
Sabrina dengan ide nya yang konyol langsung saja bersembunyi di bawah kolong meja, merasa lebih aman di sana dan ia juga masih bisa melanjutkan menikmati makan sushi nya yang hampir saja tertunda lagi. Sabrina yang tidak peduli dengan situasi dia saat ini masih begitu serius memasukkan potongan besar sushi ke dalam mulut nya, hingga ia tidak sadar jika ada seseorang yang memperhatikan dia di balik taplak meja itu.
“NYAM....NYAM... NYAM.....NYAM....!!
Satu potongan sushi lagi mendarat ke dalam mulut nya.
“Aaem!!”
“Nah ketahuan, ini pak di sini anak nya!!” ucap Bastian yang mengagetkan Sabrina.
“UHUUKK....UHUUKK....UHUUKK....!!”
“AIR....A-IR tolong air??”
Bastian yang berniat ingin ngerjain Sabrina malah terbalik di kagetkan karena melihat Sabrina yang tersedak, dan dia membutuhkan air. Bastian langsung saja lari mencari sesuatu, ia melihat ada beberapa botol minuman di atas trolly, langsung saja Bastian ambil satu botol dan segera balik ke tempat di mana Sabrina masih tersedak. Di tarik nya Sabrina dari bawah meja yang masih batuk-batuk karena tersedak itu, di bukakan nya botol minuman dan di sodorkan nya pada Sabrina.
“Uhukk... Uhukk... hukk...hukk....!!”
“Neh minum dulu!!”
“Gluk gluk gluk gluk gluk gluk.... Haaa Alhamdulillah!!” Sabrina yang langsung menghabis kan isi botol yang sisa setengah itu, dengan mengelap bibir nya sisa air minum. Sabrina di buat salah tingkah saat Bastian menatap nya dengan tertegun tanpa berkedip, antara kawatir dan prihatin.
“Rupanya cowok ini perhatian juga, dia peka sama perempuan hehehe...!!” suara hati Sabrina
“Ehemm... Ehemm.. sudah mandang nya?? Awas naksir loh!!” Sabrina yang salah tingkah langsung saja memotong keheningan, Bastian yang mulai sadar langsung berbalik karena respon Sabrina berlebihan dan terliat dia yang sedikit kawatir itu.
“Eh tunggu tunggu, makasih yaa buat air minum nya kalo gak ada kamu bisa mati tersedak mungkin aku tadi hi hi hi.. !!” Sabrina merasa tersanjung karena Bastian memberikan air minum nya dan langsung membantu Sabrina yang tersedak.
“Gak usah ucapkan terima kasih!!” jawab Bastian dingin.
“Tapi kan kamu udah kasih air minum mu, maaf tadi ku habis kan??”
“Hem... kalo mau lagi tuh di sana banyak!! Lagian tadi bukan minuman ku?!” jawab Bastian sambil menunjuk salah satu trolley.
Sabrina pun mengikuti arah tangan Bastian yang menunjuk kan sesuatu, seketika Sabrina tercengang dan kaget hingga mata nya membulat dan mulut nya menganga.
“I i-itu itu bukan nya botol bekas??”
“Huekk... hueekk”
“Kenapa kamu kasih aku air minuman bekas?? Itu kan clear upan kemaren, dan botol-botol itu bekas tamu yang ikut acara kemaren kan??”
“Ihh...jijik tau? tidak tidak ihh aku meminum nya tadi!! Kamu jahatt!!” Sabrina yang merasa jij*k rasanya pengen muntah saja, ia hanya bisa pasrah dengan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya dan langsung berjongkok karena malu.
“Heii berisik, kamu tadi bilang mau mati kan kalo tersedak? Hem??”
“Iyaa tapi kan gak perlu minuman bekas, jorok tau!!”
“Biarpun minuman bekas setidak nya enggak bikin kamu mati di tempat kan??”
Sabrina pun di buat emosi dengan sikap Bastian, yang awal nya Sabrina menilai jika Bastian ternyata peduli dengan orang lain yang membutuhkan pertolongan, ternyata dia menolong hanya sebatas apa yang di lihat nya saja. Sabrina yang jongkok sambil menutup wajah nya langsung saja berdiri dan mendekati Bastian dengan muka memerah yang bercampur antara marah, malu dan merasa jij*k karena meminum air botolan bekas orang lain. Sampai di depan Bastian Sabrina langsung saja menginjak kaki Bastian meluapkan kekesalan nya.
“Kok aneh ya, kenapa di hadapan perempuan berisik ini detak jantung ku menjadi cepat??”
__ADS_1
“Ah pasti karena kawatir melihat dia tersedak tadi!!” suara hati Bastian
“Rasaiin!! dasar laki-laki gak punya hatii!!”
“Achhh.... ”
“SSRRTTSSRRTT”
“BUK”
“OH”
“Oops”
Niat ingin menginjak kaki Bastian dan langsung beranjak pergi, tapi Bastian yang sudah tau niat Sabrina langsung mengunci kaki Sabrina, dan saat Sabrina akan terjatuh dia menarik lengan baju Bastian, akhir nya mereka jatuh berdua dengan Sabrina di bawah dan Bastian yang berusaha menahan Sabrina dengan memegang kedua pinggang nya.
Deg deg deg deg deg deg .......
"Perasaan apa ini?!"
"Kenapa jantung ku??"
Detak jantung mereka berdua tidak bisa di bohongi, mungkin karena kaget terasa berdetak lebih cepat, Sabrina pun menegang saat mata Bastian tidak lepas dari pandangan nya.
“Lepas!! Kamu mau mesum yaa??”
“Hm kalo iya kamu mau apa??” Bastian yang tidak pernah sedekat ini dengan perempuan sebelum nya merasa andrenalin nya berpacu, dan entah mengapa ada perasaan yang aneh saat melihat Sabrina yang wajah nya sudah kemerah-merahan itu.
“Ichh.... dasar laki-laki kutub, gak punya hati, mesum, lepasinn!! Aku teriak neh kalo tidak di lepasin?!” Sabrina benar-benar merasa malu dan merasa hati nya berdebar dengan jarak yang begitu dekat dengan Bastian, apalagi Bastian tidak melepaskan tangan nya yang masih menahan pinggang Sabrina.
“AH”
“Syukurin, siapa suruh mau mesum!!” Sabrina yang tidak kekurangan akal pun langsung saja menendang perut Bastian dengan lutut kaki nya dan langsung kabur begitu saja meninggalkan Bastian yang kesakitan.
“Oughh, pintar juga tuh perempuan untuk melepaskan diri!!” lirih Bastian sambil menahan perut nya.
*
*
Jam makan siang pun tiba, EDR sudah di penuhi oleh karyawan, staff, training dan jajaran managemen pun menjadi satu tempat untuk makan siang, di sana terbagi dua ruangan ada ruangan khusus smoking area dan ada juga ruangan yang non smoking yang lebih besar.
Dhisa sudah mengantri mengambil makan siang nya, dan seperti biasa, ia mengambil tempat paling ujung dan di siapkan dua kursi kosong untuk Sabrina dan juga Agus, kebetulan meja yang di tempati Dhisa menampung untuk empat orang. Agus datang duluan untuk makan siang bersama Bastian, sedangkan Sabrina masih ke locker untuk sholat dan mengambil handphone, karena untuk anak yang masih ojt handphone tidak boleh di bawa saat bekerja.
“Bas mau makan di mana?? yuk gabung sama aku, tuh dah di siapkan di ujung sana!!” ucap Agus saat usai mengantri mengambil makan.
“Boleh”
“Haii Gus, Brina mana??” sapa Dhisa saat Agus sudah sampai di meja.
“Sabrina tadi turun dari lift sama bang Doni seh, tapi ku liat dia ke locker kayak nya.” Jawab Agus.
“Dia siapa??” tanya Dhisa
__ADS_1
“Oh.. ini Bastian pindahan dari House keeping!!” jawab Agus
“OJT juga kah??”
“Emm... iya dia dari Jakarta bilang nya seh training juga?!” jawab Agus.
Bastian pun yang tipikal cuek tidak menanggapi omongan Dhisa, selagi dia tidak di tanya, Bastian tidak akan mengeluarkan suara nya, apalagi hanya untuk basa-basi saja. Tiba-tiba saja seseorang datang di meja mereka ingin bergabung makan siang bersama karena melihat ada Bastian di sana.
“Haii permisi, masih kosong kan satu? Gabung yaa??” ucap seseorang sambil melirik ke arah Bastian.
Dhisa yang mendengar dan menoleh, apalagi kursi yang kosong itu di samping nya langsung saja Dhisa tarik.
“Maaf Kak ini tempat sudah ada yang booking, untuk Sabrina!!” ucap Dhisa
“Sabrina kan belum datang, lagian udah gak ada tempat lagi coba liat full semua nya”
“Duduk aja Kak, nanti kalo Sabrina datang biar saya yang berdiri, ini juga mau selesai kok!!” ucap Agus yang tidak mau ribut apalagi melihat Dhisa dengan pandangan permusuhan.
“Oh terima kasih, permisi yaaa?!” ucap Nina yang tidak lain adalah senior yang suka menyiksa Sabrina.
“Kamu Bastian kan?? Kita satu departemen loh, aku senior di GS restoran.” Ucap Nina.
Bastian yang di ajak bicara pun sama sekali tidak menghiraukan ucapan Nina yang mencari perhatian nya, dengan gaya nya yang sok lemah lembut, dan dengan suara yang di buat sekalem mungkin.
"Bastian asli Jakarta yaa??"
"Ehemm.... ehemm!!" ucap Nina yang merasa di cuekin.
“Kacang-kacang!!” potong Dhisa
“Kamu sindir aku yaa??” tanya Nina sambil sinis
“Siapa yang nyindir, neh lalapan ada kacang nya mau gak??” jawab Dhisa
Agus pun yang melihat mereka berdua tidak rukun hanya bisa geleng-geleng kepala aja, Nina yang malu karena di cuekin oleh Bastian memutuskan pindah meja dan pergi dari meja Dhisa begitu saja.
“Dasar wanita aneh, sok kecakepan huh!!” ucap Dhisa
“Dhis udah, jangan bikin perkara!!” nasehat Agus yang seketika membuat Dhisa diam.
Bastian yang beranjak dari meja,untuk mengambil air minum, bertepatan dengan Sabrina yang datang dan langsung duduk begitu saja di samping Dhisa, sedangkan Agus tepat berada di depan Dhisa.
“Haii guys sory telat ?!” sapa Sabrina kepada sahabat nya.
“lu kenapa Brie kok bete banget keliatan nya??” tanya Dhisa
Sabrina pun yang sudah tidak sabar ingin cerita kepada sahabat nya langsung meletak kan sendok makan nya dan sedikit miring ke arah Dhisa untuk bercerita.
“Kamu tau gak Dhisa hari ini benar-benar hari tersial aku deh kayak nya, pertama kita bangun kesiangan, terus terlambat masuk kerja nya, berlanjut aku di siksa sama nenek lampir sampai tenggorokan ku kering dan kaki ku mau patah dan final nya ada laki-laki mesum yang ma-u?!” ucapan Sabrina berhenti saat melihat seseorang datang langsung duduk di depan nya.
“Mau apa Brie?? Siapa laki-laki mesum itu??” tanya Dhisa
"EHEM... EHEM...!!"
__ADS_1
...***
...