Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir

Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir
Rindu Ingin Bertemu Mereka


__ADS_3

Tepat pada jam 11 malam mereka semua telah memasuki asrama masing-masing, untuk pentas yang belum tampil. Akan di langsungkan besok malam lagi, adiba dan tiba juga kembali kerumahnya ummi.


"Hoamm ngantuk banget aku." Rina melepaskan hijabnya dan merenggangkan ototnya.


"Jangan langsung tidur rin, cuci muka dulu sama wudhu." Dengan malas rina memasuki kamar mandi.


Zurina merasa tidak nyaman dengan adanya mereka di kamarnya, dia tidak terbiasa berbagi kamar dengan orang lain.


"Kamu kenapa dek." Tanya adiba lembut saat melihat zurina yang tampak risih.


"Emm enggak apa apa kak, aku cuma ngantuk kok." Zurina mengambil selimutnya dan langsung berpura-pura untuk tidur.


"Yaudah selamat malam ya." Adiba sebenarnya paham dengan gelagatnya zurina, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Besok mereka juga harus meminta izin untuk pulang karena tidak mungkin untuk terus menginap di sini.


Malam yang begitu melelahkan namun tidak membuat kedua mata leo langsung terpejam, sekarang sudah akhir bulan. Dah sampai sekarang juga dia belum sama sekali bertemu dengan kedua orang tuanya.


Rasa rindu kepada mereka begitu kuat, ingin sekali dia pulang dan memeluk mereka. Namun akan sangat banyak bertentangan dengan papanya, apalagi sekarang dia merupakan seorang muslim.


Tes. . . Air mata kerinduan perlahan menetes membayahakan kedua pipinya.


Kehidupannya yang sekarang begitu nyaman dah terasa aman, tidak seperti sebelumnya. Inilah tujuan hidupnya apakah papanya akan menerima jika dia berkunjung kerumah mereka.


Leo juga tidak sanggup melihat mamanya menangis, dia merupakan kekuatannya dalam hidup. Membangkang dari agama bukan berarti dia tidak sayang kepada mereka, dia hanya ingin meringankan dosa kedua orang tuanya.

__ADS_1


Setiap orang pasti berpendapat jika agama mereka sendiri lah yang bagus dan layak, namun tidak untuk leo. Dia sendiri tidak begitu yakin dengan agamanya sendiri sebelum dia memeluk islam.


Banyak sekali hal yang menunjukkan persamaan dengan islam, apapun yang dia pelajari juga sering dia dengar dari ceramah ceramah islam.


Begitu hatinya mantap memeluk agama islam, semua hal tersebut sudah terjawab jelas dalam kitab suci Allah yaitu Al-Quran.


Di dalam al-quran semua sudah tertulis bagaimana kisah dalam kehidupan dan kenyataan yang ada. Bagaimana kedua hati orang tuanya bisa sebeku itu dalam memahaminya. Apakah mereka masih mempercayai yang namanya tahayul, untuk apa mempercayai sesuatu yang belum pasti.


Dia sangat bersyukur ternyata Allah masih memberinya kesempatan untuk memeluk islam sebagai agamanya. Sangat banyak perbandingan yang dia temui, lalu haruskah dia mengingkari semuanya.


Akan sangat bodoh bila dia sampai berpaling dan meninggalkan yang sudah pasti, namun dia juga tidak bisa memaksakan seseorang untuk memenuhi keinginannya.


Karena setiap orang mempunyai pola pikir yang berbeda, tidak semua orang bisa membedakan sesuatu dengan benar dan tepat.


Karena setiap orang juga mempunyai tingkat ego mereka masing-masing, akan banyak pendapat yang akan mereka katakan. Jika semua itu bertentangan dengan jalan pikiran mereka, akan banyak bantahan dan tanya jawab.


Dia juga ingin bisa berkumpul dengan mereka seperti dulu lagi namun dengan iman dan keyakinan yang sama.


Sebentar lagi acara kelulusannya dia sangat ingin mereka hadir dan memberikan semangat untuk dirinya. Leo merasa dirinya seperti sebatang kara, perlahan buliran hangat mulai membasahi wajahnya.


Dari kejauhan ustad ali menyaksikan itu semua, beliau paham seperti apa perasaan leo saat ini. Karena merasa kasihan dia mendekati leo dan mengeles puncaknya.


"Sabar nak semua ini adalah sebuah ujian yang datang dari Allah." Leo menghapus sisa air matanya dan melihat ke arah ustad ali.


"Hiks hiks saya sangat merindukan mereka pak ustad. Sudah beberapa bulan saya tidak melihat ataupun menghubungi keduanya."

__ADS_1


"Ini adalah cobaan ingatlah memulai sesuatu yang baik, pasti akan banyak masalah dan cobaan yang harus di hadapi. Intinya jangan putus asa, besok berkunjunglah ketempat mereka."


"Apa mereka akan menerima saya pak ustad."


"Jangan pesimis nak karena kamu belum mencobanya. Yakinkan hatimu dan jangan lupa berdoa dalam tahajudmu malam ini, mintalah sama Allah sesungguhnya hanya Allah Maha yang bisa membolak-balikan hati seseorang."


"Insya Allah pak ustad semoga Allah mengabulkan doa saya. Terima kasih untuk nasihatnya pak ustad, sekarang hati saya sedikit lebih tenang." Ustad ali tersenyum dan menepuk halus pundaknya leo.


Keduanya duduk di kursi yang ada di tempat tersebut. Mereka sama-sama menyaksikan betapa indahnya langit saat di malam hari, bintang bintang bertaburan dengan di hiasi cahaya kerlap kerlip.


Sungguh indah ciptaan Allah SWT.


Dengan menyaksikannya saja sudah membuat pikiran menjadi tenang, apalagi melakukan shalat malam betapa damainya hati saat bisa mengadu nasip kepada illahi rabbi.


Hanya pada tengah malam seseorang bisa mengadukan nasipnya kepada Allah, selain sunyi kita juga akan khusyuk saat memanjatkan doa.


Percayalah sesungguhnya mengerjakan seluruh kewajiban yang telah Allah perintahkan, itu adalah sebuah kenikmatan yang hakiki dan jalan mudah menuju surga-Nya.


***Maaf jika ada kata yang menyinggung, ini reel bukan untuk membedakan. Ini hanya pemikiran seorang leo terhadap orang tuanya. Jangan ambil seriusπŸ˜ŠπŸ‘.


Setiap orang mempunyai pola pikir masing-masing dan mereka juga mempunyai keyakinan masing-masing, jadi ambillah positifnya saja.


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.


salam ramadhan πŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°***

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2