Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir

Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir
Ustad ali


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 00:00 namun leo masih betah berada di dalam sebuah mesjid, dia masih ingin berada di sana karena hatinya sangat gelisah dan dia juga malas untuk pulang. Hatinya begitu sejuk saat mendengarkan orang-orang yang membacakan alquran, namun dia tidak berani untuk bertanya ataupun mendekati mereka.


"Assalamu'alaikum." Leo di kejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki di belakangnya.


"Hah astaga." Laki-laki tersebut kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya leo.


"Harusnya astagfirullah bukannya astaga, kenapa gak masuk." Tanya laki laki tersebut.


"Emm sa_saya gak bisa pak."


Laki-laki tersebut pun mendekati leo dan duduk di sampingnya.


"Kalau tidak bisa mengaji kamu bisa belajar dan mendengarkan secara dekat, bukannya menjauh seperti ini." Jelas laki-laki tersebut.


"Saya non muslim pak." Ucap leo menunduk.


Namun laki-laki tersebut hanya tersenyum dan kemudian memperkenalkan dirinya.


"Saya ustad ali, nama kamu siapa anak muda."


"Saya leo pak."


"Jangan pak, panggil saya ustad ali aja." Leo pun mengangguk dan tersenyum canggung.


"Apa saya boleh bertanya." Leo kembali mengangguk.


"Angin apa yang membawamu kemari nak leo."


"Emm saya_ saya bingung harus menjawab apa ustad."


"Tarik nafas dan bicarakan pelan pelan."


"Huf saya ingin mengetahui tentang islam ustad." Ustad ali tersenyum mendengar jawaban dari leo.


"Ingin mengetahui atau ingin mendalami." Leo bingung harus menjawab apa, walaupun hati kecilnya sangat ingin memasuki islam. Namun dia juga ragu karena ini adalah sebuah pilihan yang besar yang harus di pilihnya.


"Saya tidak tau harus bagaimana ustad, ini adalah pilihan yang begitu besar."


"Pulang lah dulu, berdoa lah sebelum tidur semoga Allah memberi petunjuknya untukmu. Jika sudah ada kepastian temui saya di pesantren yang ada di ujung sana."


Leo mengangguk mantap dan segera berpamitan untuk pulang, sekarang dia sedikit mempunyai peluang untuk teka teki yang di miliki nya.

__ADS_1


"Semoga Allah memberikan petunjuknya untukmu wahai anak muda. Mudahkan lah segalanya wahai ya rabb semoga dia seorang pemuda yang beruntung." Gumam ustad ali saat melihat kepegian leo.


Ustad ali adalah seorang pemilik pesantren al iman yang menjadi tujuannya leo, namun dia tidak mengenali ustad tersebut karena baru kali ini dia melihatnya secara real.


Leo mengendari mobilnya sambil terus memikirkan niatnya yang sudah mantap akan melangkah lebih jauh lagi. Akankah keputusannya ini benar atau dia hanya terlalu terburu buru dalam mengambil keputusan.


* * *


Sebelum tidur leo kembali memikirkan perkataan ustad yang bernama ali yang baru saja dia temui di mesjid tadi.


"Apa aku tidak salah bila meninggalkan agamaku hanya untuk seorang gadis yang baru saja aku temui." Gumam leo dengan resah.


"Ya Tuhan aku harus apa walaupun aku tidak taat beribadah, setidaknya aku tidak melampaui batas dalam berbuat dosa." Sekarang leo malah setengah hati dalam mengambil langkah.


Dia bingung harus menanyakan ke siapa wajar bila ustad tersebut membela agamanya karena memang itu keyakinan yang dia punya. Namun sekarang haruskah leo meninggalkan keyakinannya hanya karena persoalan perasaan yang di miliki nya, rasanya tidak mungkin.


"Kenapa gue senekad ini hanya karena adiba, aduhh ge semakin bingung sekarang." Karena kelelahan dalam berfikir akhirnya leo ketiduran dan sampai lupa untuk berdoa.


Keesokan paginya dia terbangun dengan perasaan yang tidak menentu, pikirannya masih saja kacau dan juga bingung. Leo memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dulu, hari ini mata kuliahnya masuk agak siangan jadi dia sedikit punya waktu untuk berlama-lama di rumah.


"Pagi dad, mam." Sapa leo saat menarik kursi untuk ikut sarapan bersama keluarganya.


"Hei boy, kamu gak masuk pagi yo."


"Yo, temenin papa ke perusahaan pagi ini bisa." Leo terkesiap mendengar ajakan papanya.


"Emm iya pa." Dia tidak punya pilihan selain mengiyakan ajakan papa nya karena bila membantah akan panjang urusannya.


"Ma aku boleh nanyak enggak." Tanya leo di sela makannya.


"Kenapa yo."


"Ma kalau seorang Kristiani berpindah agama dosa gak ma."


Khuk khuk. .


Mamanya terbatuk mendengarkan pertanyaan leo dia pun segera meneguk air putihnya.


"Maksud kamu gimana yo."


"Iya kalau misalkan ada seseorang dari agama Kristiani berpindah ke agama lain gimana ma."

__ADS_1


Jonathan hanya menyimak obrolan putra dan juga istrinya.


"Kalau bisa ya jangan yo karena kita akan berdosa sama Tuhan, cuma tergantung sama pendirian masing-masing." Jelas mamanya yang juga bingung harus menjawab apa.


"Tumben pertanyaan kamu aneh pagi ini." Leo menoleh ke arah papanya.


"Aku cuma penasaran aja sih pa, kalau agama islam gimana menurut kalian."


Terlihat mama dan papanya yang terdiam karena pertanyaan leo, papanya jadi tidak berselera untuk menerus makannya lagi.


"Papa ke kantor dulu, kamu nyusul ya yo." Jonathan mencium kening istrinya sebelum beranjak dari sana.


Kepergian Jonathan membuat leo jadi bertanya-tanya dia pun melihat ke arah mamanya yang juga terlihat murung setelah kepergian papanya.


"Kenapa sih ma." Leo sangat penasaran dengan situasi ini, apa pertanyaannya barusan salah sehingga papanya pergi setelah mendengar pertanyaan darinya.


"Kamu lanjutkan saja makannya mama mau ke atas." Mamanya juga ikutan bangun dan meninggalkannya sendirian, leo semakin bingung dengan situasi saat ini.


"Pada kenapa sih." Leo kembali melanjutkan makannya yang tertunda.


Selesai sarapan leo bergegas mandi dan mengganti pakaiannya karena dia harus menyusul papanya ke kantor sesuai dengan perjanjiannya tadi pagi.


Sebelum turun dia menyempatkan dirinya untuk pamitan dengan mamanya, namun begitu sampai di depan pintu kamar mamanya dia seperti mendengar suara isak tangis dari dalam.


Karena panik leo segera membuka pintu kamar mamanya dengan tergesa-gesa, begitu sampai di dalam ternyata mamanya sedang memegang sebuah alquran dan juga tasbih serta pakaian Muslimah seorang perempuan.


Leo tercengang melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini, apakah dia salah lihat atau ini memang nyata.


"Mama." Panggil leo dengan ekspresi wajah yang sulit di baca.


Deg. . . Mamanya segera menyimpan semuanya karena begitu kaget dengan kedatangan leo yang secara tiba-tiba.


"Mama apa tadi itu kitabnya orang islam. Sebenarnya ada apa ma, setelah leo menanyakan tentang perpindahan agama papa sama mama jadi beda." Leo mengungkapkan kebingungan nya.


"Tadi papa telpon kamu disuruh segera ke kantor."


"Jangan ngalihin pembicaraan ma, aku udah besar ma tolong jangan buat aku semakin bingung, aku bingung dengan diriku sendiri." Leo menjambak rambutnya sendiri karena begitu sulit untuk berpikir.


Sebenarnya mama leo juga merasakan kesedihan yang sama, dia tidak bisa berbuat apa apa untuk putranya. Dia menyesalinya karena kehidupan mereka berada di genggaman kakeknya leo.


Melihat mamanya yang masih bungkam tanpa menjawab pertanyaannya leo akhirnya pergi dari sana tanpa sepatah katapun.

__ADS_1


"Maafkan mama leo, kami telah berdosa sangat lah berdosa hiks hiks. Maafkanlah kami ya Tuhan kami telah memberikan jalan yang salah pada putra kami."


#Bersambung


__ADS_2