Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir

Terhalang Perbedaan Disatukan Oleh Takdir
Dilema


__ADS_3

Perjalanan udara yang di tempuh memakan waktu yang lumayan lama, pesawat landing dengan selamat di bandara internasional negara x. Walaupun telah memasuki negara lain namun hati dan pikiran seorang leo, masih tertinggal di Indonesia.


Dia sama sekali tidak mempunyai gairah hidup, hatinya begitu sakit bila mengingat kekasihnya yang tertinggal di sana. Apakah semalam adiba benar-benar menunggunya di sana, apakah dia merasa kecewa dengan tidak hadirnya dia di sana.


"Yo, leo." Leo di kagetkan dengan tepukan di bahu oleh mamanya.


"Ekhem iya mam."


"Ngelamunin apa hm, ayo angkat kopernya." Dengan lesu dia mengangkat koper miliknya dan memasukkan ke dalam bagasi.


"Ini ponsel baru sama sim cardnya." Leo hanya mengambil tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Mereka melanjutkan perjalanan untuk menuju rumah yang akan menjadi tempat tinggal barunya. Sepanjang perjalanan menuju rumah, leo hanya diam tanpa berkata-kata.


Rasa sedihnya masih begitu dalam, selain adiba dia juga tidak sempat meminta izin kepada ustad ali. Leo merasa sangat kehilangan sesosok penyemangat hidupnya di saat dia terpuruk.


Adiba dan ustad ali merupakan peran penting untuk dirinya, rasa bersalah semakin menyelimutinya.


Mamanya merasa kasihan melihat dirinya yang menjadi diam seperti ini, dia juga sedih melihat kesedihan putra semata wayangnya. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena watak suaminya begitu keras bila di lawan.


Dia hanya berharap semoga anaknya bisa melupakan semua kenangannya saat berada di Indonesia.


15 menit dalam perjalanan kini mereka telah sampai di rumah baru mereka selama berada di negara x ini. Leo membantu papanya membawa masuk barang barang, setelah mendapatkan kamar untuk dirinya dia segera masuk ke dalam dan langsung mengunci dari dalam.

__ADS_1


"Hiks hiks, aku lemah karena dia. Aku sayang kamu diba kenapa hubungan ini begitu sulit untuk kita jalani."


"Aku gak tau harus sampai kapan aku berada di negara ini, hiks hiks kenapa perbedaan ini harus ada." Leo ingin menghubungi adiba tapi ternyata isi ponselnya telah di batasi oleh papanya.


"Akhhh." Leo membanting ponselnya ke lantai karena kesal bercampur marah.


Papanya ternyata bisa berbuat sejauh ini demi memisahkan dirinya dan juga adiba, dia benar-benar sangat detail dalam urusan ini. Leo bingung harus bagaimana apalagi adiba sama sekali tidak mempunyai sosial media apapun.


Leo juga tidak tau nama sosial media milik sahabat adiba.


Dia semakin frustasi dan tidak bisa berpikir dengan baik, padahal tubuhnya sangat lelah ingin segera di istirahatkan namun matanya masih susah untuk terpejam.


Didalam kamar mama dan papanya.


"Pa, apa ini gak keterlaluan buat anak kita."


"Biar aja ma. Dia jadi pembangkang sekarang gara gara perempuan itu, udah lah jangan bahas itu lagi kamu istirahat aja." Benedict membalikkan badannya dan segera memejamkan matanya.


Sedangkan istrinya masih belum bisa tertidur karena tidak tega melihat keadaan putranya. Leo seperti tertekan dan tidak punya semangat hidup, dia takut apabila leo kenapa napa.


"Semoga aja dia mengerti." Dia pun juga memilih untuk istirahat.


*

__ADS_1


*


*


Resiko mencintai memang sangat sakit dan mampu membuat seseorang susah berpaling apalagi untuk bergembira. Dari kemarin adiba masih memikirkan leo yang tak kunjung menghubunginya, hatinya masih belum tenang jika dia belum mendapatkan kabar dari kekasihnya.


Bahkan nomor ponsel dia pun tidak bisa di hubungi lagi hingga sekarang, hari harinya benar-benar kacau. Dia tidak bisa fokus dalam segala hal apapun hati dan pikirannya tidak bisa sinkron.


"Huff aku harus bagaimana, kenapa aku jadi serba salah hiks hiks aku juga capek begini terus." Keluhnya sambil terus mondar-mandir di dalam kamarnya.


Karena sulit untuk tertidur akhirnya adiba berinisiatif untuk mengambil wudhu dan melakukan shalat malam. Hanya itu yang terbesit dalam pikirannya saat ini, mungkin dengan mengerjakan shalat malam pikirannya akan tenang.


Selesai mengerjakan shalat malam, dia kembali berdoa kepada Allah agar diberikan ketenangan hati dan pikiran.


'Ya Allah berilah hamba hati yang tenang dan jauhkan hamba dari rasa gelisah ini. Hanya engkau penguasa hati kami, ya Allah apabila dia memang yang terbaik untuk hamba maka dekatkanlah kami dengan caramu. Dan apabila dia bukan yang terbaik untuk hamba, maka hapuskanlah dia dalam ingatanku. Hanya Engkaulah maha yang mampu membolak-balikan hati seseorang.'


Adiba berdoa dengan sangat khusyuk dan di iringi dengan air matanya yang menemani di setiap doanya. Dia terlalu lemah dalam urusan cinta dan mencintai, dia masih labil untuk semua itu.


Ternyata secepat ini hubungan mereka di uji, dan rasanya sangat sakit.


"Aku harus bisa, masih banyak yang harus aku pikirkan. Cepat atau lambat dia pasti akan menghubungiku, huff bismillah semoga doaku di ijabah amin."


Adiba mencoba untuk memejamkan matanya tidak mungkin dia terus bergadang karena masalah ini. Semuanya dia serahkan kepada yang di atas, dia yakin jika saat ini leo juga sedang memikirkan dirinya.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2