Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir

Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir
Lamaran.


__ADS_3

Tak terasa kini semua jahitannya telah usai dan siap di antar ke pemiliknya Adiba baru bisa bernafas lega dan sedikit bisa mengistirahatkan badannya. Hampir 2 Minggu lamanya dia mengerjakan semua itu dengan dibantu 4 karyawannya saja. Dan Minggu ini dia bisa lebih tenang untuk mengambil cuti, walaupun butik tersebut adalah miliknya. Adiba tidak pernah semena mena apalagi datang dengan sesuka hatinya, dia tidak ingin bila dirinya di cap sebagai bos yang tidak punya hati.


Membangun butik tersebut juga penuh dengan berbagai perjuangan, Adiba tidak ingin bila usahanya yang susah payah di bangunnya dulu harus kandas begitu saja. Meskipun banyak di luaran sana yang masih membutuhkan pekerjaan, tapi yang namanya kesetiaan tidak mudah untuk di dapatkan.


Dua Minggu berlalu. . .


Suasana di rumah kakeknya tampak begitu rame dan semua keluarga juga telah berkumpul. Mereka semua mengenakan pakaian sopan seperti akan ada sebuah acara lamaran, Adiba masih terlihat biasa saja karena tidak ada dari mereka yang memberi tahukan kepadanya tentang acara malam ini.


Adiba juga tidak perlu berdandan karena dia selalu tampail cantik da fashionable. Dia juga ikut bergabung dengan yang lainnya, terlihat kakek menghampiri nya dan duduk disampaikannya.


"Apa kamu siap nak." Adiba mengeryit heran mendengar pertanyaan kakek.


"Maksud kakek."


"Sebentar lagi keluarga nak Angga akan kemari untuk melamar kamu, masak kamu masih bertanya."


Deg. . .


Jantungnya seolah ikut berhenti saat itu juga, Adiba bingung dan tidak bisa mencerna dengan baik perkataan kakeknya.


"Aku rasa seperti ada yang di sembunyikan di sini, apa ada yang bisa menjelaskan."


Semuanya tampak heran dan bingung, mereka pikir jika Adiba sudah mengetahui semuanya. Apalagi belakangan ini mereka sering melihat kedekatan Adiba bersama angga, tapi kenapa Adiba sampai tidak tau jika hari ini Angga akan melamarnya.

__ADS_1


"Dek. Jangan pura-pura bodoh ini acara serius loh, masak kamu masih aja becanda." Abi menimpali.


"Aku serius kak, em aku tau kak Abi mau nikahan sama Rina ya. Kok dekorasinya kayak mau lamaran aja."


"Kamu serius gak tau." Adiba menggeleng.


Abi dan yang lainnya semakin bingung dengan gelengan Adiba, mereka semua tampak berpikir.


"Sudah sudah. Sayang hari ini nak Angga akan melamar kamu, jadi mama mohon jangan buat keributan oke."


"Jadi betul pak Angga akan melamar ku." Mereka semua mengangguk.


"Tapi aku gak cinta sama dia ma. Aku punya kekasih kami udah janji akan menikah, tolong jangan paksa aku." Ucapnya lemah.


"Jika kekasih kamu serius seharusnya dia yang datang melamarmu sayang. Selama ini kami juga melihat tidak ada laki laki lain yang mendekati kamu selain nak Angga."


Mereka masih menyimak penjelasan Adiba, semuanya seakan tidak percaya dengan apa yang Adiba jelaskan. Karena setau mereka jika Adiba di larang untuk berpacaran, tapi sekarang kebenaran mengungkapkan jika dia telah melanggar dan bahkan telah menjalin hubungan segitu lamanya.


"Jadi selama ini kamu melanggar larangan papa." Adiba menatap sendu papanya.


"Walaupun kami berpacaran, tapi tidak secuil pun dia menyentuh ataupun sekedar memegang tanganku pa. Dia sangat menjagaku dia sangat menghargai ku sebagai seorang wanita." Jelas Adiba dengan sedih mengingat kisah asmaranya bersama Leo.


"Sebentar lagi keluarga nak Angga akan datang, jadi tolong bersikap baik lah. Masalah mu akan kita bicarakan setelah acara ini selesai." Tegas papanya Adiba.

__ADS_1


Semua tampak diam dan merasa sedih melihat raut wajah Adiba, baru kali ini mereka melihat sebuah kesedihan di mata adiknya. Adiba hanya diam saja dan tidak berniat untuk mengeluarkan sepatah katapun.


Mama dan papanya juga merasa sedih, namun mereka juga tidak tau harus berbuat apa ada sedikit rasa kecewa terhadap Adiba namun semuanya juga sudah terjadi.


Keluarga Angga datang dan membawa banyak seserahan, mereka sekeluarga tampak sangat gembira. Sehingga membuat papa Adiba merasa tidak enak hati jika harus menolak lamaran ini, dia akan memikirkan semuanya setelah acara selesai.


Acara berlangsung dengan baik, keluarga Adiba juga menerima lamaran mereka dengan suka hati. Namun tidak dengan Adiba, dia sangat bersedih dan begitu gelisah memikirkan semua ini. Adiba mencintai Leo bukannya Angga kenapa lamaran ini harus terjadi tanpa persetujuan darinya.


Adiba ingin memprotes tapi papanya telah memberi isyarat agar dirinya diam dan tidak banyak bicara.


Setelah acara selesai dan seluruh kerabat dari Angga telah pulang, Adiba menghampiri keluarganya dengan berurai airmata.


"Apa kalian puas sekarang hik hiks. Kenapa tidak meminta persetujuan dari aku, hiks hiks ini soal masa depan ku. Kenapa kalian begitu egois yang hanya memikirkan perasaan orang lain tapi tidak dengan perasaan ku." Ucap adiba sesegukan, kini wajahnya di penuhi dengan air mata.


"Kamu harus bisa menerima Angga, dia laki laki yang baik diba. Kami juga sudah dewasa, masalah cinta pasti akan datang dengan sendirinya."


"Pa. Bukan hanya masalah cinta, banyak yang harus aku pikirkan, dia bahkan tidak mengatakan sesuatu apapun padaku. Lalu apakah pria seperti itu yang papa bilang baik, bagaimana nanti kedepannya pasti setiap permasalahan dia akan melakukan sendiri tanpa melibatkan aku."


Mereka semua terdiam memang benar apa yang Adiba katakan, Angga terlihat egois jika seperti ini.


"Dia hanya ingin mewujudkan keinginannya, dia bukan mencintai ku tapi hanya sekedar kagum. Aku punya kekasih yang sangat mencintai aku hiks hiks dia hanya sedang memantaskan diri pa, ma."


"Baiklah. Bilang pada kekasihmu itu suruh temui papa sebelum terlambat, jika dia tidak bisa maka kamu harus menikah dengan Angga."

__ADS_1


Adiba terdiam dan membisu nasip percintaannya begitu miris dan memilukan. Dia hanya bisa menangis dan berharap semoga Leo segera menemui orang tuanya. Adiba meninggalkan keluarganya di lantai bawah, dia tidak bisa berlama-lama di sana. Dirinya sangat sedih dan kecewa dengan keadaan ini, dia akan mencari tau tentang Leo besok.


"Semoga kita berjodoh. Ya Allah satukanlah kami di dalam ikatan sucimu jangan pisahkan kami. Hiks hiks aku benar-benar mencintai nya dengan rasa cinta yang telah engkau berikan padaku."


__ADS_2