Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir

Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir
Pesantren Ustad Ali


__ADS_3

Kehidupan di dalam pesantren memang sangat berbeda seperti di luaran sana, namun walaupun terkurung. Para ustad dan ustazah mempunyai caranya tersendiri untuk membuat para santri santriahnya agar betah berada di sana.


Setiap sebulan sekali pasti mereka akan mengikuti berbagai macam hal kegiatan ekstrakurikuler.


Malam ini sesuai undangan yang di Terima dari ustad ali. Adiba dan rina menghadiri sebuah acara yang ada di sana, dan mereka juga akan menginap di sana.


Malam ini rina juga di Pakaikan hijab oleh adiba, mereka tampil sangat cantik dan juga manis.


"Subhanallah cantik sekali bestieku." Puji adiba takjub melihat penampilan barunya rina.


"Hehe memang dari dulu kali." Rina sangat puas melihat dirinya di cermin.


Adiba terkekeh melihat rina yang sangat percaya diri sekali saat melihat penampilannya.


"Dasar kamu, kita pergi sekarang ya." Rina mengangguk dan mereka segera keluar.


Saat di perjalanan, adiba selalu menampilkan senyumnya dengan begitu bahagia. Dia juga sangat penasaran ingin menyaksikan seperti apa penampilan para santri dan juga santriah pada malam ini.


"Rin, kita bawa apa ya untuk buah tangannya."


"Emm apa ya." Rina terlihat berpikir.


"Gimana kalau cake aja biar sekalian aku berhenti di toko depan."


"Boleh deh, gak terlalu buruk." Adiba memberhentikan mobilnya di toko depan, karena kebetulan di sana ada sebuah toko kue yang lumayan ramai pengunjungnya.


Mereka asik memilih milih beberapa kue yang akan mereka jadikan buah tangan untuk ustad ali.

__ADS_1


"Yang ini aja diba." Rina mengambil sebuah cake yang terlihat enak dan simple.


"Oke itu aja." Selesai membayar mereka melanjutkan perjalanan menuju pesantren.


Tak terasa setelah 30 menit perjalanan, mereka telah sampai di pesantrennya ustad ali. Mereka sebenarnya sedikit malu dan juga gugup, karena mereka bukanlah siapa siapa di sini.


Untungnya istri dari ustad ali datang menjemput mereka ke parkiran. Adiba dan rina sedikit lega saat melihat ummi datang menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum ummi." Sapa adiba sambil menyalami ummi dengan sopan.


"Waalaikumsalam nak, mashaAllah cantik sekali antuma."


Adiba dan rina bergantian menyalimi ummi, mereka hanya tersenyum saat ummi memuji penampilan mereka.


"Syukran ummi." Ummi sangat senang melihat adiba dan juga rina. Mereka remaja yang sangat sopan dan juga terlihat remaja baik baik dan penyantun.


Mata semua santriah tertuju kepada ummi yang sedang menuntun adiba dan juga rina. Mereka seperti mengenali adiba dan juga rina, namun tidak berani untuk bertanya.


"Assalamu'alaikum ummi." Sapa mereka saat ummi melewati pos putri.


"Waalaikum salam ukhti." Jawabnya tersenyum.


Adiba dah rina juga melemparkan senyum ke arah mereka. Ummi tidak berlama-lama dah langsung membawa mereka menuju rumahnya, setelah menunjukkan kamar untuk adiba dan juga rina. Ummi meninggalkan mereka untuk beristirahat juga, karena malam nanti mereka harus hadir di aula.


*


*

__ADS_1


Leo dan santri lainnya masih sibuk merias tenda dan juga aula pesantren. Santriwati aliyah juga ikut membantu para santri putra, mereka bekerjasama untuk menyelesaikan panggungnya.


Namun beberapa dari mereka ada juga yang asik memperhatikan leo, walaupun mereka berada di satu tempat yang sama. Mereka tetap tidak di perbolehkan untuk berbicara dengan yang bukan mahramnya, kecuali dalam keadaan mendesak.


Santri putra mengerjakan hal yang berat, sedangkan yang ringan mereka serahkan kepada santri putri. Malam ini adalah malam yang paling di tunggu oleh para shaffu awwal (Anak kelas satu).


Dengan di adakan acara seperti ini, santri santri yang baru mulai mondok di sini. Mereka akan merasa betah dan tidak bosan, karena mereka bisa menyaksikannya berbagai macam hal yang tidak mereka temukan di luaran sana.


Pengisi acara di malam ini hanya akan di ikuti oleh santri aliyah saja. Untuk santri yang lain mereka hanya menjadi penonton untuk menyemangatinya mereka yang lagi tampil.


"Akhi leo ganteng banget ya, kayak bule hihi." Mereka asik cekikan sambil membicarakan leo.


"Astagfirullah Rahma anti ini, jangan asik liatin akhi leo kamu."


"Gak papa kali sekalian cuci mata, kan jarang kita bisa bisa liat walad(Laki-laki) begini."


"Terserah anti lah, ana cuma ingetin aja."


"Iya iya anti mah gak seru." Rahma kembali mengerjakan tugasnya dengan serius.


Tiba waktu ashar semua tugas dan dekorasi sudah selesai mereka kerjakan. Mereka semua tampak kelelahan dan mulai menikmati cemilan, khusus untuk mereka di wajibkan untuk shalat ke mesjid.


Karena pasti akan sangat melelahkan jika harus mengejar waktu, selesai menikmati cemilan dan juga minuman. Mereka semua balik ke asrama Masing-masing.


#Bersambung


__ADS_1


Jangan lupa mampir guys🥰🥰


__ADS_2