Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Eliminasi


__ADS_3

"Mel, ada apa denganmu? kenapa kau senyam-senyum sendiri? ayo turun! kita sudah sampai di rumah Kak Dita." Tegur Doni membuyarkan lamunan Amel.


Gadis cantik berkacamata itu tersentak kaget. "Hah, kenapa?"


"Kamu kenapa? lagi ngelamunin apa sampai bengong senyam-senyum sendiri? apa kamu lagi ngelamunin kejadian tadi?" tanya Doni memicingkan mata.


"Hah, jadi tadi gue ngelamun saat Om Doni memeluk dan mencium gue?" batin Amel melotot sempurna menepuk jidatnya. Dia bingung kenapa sampai berpikiran mesum seperti itu kepada Om nya.


"Tuh kan, malah bengong lagi. Ayo turun!" ujar Doni membuka seat belt nya dan sudah turun dari mobil.


"I-iya, Om." Balasnya cengengesan menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Dia malu sendiri jadinya, dan ternyata tadi hanyalah lamunannya saja.


******


Keduanya sudah masuk ke dalam rumah, Doni menginap di rumah Kakak nya begitupun dengan Amel. Tapi tenang, masih ada IRT yang juga menginap di rumah tersebut jadi keduanya tidak hanya berdua melainkan bertiga.


"Mel, besok kamu dan Leo suruh para peserta memasak dan nanti hasil masakannya akan saya cicipi." Titah Doni saat keduanya berjalan masuk.


"Lalu apa lagi?"


"Suruh mereka belanja untuk memilihkan style pakaian saya dan uangnya nanti saya siapkan."


"Ok, akan ku laksanakan perintah rajaku ini."


Doni tersenyum simpul menggelengkan kepalanya. "Semoga berhasil!"


"Semoga saja ada yang nyantol."


******


Esok hari pun telah tiba.


Amel dan Leo sudah berdiri di hadapan para peserta keduanya memperhatikan setiap wajah yang ada di sana.


Mata Amel melotot tak percaya ada Helena di sana. "Diakan yang semalam? ngapain dia ikutan acara ini?" batinnya.


"Ok, semuanya, hari ini tuan kami meminta kalian memasakan makanan yang kalian bisa. Siapa yang makanannya enak maka dia akan lolos ke tahap selanjutnya," tutur Leo.


"Di sana kami sudah menyediakan bahan masakan yang harus kalian olah sesuai yang kalian bisa. Kami juga memberikan waktu 40 menit untuk kalian masak sesuai perintah dari bos kami," timpal Amel.


"Silahkan untuk menempati tempatnya masing-masing!" Leo melihat jam tangan dan pengatur waktu kemudian melihat para peserta yang sudah menempati posisi mereka masing.


"Kalian siap!" pekik Amel dan Leo bersamaan.

__ADS_1


"Siap..." balas mereka tak kalah kencang.


"Waktunya di mulai dari.....sekarang!" klik.... Leo menekan tombol waktu menandakan waktu di mulai.


Para peserta sudah mengambil bahan masakan yang tersedia di sebelah kiri. Doni sengaja mengosongkan salah satu Cafe untuk keberlangsungan acara masak tersebut.


Kelihatannya sebagian dari mereka ada yang kebingungan mengenai bahan-bahan nya, dan ada juga yang terlihat lihai dalam mengolah.


Amel serta Leo berkeliling memperhatikan setiap peserta. "Kira-kira siapa di antara mereka masakannya yang paling enak?" tanya Leo kepada Amel.


"Aku tidak tahu pasti, tapi dari cara memasaknya wanita yang memakai baju hijau itu terlihat sangat lihai dalam mengelola bahan masakan," jawab Amel matanya menatap ke arah Helena.


"Hmmmm aku juga berpikiran sama sepertimu." Ujar Leo manggut-manggut.


"Eh, kita kayak macam ajang pencarian bakat memasak ya? dan kita yang jadi jurinya," kata Amel terkekeh.


"Kau benar, aku jadi chef Arnold, kau jadi chef Renata, dan si Bos yang jadi chef Juna."


"Kan kita cuman berdua, dan yang jadi chef Juna nya absen dulu."


"Siapa bilang, noh, si bos muka dingin lagi memperhatikan cewek yang tadi kau maksud." tunjuk Leo pada Doni yang sedang berdiri di hadapan Helena memperhatikan cara masaknya


"Iisssh, ngapain bujang lapuk itu di situ? kelihatan banget tertariknya," cebik Amel kesal.


Amel tak menjawab, hatinya tidak suka melihat Doni akrab dengan wanita itu.


*******


Para peserta sudah tegang, mereka sedang menantikan hasil dari pemilihan Doni. Donipun mulai mencicipi satu persatu masakan mereka.


"Uuooooo.... Asin sekali." Doni sampai meludahkan makanan yang ada di mulut ke tissue.


Dia kembali mencicipi yang lain. "Makanan apaan ini? pait sekali."


Amel dan Leo memperhatikan sang Bos dan mereka sudah mendapatkan berapa orang yang gugur dalam kegiatan ini.


"Sesuai kesepakatan, Saya akan men eliminasi peserta yang tidak bisa memasak. Mohon maaf, orang yang saya sebutkan harus gagal di sini." Donipun menyebutkan satu persatu namanya dan ada sekitar 5 orang ter eliminasi sehingga menyisakan 15 orang lagi.


Mereka yang di sebut menunduk lesu sebab gagal menjadi calon pacar Doni Alexander.


"Untuk kegiatan selanjutnya, tolong kalian belikan saya pakaian yang menurut kalian cocok. Nanti akan saya pilih diantara kalian yang menurut saya cocok."


"Pasti saya akan menang lagi," bisik Helena ke peserta lainnya.

__ADS_1


"Kau jangan senang dulu, pasti saya akan menang dan kau akan kalah," balasnya tak kalah sengit.


"Kalian boleh membubarkan diri untuk berbelanja dan saya kasih uang masing-masing 300 ribu untuk membeli pakaiannya. Terserah kalian mau beli dimana asalkan cukup," ujar Doni.


"Leo bagikan uangnya!" titahnya sambil pergi masuk ke ruangannya.


Leopun membagikan uang tersebut.


"Mau beli baju di mana dengan uang segini?"


"Di tanah abang atau pasar lainnya juga bisa," jawab lainnya.


"Kalian jangan curang dan kalau ada yang curang kalian akan di eliminasi, paham?"


"Paham, Tuan."


******


"Aku heran sama kamu, sebenarnya mau cari calon istri atau cuman sekedar iseng saja sampai harus pake acara tes segala?" tanya Amel duduk di hadapan meja kerja Doni.


"Calon istri sesuai yang kamu inginkan, kamu juga boleh ikutan seperti mereka."


"Aku, ikutan ngantri kayak mereka? iihhh ogah, Om bukan tipeku dan sampai kapanpun aku tak akan mungkin suka sama Om," mulutnya menolak tapi hati kecilnya bilang suka namun gengsinya terlalu gede.


"Kita lihat saja nanti, dan kamu jangan menangis kalau aku beneran memilih satu di antara mereka," balas Doni menatap sebentar wajah Amel kemudian menatap kembali laptop nya.


"Tidak akan, aku yakin itu." Jawabnya tapi dalam hati berkata, "Semoga tidak ada yang nyantol."


******


Para peserta pun kembali berkumpul. Mereka sudah membawakan pakaian dan Doni mulai memilih milik siapa saja style yang ia sukai.


Setelah memilih memilah yang cocok, Doni pun menentukan pilihannya. "Aku sudah memilih pakaian yang menurut ku cocok. Maka dari itu orang aku sebutkan mohon maaf harus berhenti sampai di sini."


Doni kembali menyebutkan lima orang peserta yang gagal masuk ke tahap berikutnya.


"Yes, aku berhasil lagi," pekik Helena berhasil.


"Aku juga berhasil masuk, kita masih bisa bersaing, Nona. Jadi jangan senang dulu karena masih ada tes berikutnya," sahut Mona peserta yang sering debat dengan Helena.


"Kalian boleh pulang, dan persiapkan lagi stamina untuk besok. Akan ada kejutan-kejutan yang menanti kalian untuk bisa masuk ke langkah selanjutnya," ucap Leo.


Dan mereka pun membubarkan diri menunggu hari esok tiba.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2