
*Kepribadian Ummul Mukminin Zainab.
Zainab adalah orang yang rajin shaum, shalat, dan penyantun.
Diriwayatkan dari Abdullah bin syadad bahwasannya Rasulullah SAW. Bersabda kepada Umar Ibnul Khaththab, "Sesungguhnya Zainab Binti Jahat adalah seorang wanita awwahah."
Seseorang bertanya, "Ya Rasulullah, apa maksudnya?. "
Beliau menjawab, "Orang yang khusyu lagi berendah diri." Beliau kemudian membacakan ayat, "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar orang yang penyantun lagi khusyu dan suka kembali kepada Allah." (Q.S.Hud:75).
Barzah binti Rafi' Berkata, " Setelah jumlah tertentu di tentukan, Umar mengirimkan utusan kepada Zainab binti Jashy dengan membawa hak Zainab. Setelah utusan masuk, Zainab berkata, 'Semoga Allah mengampuni Umar. Saudaraku saudaraku yang lain lebih layak untuk menerima pembagian ini dari pada aku.
Utusan berkata, ' Semua ini adalah hakmu.'
Zainab berkata, 'Subhanallah.' Dia membeli baju dengan sebagian uang itu, lalu berkata, Tumpahkan lah dan keluarkan lah semuanya ke dalam saku baju ini. Masukkanlah tanganmu ke dalam saku ini dan genggamlah uang satu genggaman, kemudian berikanlah kepada Bani Fulan bin Fulan dan Bani Fulan (Yaitu termasuk kerabat Zainab dan kaum yatim). Akhirnya, uang itu tinggal sedikit.
Barzah binti Rafi' berkata kepadanya. 'Hai Ummul Mukminin, semoga Allah mengampunimu. Demi Allah, kami pun berhak menerima pemberian itu.'
Zainab berkata, ' Apa yang ada di dalam saku baju ini untuk kamu semuanya.'
Kami mendapati sisanya sebanyak 85 dirham. Dia kemudian mengangkat tangannya ke langit seraya berkata, 'Ya Allah, setelah tahun ini, aku takkan mendapat pembagian lagi dari Umar. 'Ternyata, dia merupakan istri Nabi SAW. Yang pertama menyusul beliau.'
Diriwayatkan dari Aisyah r.a., dia berkata, " Sesungguhnya Allah merahmati Zainab Binti Jashy. Sesungguhnya di dunia ini, dia telah meraih kemuliaan yang tiada terperi, yaitu Allah menikahkannya dengan Nabi SAW . Di dunia dan di ceritakan Nabi Melamar Zainab.
Imam Ahmad, Muslim, dan An-Nasa'i meriwayatkan dari Anas. Dia berkata bahwa setelah indah Zainab habis, Rasulullah SAW bersabda kepada Zaid, "Sampaikan lah kabar kepadanya tentang aku".
__ADS_1
Zaid bercerita, " Aku kemudian pergi dah berkata, 'Hai Zainab, bergembiralah. Rasulullah mengirimkan utusannya untuk menyampaikan kabar kepadamu.'.
Zainab berkata, 'Aku tidak akan melakukan apapun sebelum di suruh oleh tuhanku.' Zainab pergi menuju tempat shalatnya.
Ibnu sa'ad berkata bahwa Rasulullah SAW. Mengambil selimut, kemudian menutup tubuhnya. Sambil tersenyum, beliau berkata, "Siapa yang mau pergi menemui Zainab guna menyampaikan berita gembira bahwa Allah telah menikahkan aku dengannya dari langit? "
Seluruh maha siswa dan maha siswi yang mengikuti kajian di siang ini, tampak sangat khusyuk mendengarkan cerita singkat dari seorang ustazah yang biasa mengisi kajian di mushalla kampus.
Adiba senyum senyum sendiri mendengarkan betapa indahnya kisah cinta sang Rasulullah. Ternyata kisah cintanya bersama leo belum apa apa di bandingkan dengan zaman Rasulullah dulu.
Dari sini dia bisa mengambil kesimpulan yang baik dan bijak, dia tidak ingin putus asa dalam menjalankan hubungan ini. Mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk meminta restu dari kedua orang tuanya dan orang tua leo.
Saat ini mereka hanya akan menjalankan seperti biasanya saja, asalkan tetap pacaran sehat dan tidak aneh aneh. Leo juga sangat menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita muslim, adiba juga bahagia dengan perlakuan leo yang tidak pernah membuatnya merasa tidak nyaman.
"Ya ampun bestie senyum terus perasaan." Rina menampol pipinya adiba dengan gemas.
"Ih rin apa sih." Adiba kesal karena rina menganggunya.
"Ngehalu kamu." Adiba mengangguk polos.
"Ya ampun, gak baik ngehalu yang belum terjadi. Gimana sih kamu itu aja gak tau." Cibir rina yang membuat adiba cengegesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Duduk yang bagus calon kaka ipar bentar lagi dosennya masuk hehe." Rina mendelik mendengar perkataan adiba.
"Gak sudi aku."
__ADS_1
15 menit dalam ruangan kini mereka telah berada di parkiran kampus. Hari ini lumayan padat karena adanya kajian rutin di mushola kampus.
Terlihat abi yang berjalan menuju arah mereka sambil menampilkan senyuman manisnya. Rina ingin sekali menampol muka sok manis tersebut yang selalu membuatnya naik darah.
"Ih sok manis banget sih, bikin emosi aja." Adiba menggelengkan kepalanya melihat ekspresi rina.
"Kenapa sih rin, perasaan tiap liat kak abi kamu sensian terus."
"Tau ah." Rina membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.
Adiba hanya menaikkan bahunya, karena terlalu badmood. Rina sampai lupa jika abi yang akan menyetir, dia juga memilih duduk di jok depan.
Dengan cepat abi masuk ke jok kemudi dan menggunci semua pintu agar rina tidak bisa keluar.
"Loh kok dia sih, bukannya kamu diba."
"Tadi pagi kan di setirin kak abi rin kamu lupa." Rina memukul pelan kepalanya.
"Terserah deh, cepatan jalan jangan malah bengong." Dengan semangat abi menjalankan mobilnya dan meninggalkan perkarangan kampus.
Maaf untuk semuanyaa π
Author bukannya gak update, tapi baru sembuh sakitππ© ππππππ
#Bersambung
__ADS_1