Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Barbeque


__ADS_3

"Selamat, Mel. Aku bahagia kalau kalian akan memiliki anak," ucap Fira memeluk Amel.


"Selamat ya sayang, Mama harap kamu menjaga kandunganmu dan kalian sehat selalu sampai persalinan nanti," ucap Dinda terharu.


"Selamat, Mel. Mami mendoakan yang terbaik buat kalian," ucap Dita.


Seluruh keluarga berkumpul di kediaman Mahardika suaminya Dita. Amel dan Doni sudah memberitahukan perihal kehamilan Amel dan mereka begitu antusias menyambut anggota baru di keluarganya.


"Abang pikir senjata Doni tidak tokcer, eh tahunya lebih cepat mempan di bandingkan dengan senjata Abang," timpal Reyhan merasa kalah. Dulu Syafira hamil saat usia pernikahannya memasuki bulan ketiga.


"Gue juga berpikir seperti itu, Rey. Ternyata patilan Doni sungguh ampuh," sahut Leo tiba-tiba.


"Itu tandanya kualiatas milik Saya yang terbaik," balas Doni bangga.


"Sudah, sudah. Daripada kalian membahas ini mending kita bikin acara kecil-kecilan macam barbeque gitu? bagaimana?" kata Dika memberikan usul.


"Ide bagus tuh, jarang-jarang kita kumpul begini. Dan mumpung sekarang lagi kumpul, kita adakan barbeque nya malam ini saja," timpal Arman semangat.


"Aku setuju. Bagaimana dengan kalian?" tanya mami Dita.


"Kita sih setuju-setuju saja, Mi. Tapi tidak ada Bang Alex rasanya kurang lengkap." Syafira merasa hampa ketika saat berkumpul seperti ini salah satu anggota terdekatnya tidak ikut.


"Ya, mau gimana lagi. Dia kan harus bertugas di kota M." Jawab Doni ikut sedih juga.


"Tak apalah, lain kali kita bisa berkumpul bareng Alex. Oh, iya, Mel. Ajak Sari juga ya!" sergah Fira.


"Kenapa harus ngajak cewek galak?" celetuk Leo.


"Biar Bang Leo ada pasangannya," jawab Fira.


"Lah, tuh Om Alberto tidak ada pasangan?"


"Saya sudah tua dan saya tidak membutuhkan pasangan. Yang saya inginkan hidup damai, tenang bersama keluarga," jawab Alberto.


Leo terdiam tak berkutik. Meski ia sedikit kurang suka tapi ia menghargai permintaan adiknya Syafira. (Adik angkat)


************


Malam pun telah tiba, mereka semua sudah berada di halaman depan rumah sedang menyiapkan peralatan barbeque mulai dari alat panggang sampai hidangan yang siap untuk di jadikan bahan makanannya.

__ADS_1


Sebagian orang ada yang memanggang, sebagian lagi ada yang menusuk kanzler beef cocktail sausages bervarian rasa sapi dan ayam. Dan, ada sebagian lagi yang sedang menyiapkan daging sapi di iris tipis lengkap dengan bumbu barbeque ala chef Syafira.


Di sediakan dua panggangan. Satu untuk membakar daging sapi yang akan di kerjakan oleh Doni dan Amel. Dan, panggangan satunya untuk membakar sosis yang akan di kerjakan oleh Leo dan Sari.


Reyhan, Arman, Dika, dan Alberto kebagian menusuk kanzler beef cocktail sausages. Sedangkan Dinda dan Dita mengiris tipis daging sapinya dan Fira sendiri menyiapkan bumbunya. Kalau Felix, dia kebagian mengasuh baby Anin.


"Kalau udah ada sebagian yang siapa di panggang langsung panggang saja ya." Pekik Fira sambil membuatkan bumbu.


"Siap, Ra." Jawab mereka yang akan memanggang.


Sari mengoleskan minyak ke pemanggangan supaya tidak lengket. Kemudian Leo menyimpan satu persatu sosis yang sudah di tusuk ke atas pemanggangan lalu mereka olesi dengan bumbu yang telah Fira buat.


Begitupun dengan Doni dan Amel yang juga sama mengerjakan seperti yang di lakukan Leo dan Sari.


"Kalau di lihat-lihat kita seperti pasangan yang sedang kencan ya, Sari," celetuk Leo sambil membalikan sosis nya. Sari menunduk bersemu merah.


"Ya, begitulah. Tapi kita bukan pasangan Bang Le," jawab Sari menyembunyikan perasaannya yang mulai berdebar bila di dekat Leo.


"Siapa yang bilang kita pasangan? orang aku cuman bilang seperti dan itu bukan berati kita pasangan oke. Emangnya siapa yang mau jadi pasangan cewek galak sepertimu? ogah," balas Leo mendongak menatap Sari.


Sari tersenyum menyembunyikan perasaannya yang tak karuan. Dia yang mungkin terlalu berharap bisa menjadi bagian terpenting dari Leo. Tapi, dia juga sadar kalau Leo tidak mungkin memiliki perasaan padanya.


"Lalu aku harus bilang apa? emang kenyataannya kita bukan pasangan dan mana mungkin juga Bang Leo suka sama wanita galak, miskin, dan jelek sepertiku. Aku sadar diri kok," jawab Sari mengangkat sosis yang sudah matang.


"Aku mau kok." Kata Leo menatap serius. Sari mendongak menatap serius mata Leo.


"Tapi bo'ong, hahaha..." Lanjut Leo malah terkekeh merasa lucu dengan raut wajah Sari yang terlihat serius.


Sari memejamkan matanya menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. Dia kembali lagi tertipu oleh ucapan Leo.


"Sadar, Sari. Kamu tidak boleh terlalu serius dan berharap. Dia itu suka jahil, dia tidak mungkin serius sama kamu," batinnya menguatkan sambil menunduk sedih mengolesi bumbu ke sosis.


"Bang Le, kau jangan seperti itu. Nanti kalau Sari baper beneran bagaimana? sedangkan Bang Le suka bercanda dan itu akan menyakitkan untuk kita para wanita," sahut Amel yang mendengar pembicaraan mereka.


"Kau kan tahu, Mel. Kalau aku tidak terlalu serius dalam bicara. Sarinya saja yang mungkin mudah baper, jadi jangan di masukan hati ya, Sari."


"Sayangnya aku sudah baper Bang," jawab batin Sari tersenyum.


Apa yang mereka lakukan di perhatikan oleh Syafira dan Felix.

__ADS_1


"Om Leo, Tante Sari udah baper. Jangan bikin dia sakit hati, dong." Celetuk Felix bisa membaca pikiran dan isi hati seseorang.


"Ah masa sih? kamu beneran suka dan baper sama ucapanku?" tanya Leo memastikan.


"Tidak," jawab Sari menunduk.


"Tidak sedikit," sahut Felix dan Fira bersamaan. Leo memperhatikan raut wajah Sari yang terlihat murung.


Dan setelah beberapa saat, makanan usah matang semuanya. Lalu, mereka menyantap hidangan tersebut penuh khidmat di sertai canda tawa.


"Le, kau anter Sari pulang ya!" ucap Dita.


"Tidak usah Tante, aku bisa sendiri kok."


"Tuh, dia saja menolak. Jadi tidak usah ya Mi," kata Leo.


"Pokoknya kamu harus anterin Sari pulang, titik!"


Dan pada akhirnya Leo pun bersedia mengantarkan meski dia merasa lelah. Di dalam perjalanan pun tak ada satupun perkataan yang ke luar dari mulut mereka.


**********


"Makasih sudah mengantarkan ku. Maaf merepotkanmu, Bang."


"Sama-sama, kamu hati-hati di rumah!" balas Leo. Dan Sari mengangguk kemudian ia turun dari mobil berdiri di depan rumah memperhatikan mobil Leo pergi meninggalkan perkarangan rumahnya.


Sari membalikan badan melangkah membuka pintu rumah.


"Sari," panggil seseorang dan Sari menoleh.


"Kamu, ngapain kamu kesini?" tanya Sari ketus.


"Siapa pria tadi?" dia adalah mantan pacar Sari. Matanya memerah, penampilannya acak-acakan.


"Bukan urusanmu!" Sari melangkah masuk tapi malah di dorong masuk kedalam rumah oleh pria itu dan dia menutup pintu rumahnya kemudian menguncinya.


Sari terbelalak terkejut. "Ka kamu mau nga ngapain, Deni? pergi dari sini!" pekik Sari takut dan ia berusaha membuka pintu rumahnya.


Deni menyeringai menatap buas Sari.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2