Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir

Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir
Gara gara seblak


__ADS_3

Pagi itu Adiba sedang bersiap untuk berangkat ke kampus menggunakan mobil kesayangannya. Rencananya dia akan menjemput sahabatnya Rina, tapi malah di susul sama Abigail.


"Dek tungguin." Teriak Abi memanggil Adiba.


"Apa sih kak." Jawab Diba kesal.


"Hehe jangan marah, aku numpang ya." Ucap Abi.


"Hah numpang kemana." Tanya Adiba bingung.


"Aku hari ini ngajar di kampus kamu." Jawab Abi yang membuat Adiba jadi membelalakkan matanya.


"Aduh ngapain sih kak pakek ngajar di kampus segalak." Ujar Adiba bete.


"Bukan urusan kamu, yok ah nanti keburu waktunya." Abi mengambil alih kemudi dan Adiba masuk di sebelahku.


"Aku telpon teman aku dulu." Ucap Adiba manyun.


Abi hanya menaikkan bahunya karena tidak ingin berkomentar jauh, yang terpenting hari ini dia jadi mengajar dan tidak terlambat datang di hari pertamanya.


Begitu sampai di parkiran kampus Abi langsung turun dan meninggalkan Adiba..


"Rina udah datang belom ya." Gumam Adiba sebelum menelpon Rina.


Ternyata Rina sudah sampai dan langsung menemui Adiba ke mobilnya.


"Pagi bestie." Ucapnya girang.


"Ya ampun Rin ngangetin aja sih kamu." Kesal Adiba.


"Hehe sorry bestie, kantin yuk cari bubur hangat." Ajak Rina.


Mereka pun menuju kantin untuk mengisi perut mereka terlebih dulu. Sepanjang perjalanan menuju kantin, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka sambil berbisik-bisik.


"Eh Rin, kamu ngerasa gak sih kalau mereka asik liatin kita." Tanya Adiba sambil berbisik pada pada Rina.


"Udah biarin aja sih urusan mereka juga, kalau kamu merada risih langsung aja tanyakan." Ucap Rina.


"Ih kamu Rin aku serius tau." Adiba menahan tangan Rina dan menunjuk ke beberapa maha siswi dan maha siswa yang melihat ke arah mereka.


"Iya sih emang kenapa ya mereka pada liatin kita." Tanya Rina yang juga merasa bingung melihat tatapan dari maha siswa juga maha siswi yang ada di sana.


Karena tidak ingin semakin penasaran, akhirnya Rina menghampiri mereka dan menanyakan semuanya. Setelah mendapatkan jawaban, mereka segera menuju Mading kampus dan melihat berita hari ini yang terpampang jelas foto sahabatnya yaitu Adiba yang sedang menampar Elsa. Terlihat sangat jelas, dan berita tersebut langsung menyebar seantero kampus saat itu juga.


"Wah parah ini Diba, berita kemarin jadi topik Mading hari ini." Jelas Rina.


"Aku harus gimana dong Rin." Tanya Adiba panik.

__ADS_1


"Biar jadi urusan aku." Bukan Tina yang menjawab melainkan Leo yang tiba-tiba hadir di antara mereka.


"Eh kak kapan datangnya." Tanya rina melongo.


"Baru aja, jangan panik ya kalian awas dulu Bentar." Ujar Leo yang menyuruh Adiba dan Rina untuk kepinggir terlebih dulu.


Ternyata Leo mengambil semua foto yang ada di Mading dan merobek semuanya. Adiba dan yang lainnya malah kaget dengan perlakuan spontan Leo. Adiba juga merasa sedikit lega, dia tidak ingin bila harus berurusan dengan orang lain.


Baru beberapa hari dia kampus ini ternyata cobaannya sudah begitu banyak. Dia hanya bisa beristighfar dalam hati agar kejadian kemarin tidak terulang lagi hati ini.


"Makasih kak." Ucap Adiba kepada Leo.


"Its okay. Mau ke kantin, barengan aja yuk." Jawab Leo dan mengajak mereka untuk ke kantin bersama.


Maha siswa yang lain juga sudah pada bubar meninggalkan kerumunan Mading. Adiba sedikit lega juga penasaran tentang siapa yang telah memajang foto tersebut di Mading.


"Mau pesan apa." Leo menanyakan kepada mereka berdua.


"Aku seblak aja sama minumnya lemon tea."


"Aku juga samain aja sama punya Diba ya kak."


Leo tersenyum dan memesan menu keduanya, Abigail yang juga sedang berada di kantin tak sengaja melihat keberadaan Adiba. Dia pun menghampiri meja Adiba dan duduk disana tanpa menghiraukan tatapan tak suka dari Rina.


"Dek aku gabung ya."


"Bapak ngapain main gabung aja sih." Rina kesal melihat keberadaan Abigail yang juga ikutan gabung bersama mereka.


"Terserah saya dong emang ini kantin kamu yang punya."


Selesai memesan Leo kembali ke mejanya, dia mengerutkan keningnya melihat keberadaan pria asing di samping Adiba.


"Kak ini kakak aku kebetulan dia juga dosen baru disini." Adiba menjelaskan kepada Leo.


"Oh hai kak salam kenal."


"Hai hoi hai hoi, assalamualaikum bukan hai. Dasar anak jaman sekarang." Walaupun mengomel namun Abi juga membalas uluran tangannya Leo.


"Hehe maaf kak." Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka makan tanpa obrolan Leo juga merasa canggung karena adanya Abi disana. Adiba juga terlihat sangat menikmati makanannya hanya Rina yang terlihat kesal dari tadi.


"Rin kenapa di tap tap begitu makanannya." Adiba heran melihat kelakuannya Rina.


"Engga tau aja tiba-tiba aku jadi gak selera makan Diba." Jelas Rina dengan wajah kesalnya.


Abi yang mendengar Rina tidak berselera makan, dia pun langsung merebut seblak miliknya Rina.

__ADS_1


"Eh eh itu punyaku." Ketus Rina.


"Katanya gak berselera yaudah aku habisin aja. Mubazir kalau di aduk doang tapi gak di makan." Ujar Abi memakan seblak milik Rina tanpa merasa bersalah.


"Dasar pak tua ihh pengen gua Jambak." Rina ******* ***** jemarinya karena kesal dengan perlakuan Abi.


"Kak Abi jangan gitu ih, rinanya belum makan kak." Adiba melayangkan protes.


"Kamu habisin aja makananmu jangan banyak omong. Habis ini ada yang mau kakak tanyakan."


"Mau aku pesan yang lain Rin." Leo menawarkan kepada Rina.


"Makasih kak, tapi gak perlu aku udah kenyang liat si tua itu makan."


"Khuk khuk khuk." Abi merebut minum milik Rina, dia tersedak karena Rina terus terusan memanggilnya dengan sebutan pak tua.


"Minumanku." Rina membulatkan matanya.


Leo dan Adiba hanya tersenyum geli melihat kelakuannya Abi.


"Kamu buta atau pura pura buta sih."


"Emang kenapa hah, bapak kali yang katarak. Mau ambil punya orang seenaknya aja." Ketus Rina dengan tangan yang di lipat di dada.


"Mata saya masih jernih makanya keliatan minum kamu ada didepan saya. Memang kamu yang rabun dekat."


"Mataku masih seger ya enak aja main kata seenaknya."


"Kalau seger pasti kamu bisa liat mana yang pak tua, mana yang oppa Korea." Jelas Abi dengan rasa percaya diri.


"Bwahahahaha." Adiba dan Leo ketawa bersamaan mereka sudah tidak tahan untuk menahan tawa karena kelakuan kedua manusia di depannya.


"Cuiih oppa dari Hongkong, Diba dia datang dari planet Mana sih."


"Udah udah jangan ribut Mulu, Rin balik ke kelas yuk."


"Yaudah Ayuk males juga lama lama di sini."


"Eh dek tunggu dulu kakak mau bicara."


"Nanti dirumah aja kak ya."


"Kalau gitu aku juga pamit dulu ya." Leo juga izin pamit untuk segera menyelesaikan masalah berita yang beredar pagi ini.


Abi hanya menatap kepergian mereka dengan mengangkat bahunya, saat hendak melanjutkan makannya kembali. Abi merasakan sakit di perutnya, jadi dia segera meninggalkan kantin dan berlari ke kamar mandi.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2