Tentang Rindu

Tentang Rindu
Ujian Kehidupan


__ADS_3

Suasana yang benar-benar berbeda dari malam-malam biasa nya, hanya ada kesedihan, dan tangisan yang seakan menggema sampai ke seluruh isi ruangan, Mama dengan kekuatan nya memeluk ketiga anak nya dengan sangat kuat, menangis bersama karena tanpa kesengajaan Zein dan Zee mengetahui masalah yang menimpa keluarga nya saat itu.


“Mah, Zein mau ketemu Ayah”


“Zee juga Mah, Zee kangen Ayah”


Sabrina pun sudah tidak bisa ucap kan kata-kata lagi, ia hanya terisak menahan tangis nya dan memeluk kedua adek nya dengan sayang dengan sesekali mengelus punggung dan rambut kedua adek nya.


Dengan kekuatan yang di peroleh dari ketiga Anak-anak nya Mama Sarah kembali kuat dan semangat, kebangkrutan yang di sebabkan karena Ayah di tipu oleh teman nya membuat Mamah shock, dan tidak bisa berbuat apa-apa atau pun memutus kan suatu hal sebelum Sabrina pulang, Mamah hanya menangis dan menangis, berusaha kuat dan tegar saat di depan Zein dan Zee seolah tidak terjadiapa-apa.


“Dengar kan Mama baik-baik yaa Anak-anak Mama yang soleh dan soliha ini, kita doakan Ayah yaa, kita minta petunjuk kepada Allah agar Ayah di berikan kesehatan, kekuatan, kesabaran dan ketabahan untuk menjalani ujian dan cobaan dari Nya...”


“Setiap sholat kita wajib bersyukur berterima kasih sama Allah masih bisa berkumpul bersama, masih bisa makan 3x sehari, masih bisa bersekolah, dan minta di beri kesabaran, kekuatan dan ilmu yang bermanfaat”


“Kita berdoa juga minta sama Allah agar Ayah bisa secepat nya dapat rezeki, biar bisa kembali seperti semula”


“AMINN” Sabrina dan kedua adek nya pun mengamin kan doa Mama malam itu


“Hiks hiks hiks.... kita gak punya rumah dong Mah, kalo Mama jual rumah ini??” tanya Zee yang masih bingung


“Harta, tahta hanya titipin sayang, kita semua harus bisa menerima dan mengihklas kan jika sewaktu-waktu di ambil secara tiba-tiba seperti saat ini”


“Mungkin Allah memberi petunjuk Mama, agar Mama merawat Enyang kalian di Desa, dan supaya Ayah juga lebih dekat dengan Orang tua nya, biar Zein dan Zee serta Kakak sering-sering bersama Eyang?!”


“Zein mau Mah pindah ke Desa”


Seketika tangis Mama pun tidak bisa terbendung lagi, merasa bangga Anak-anak nya mengerti kesulitan yang di alami oleh kedua Orang tua nya.


“Zee kenapa diam sayang??” tanya Mama dengan mengelus lembut pipi Zee


“Zee takut gak punya teman Mama di rumah Eyang hiks hiks hiks.....”


“Ohh... putri Mama yang cantik muachh” di kecup nya wajah Zee berkali-kali, Mama harus kuat dan harus bisa memberikan pengertian kepada ketiga Anak nya terutama Zee yang belum bisa memahami nya.


“Zee kan masih punya Zein sayang”


“Zein mau kan jaga Zee dan temenin main Zee untuk Mama”


Zein pun langsung memeluk Zee dengan sayang, memberikan semangat juga untuk Zee agar tidak mudah cengeng dan takut.


“Kakak pasti jagain Zee, kita main bersama?!”


“Zein gak nakal-nakal lagi kan sama Zee??”


Zein hanya menggeleng kan kepala nya pertanda tidak akan ganggu Zee lagi.

__ADS_1


“Syukurlah Anak-anak Mama sudah rukun gini, jadi Mama bangga sekali punya kalian semua muachh muachh. Mulai minggu ini Mama akan packing-packing barang yang kita perlukan di sana, mengurus pindahan sekolah Zein dan Zee juga.”


“Berarti Zee pindah sekolah dong Mah??”


Mama mengangguk kan kepala nya dan Zee masuk kedalam pelukan Mama nya lagi bersamaan dengan Zein yang masih mencari kekuatan untuk bersabar lebih kuat, dengan bersembunyi di pelukan Mama dan belaian dari Mama.


Mah, Nana izin aja yaa magang nya biar bisa bantu-bantu Mama di sini??”


“Jangan Kak, hotel itu punya peraturan mereka tidak mungkin mendengarkan alasan Kakak, Kakak harus belajar profesional dari sekarang, harus pintar-pintar bedain urusan keluarga, urusan pribadi dan urusan kerjaan!!”


“Ayah pasti marah kalo mendengar Kakak di berhentikan dari magang hanya ingin bantu Mama”


“Labih baik Kakak selesaikan kuliah dengan baik, dan bekerja dengan tekun nanti nya”


“Kalo Kakak nanti sudah bekerja, otomatis kan sudah jadi kebanggaan Mama dan Ayah dan mengurangi beban Ayah pasti nya”


“Iyaa Mah, Nana akan berusaha kerasa untuk mandiri dan secepat nya bisa bekerja, Nana ingin membantu Mama nanti nya”


“Iyaa sayang, ingat selalu pesan Ayah dan Mama yaa!!”


*


*


Sedangkan Mama sendiri mulai menghubungi teman dan sodara nya yang bisa membantu menjual kan rumah dengan cepat, agar Ayah juga tenang nanti nya tidak di kejar-kejar oleh depkoleptor karena hutang di Bank.


“Kak, jangan capek-capek loh bantu secukup nya aja!! besok Kakak sudah kembali kerja belum lagi perjalanan Malang - Surabaya, Mama gak mau Kakak sakit nanti nya


“Iyaa Mah, Nana sengaja emang biar Mama cerewet kembali seperti biasa nya hehehee......”


“Dasar Kakak, ngerjain Mama yaa??”


“Ihh... Mama jangan ngambekan dong mirip Zee tau?!”


“Kan Zee keturunan Mama emang, emang Kakak bukan apa??”


seketika Mama menggelitiki pinggang Sabrina saat Sabrina membawa kardus turun tangga, Sabrina pun berteriak dan suasana rumah pagi itu sedikit ceria dengan candaan Sabrina dan juga Mama Sarah.


“Mah ampun Mah, iyaa Mama nya Nana yang cantik, Mama yang baik aihihiii gelii Mah hahahaa... ampun Mah stoppp!!”


“Ayoo masih mau ngledekin Mama lagi?!”


“Ahahaaaa..... Mama nya Nana luar biasaa pokok nya baik hati dan tidak sombong, pintar memasak hihihiii...stop Mah geli....”


“Apalagi, Mama belum puas pokok nya?!”

__ADS_1


Sabrina sudah berguling-guling saja di atas karpet karena tidak tahan dengan klitikan dari Mama nya.


“Mamah tidak cengeng kayak Zee ihihihiii geli hahahaaa”


“Siapa bilang Mama tidak cengeng??”


“Opss, kita semua kan cengeng yaa Mah?”


"HAHAHAHA........"untung Zein nurun Ayah yaa, kedua wanita beda usia itu pun tertawa bersamaan sambil berguling-guling di atas karpet.


“Yaa udah Kakak bangun, mandi ini sudah siang Kak, Kakak balik ke Surabaya nya kapan??”


“Nanti sore deh Mah, nanti sampai di halte ada Agus yang jemput”


“Agus apa Agus??”


“Agusss Mah!!”


*


Kini waktu sudah menunjukkan bahwa Sabrina harus kembali ke Surabaya karena besok hari nya Sabrina masuk pagi, jadi ia tidak bisa menginap lagi. Mengingat akan berakhir nya tahun, di hotel pasti di sibukkan dengan event dan promo new years, berbagi flyer ke beberapa tempat seperti yang Sabrina, Dhisa dan staff lain nya yang mendapat kan tugas membatu sales untuk promotion.


Terakhir kemaren sebelum Dhisa libur, mereka mengikuti sales blitz di mana mereka membawa flyer berupa promo new years dan mereka di bagi di satu titik, ada yang promo nya di daerah pertokohan di sepanjang jalan Basuki Rachman, dan kebetulan Sabrina dan Dhisa berhenti di lampu merah, Jadi setiap ada lampu merah mereka akan membagikan flyer kepada mobil-mobil yang berhenti di lampu merah, itu adalah salah satu sales blitz program dari sales marketing yang di dukung oleh management dan di support oleh seluruh staff dan karyawan hotel demi berjalan nya dan sukses nya event tahun baru nanti untuk mengundang dan menarik tamu yang hadir maka di buat lah event tahun baru dan promo-promo lain nya.


**


"Kakak ingat yaa, konsentrasi kerja nya jangan terfocus dengan masalah Ayah dulu, Kakak kelarin magang nya dulu yaa"


"Uang nya di awet-awet yaa, Mama sudah tidak banyak pegangan, Kakak jangan telat makan dan istirahat biar gak mudah sakit!!"


"Terus satu lagi pesan Mama, kalo pacaran gak boleh berlebihan harus tau batasan-batasan nya yaa Kak!!"


"Siapp Mamaku yang cantik, Nana berangkat dulu yaa Mah"


"Minggu depan kalo Nana libur lagi, Nana pulang!!"


"Iyaa, mudah-mudahan Mama masih bisa ketemu Kakak minggu depan sebelum pulang ke rumah Eyang yaa"


"Harus Mah, tunggu Nana pokok nya!!"


"Iyaa iyaa.... hati hati yaa sayang"


"Bye bye Mah......"


...***...

__ADS_1


__ADS_2