaa”
“Oke Bang, eh tunggu dulu” Agus memperhatikan tangan Dhisa yang di genggam oleh Jerry menjadi penasaran dengan mereka
“Ehemm, kami dah jadian Gus!!” ucap Jerry tanpa basa basi
“Mantapp!! Gilaa sahabat gue pada laku semua nya yaa!!”
“Dhisa hati-hati yaa??”
“Tenang aja Gus gua gak akan apa-apain Dhisa Hehehee....!!”
Agus pun terlihat bahagia memperhatikan kedua sabahat nya sudah menemukan orang yang di sayangi nya, ia pun melanjutkan makan pizza nya dengan lahap tidak pedulu dengan suara Bastian yang merintih kesakitan.
...***
...
Haii semua reader kesayangan, Othor mau sedikit cuap cuap neh cerita Tentang Rindu sampai Bab 60 ini semua bikin senyum senyum sendiri, cinta pertama, cinta manis, dan komedi.
Di Bab selanjut nya othor mau tambahin sedikit konflik yang akan menguras air mata, sesuai dengan cerita di awal ada konflik namun tidak berat hanya sedikit nyesek saja.
Untuk bab selanjut nya suapin tissu aja yaa buat reader atau sapu tangan, biar gak mau nanti kalo ketahuan.
Hari ini double up selesai, untuk mengganti hari kemaren yang tidak up
Thankyuu, maacih masih setia dengan cerita Tentang Rindu🤗
salam tayang selalu
nonaAurora😚
__ADS_1