Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir

Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir
Kenyataan.


__ADS_3

Setelah sekian lama berpisah namun mereka harus kembali bertemu dengan cara yang menyakitkan. Rasanya begitu sakit namun yang namanya takdir kehidupan tidak ada seorang pun yang bisa mengubahnya. Begitupun dengan Leo, walaupun Adiba adalah hidupnya namun takdir begitu kejam membuat mereka menjauh.


Leo memutuskan untuk menemui ustad Ali, hanya beliau yang mampu meredamkan rasa sakitnya saat ini. Leo sangat hancur bahkan sangat hancur, setelah sekian lama tidak bertemu haruskah kenyataan seperti ini yang dia dapatkan. Rasanya masih seperti mimpi dia enggan untuk menerima kenyataan pahit ini, dadanya begitu sesak membayangkan orang yang dia cintai telah jatuh kepelukan laki-laki lain.


"Sabar nak ini adalah cobaan dari Allah, belajar lah untuk ikhlas. Istikharah lah nanti malam insha Allah hatimu akan tenang bermunajat lah pada sang pencipta." Matanya masih terasa saat bertemu dengan ustad Ali.


"Hiks hiks rasanya sangat sakit pak ustad. Saya selalu menjaga Adiba bahkan tidak pernah secuil pun saya menyentuhnya. Niat hati saya betul-betul ingin menjadikannya sebagai istri saya ustad."


"Niatmu memang baik nak, percaya lah Allah telah mengatur semuanya kamu harus tabah jangan ragukan rencana Allah."


Leo menatap ustad Ali tanpa berkedip dirinya telah lupa diri seakan merasa hidup sendiri, berkali-kali dia mencoba untuk istiqfar. Leo berusaha untuk tenang dan sabar, karena benar apa yang ustad Ali katakan, semuanya telah Allah rencanakan dengan sebaik mungkin.


"Sebaiknya mintalah izin pada tunangan nak Adiba, ajak mereka untuk bertemu. Tanyakan semuanya biar tidak ada kesalahan pahaman." Leo mengangguk dia akan berusaha untuk itu.


"Insha Allah ustad, terimakasih untuk nasihatnya saya benar-benar lega sekarang. Ustad bukan hanya sebagai guru tapi juga merupakan sebagai seorang ayah bagi saya." Ustad Ali tersenyum mendengar pengakuan tulus Leo.


Dia juga merasakan hal yang sama seperti Leo, dia juga sangat menyayanginya lebih dari sekedar murid. Leo berpamitan pada ustad Ali dia akan pulang dan menemui ibunya terlebih dulu.


Di jalan pulang banyak Santriah yang memuji ketampanan Leo, bukan hanya tampan sekarang Leo terlihat sangat gagah dan mapan.


Zurina yang dulu mengaguminya sekarang semakin takjub melihat perubahan Leo yang sudah begitu sempurna. Dia tidak bisa memalingkan wajahnya sedikitpun dari Leo, pesona Leo mampu memikat mereka semua.


"Assalamualaikum akhi." Leo tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Jawabnya sopan sambil membungkukkan badan.


"Akhi Leo makin Jamil aja, masih sendiri kah." Goda salah satu Santriah.


"Hehe kebetulan ana masih sendiri, anntuna kenapa masih di sini gak ikut pengajian."


"Em ini mau kesana akhi, kalau gitu kita permisi assalamualaikum." Zurina masih menatap Leo hatinya merasa lega mendengar jika Leo masih sendiri.


"Waalaikumsalam." Jawabnya tersenyum ramah.


Pandangan Leo beralih ke zurina yang masih berdiri di sana dan terus menatap ke arahnya, Leo berusaha untuk tetap tenang dan mencoba bersikap biasa saja. Karena Leo tau jika zurina mengaguminya dia tidak ingin membuat zurina sampai berharap padanya.


"Zurina anti kenapa. Hei ayok nanti keburu ustad nya datang." Zurina tersadar dan segera pergi mengikuti teman temannya.


Leo bernafas lega melihat mereka telah pergi, dia pun kembali melanjutkan niatnya untuk segera pulang.


Hingga saat ini Angga masih berusaha untuk membujuk Adiba yang sedang sedih, bahkan matanya terlihat seperti tidak bergairah. Sudah beberapa hari Adiba tidak nafsu makan dia masih mengingat pertemuannya dengan Leo saat itu.


Angga juga sakit hati namun dia hanyalah orang baru di kehidupan Adiba, walaupun mereka sudah bertunangan namun semua itu terjadi juga atas Rekaya Angga. Bahkan dia juga tau jika Adiba sangat keberatan dengan pertunangan mereka, namun Angga tidak mau bila Adiba menolaknya.


Dengan segala cara akhirnya Angga berhasil membuat keluarga Adiba dan percaya, dan mereka juga telah resmi bertunangan. Namun Angga tidak yakin untuk pernikahan nanti, dilihatnya dari sekarang aja Adiba bahkan enggan untuk menatapnya.


"Huuuf. Sebenarnya siapa laki-laki yang kemarin ke butik." Tanya Angga karena sudah tidak tahan.

__ADS_1


"Apa kamu mau tau." Tanya Adiba lembut namun dengan sorot mata yang tajam.


Angga baru melihat sisi lain dari tunangannya, ternyata di balik kelembutannya dia juga bisa bersikap sadis seperti ini.


"Dia adalah kekasih ku, kekasih yang selama ini aku tunggu untuk datang melamarku. Apa kamu puas melihatnya salah paham kemarin, dia pasti terluka dan kecewa hiks hiks aku tegaskan sama kamu Angga. Jangan pernah berharap lebih dari pertunangan ini, karena rasa cintaku pada Leo tidak akan pernah berubah."


Dengan susah payah Angga menelan salivanya, ternyata harapannya tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan. Angga tidak bisa berharap lebih dari Adiba apalagi sekarang kekasihnya telah kembali.


"Apa kamu mencintai laki-laki itu." pertanyaan bodoh dari Angga membuat Adiba tersenyum sinis.


"Kamu bisa melihat seperti apa keadaan ku saat ini kan, jadi kamu bisa menyimpulkan sendiri." Adiba bangun dari duduknya dan berlalu ke kamarnya.


Angga hanya bisa bernafas kasar mendapatkan perlakuan seperti ini dari Adiba, memaksakan cinta memanglah sulit dan menyakitkan. Adiba sangat sulit untuk di tembus sepertinya Angga harus menyerah dan membiarkan Adiba kembali pada kekasihnya.


"Arrggh kenapa bisa seperti ini sih, aku terlalu berharap sehingga membuat semuanya jadi kacau."


Angga mengambil kunci mobilnya dan pergi dari butik Adiba, semua karyawan yang melihat Angga jadi merasa iba. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mereka juga ingin melihat Adiba bahagia dengan kekasihnya.


"Kasian ya pak angga, tapi buk Adiba juga berhak memilih."


"İya, apalagi kekasihnya buk Adiba ganteng banget loh. Gak nyangka ternyata bos kita punya kekasih setampan itu hihi."


"İya, tapi sayang laki laki itu dingin."

__ADS_1


"Haruslah cuma sama bos kita aja dia mencair."


Para karyawan sibuk membicarakan Adiba mereka juga sedih melihatnya yang terus terpuruk semenjak kedatangan Leo.


__ADS_2