Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Ngeronda


__ADS_3

Di dalam kamar, dua pasangan pengantin baru sedang saling bertautan menyecap bibir mereka secara rakus penuh gairah.


Tangan kekar milik Doni meraba setiap jengkal tubuh sang istri yang berada di atas. Dress yang di kenakan Istrinya ia singkap ke atas kemudian di lepaskan.


Tubuh istrinya ia gulingkan kebawah sehingga kini posisinya ia yang berada di atas mengecupi hampir seluruh tubuh Amel.


"Ah, Mas..." lirih Amel parau di kala Doni memainkan salah satu bukit kembarnya dengan lidah.


Bibir Doni semakin turun kebawah memberikan tanda cinta di setiap jengkal tubuh istrinya. Birahinya semakin naik, pedang pusakanya semakin mengeras, dan ia segera melepaskan celananya.


Tok... tok... tok...


"Uncle Om, buka pintunya!" pekik Felix dari luar.


"Mas, itu Felix. Temui dulu dia, ahh," ujar Amel seraya menikmati ji*lattan suaminya di bawah bagian inti.


Doni mendongak mensejajarkan inti mereka. "Biarkan saja, Mas belum selesai, sayang. Nanti setelah selesai baru Mas buka," ucapnya menggesekkan asetnya.


Tapi.. bug.. bug... bug...


Bukan lagi ketukan melainkan gedoran keras. Rupanya Felix tidak menyerah sebelum di buka.


"Uncle Om, buka! Kakek menyuruh uncle Om menemuinya sekarang juga. Buka!!!" pekik Felix.


"Mas, buka dulu! Felix tidak akan berhenti sebelum kita menyauti ucapannya."


Doni yang siap menancapkan pusakanya tergannggu dengan gedoran pintu. Dia mengacak-acak rambutnya.


"Tapi, sayang," Doni menghiba.


"Buruan buka, Mas. Sebelum semakin kenceng menggedo pintunya. Atau aku tidak akan melayanimu!"


"Sialaaan, bocah itu datang di saat waktu tidak tepat," umpatnya kesal beringsut berdiri mengambil handuk dan melilitkannya.


Ceklek....


"Ada apa?" tanyanya ketus.


Felix memperhatikan penampilan Doni yang terlihat kacau, kusut, cemberut, dan rambut acak-acakan.


"Uncle Om habis ngapain, kok berantakan banget? dari tadi aku ketuk-ketuk lama kali bukanya," tanya Felix memicingkan mata.


"Bocah sepertimu tidak perlu tahu apa yang sedang orang dewasa lakukan. Cepat katakan ada apa kamu mengganggu kegiatan Uncle Om?"


"Itu, kata Kakek, Uncle kesana sekarang jug tanpa ada penolakan atau Uncle Om akan di pecat jadi menantu. Gitu katanya," jawab Felix menatap polos Doni.

__ADS_1


Doni menghelakan nafas secara kasar. "Iya, sebentar lagi kesana," ucapnya seraya menutup pintu.


Doni melihat Amel yang sudah lebih dulu memejamkan mata dan ia semakin prustasi saja. "Sialaaan."


Sedangkan di ruang keluarga.


"Bagaimana, apa Doni akan kemari?" tanya Syafira pada Felix.


"Sebentar lagi nyusul katanya," jawab Felix duduk di samping Bundanya.


"Makasih, sayang," kata Fira memeluk Felix tersenyum menyeringai.


Mereka yang ada di sana menggelengkan kepala melihat keisengan Syafira. Dan, tak lama kemudian Doni datang dengan wajah kusut menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Pengantin baru kok kusut gitu wajahnya? ada apakah gerangan?" ucap Reyhan seolah meledek Doni.


Doni mendelik tajam pada mereka. "Gagal bercocok tanam," jawabnya singkat.


Mereka mengulum senyum menahan untuk tidak tertawa.


"Begini, Papa memanggilmu sebab kita para lelaki akan melakukan ronda malam ini," ujar Arman.


"Apa?!" pekik Doni dan Reyhan bersamaan.


"Masa di perumahan ngeronda? kan ada satpam yang jaga di sana. Macam seperti di kampung saja pake ngeronda segala," ucap Doni kesal di karenakan malam ini pasti gagal bercocok tanam bareng istrinya.


"Kata Doni benar, Pah. Aturan dari mana perumahan harus ngeronda," timpal Reyhan ikut kesal seraya tangannya bersedekap di dada.


Batinnya menggurutu tidak bisa menyentuh istrinya.


"Papa juga tidak tahu, itu peraturan baru daerah sini katanya," jawab Arman memasang wajah bingung dan lesu seolah dia juga terkejut dengan peraturan baru ya.


"Mending buruan kalian siap-siap, lihat tuh, jam sudah menunjukan pukul 9:30 malam jadi kalian harus segera ke pos satpam. Kamu juga harus tidur, sayang," sahut Syafira menyuruh Felix tidur.


"Iya, Bunda." Felix berdiri meninggalkan mereka.


"Yuhuuuuu, aku datang." Pekik Leo sudah datang menggunakan sarung yang ia sematkan di pundak dan senter.


Di ikuti oleh Alex seraya membawa papan karambol dan juga sarung.


"Kalian ikutan juga?" tanya Doni terkejut.


"Iyalah, ikutan. Kalau kita tidak ngikut, yang ada gue di jadiin prekedel sama tuh ponakanmu," sindir Leo untuk Fira.


Fira mah tersenyum saja, toh dia yang memiliki ide ini. "Enak saja mau malam pertama setelah nikah, udah di bobol duluan ya auto gagalin lah, kan udah," batinnya senyum-senyum.

__ADS_1


"Semuanya sudah ngumpul, sekarang kita ke pos satpam untuk ngeronda di sana, ayo!" ajak Arman berdiri.


"Tapi, Pah..." ucap Doni dan Rey memelas.


"Buruan atau kalian Papa pecat jadi anak dan tidak usah ketemu lagi dengan istri kalian!" jawab Arman melotot tegas.


Doni dan Rey memberenggut kesal.


**********


Tuk....


Satu koin karambol Leo sentil sampai mengenai koin lainnya.


"Mukanya jangan kusut seperti itu, bos Don. Seperti yang tidak di kasih jatah saja," celetuk Leo.


"Tahu nih, biasanya juga paling semangat, paling bawel, paling tegas, las sekarang, malah loyo kayak yang tidak dapat suntikan vitamin," timpal Alex setara menyentil koin karambol.


"Gue begini emang belum dapat suntikan vitamin. Baru mau masuk ehh, bocah semprul itu mengganggu aktivitas ku," Doni mencebik kesal.


"Hei, bocah semprul itu anakku. Enak sekali Om menyalahkan Felix. Salahkan saja diri sendiri kenapa sudah membobol duluan jadi Syafira tidak akan membiarkan malam pertama kalian sukses, uuuppps..." Reyhan keceplosan, ia menutup mulutnya pakai tangan.


"Apa?! jadi ini semua ulah ponakan durhaka itu? apa jangan-jangan kalian ikutan ngerjain gue?" tunjuk Doni pada Alex dan Leo.


"Hei, kita mah tidak tahu apapun mengenai itu. Kita cuman di suruh Fira datang ngeronda sambil bawa karambol kalau tidak nurut uang jajan kita di potong," sahut Leo.


"Iya, kita mah nurut saja apa kata bos besar," timpal Alex.


"Ini sebagai hukuman karena kamu sudah lebih dulu melewati malam pertama kalian. Jadi, sekarang kita ngeronda sampai pagi," timpal Arman ngeledek.


"Papa juga aneh, kan di perjanjiannya aku tidak ikutan. Kenapa sekarang malah di ajak, jadi gak bisa peluk istriku," saut Reyhan cemberut.


"Hei, bukan loe doang, paman juga sama tidak bisa meluk bini padahal baru saja nikah dan apa kalian tahu, di ganggu pas lagi mau nganu rasanya pusing kepala atas bawah," ucap Doni mengacak rambut prustasi.


Sedangkan Leo dan Alex sudah tertawa terbahak-bahak menertawakan kadua pria itu.


"Kasian yang tidak bisa bobo bareng ayang, mamam tuuuhhhh," ledek Alex.


"Aduuuhh pusing euy di gantung pas lagi tegang-tegangnya. Auto loyo lagi hahahhaha" Leo tergelak puas menentawakan Doni.


Pletak.... pletak...


"Siaalan loe berdua," umpatnya kesal menjitak kepala Leo dan Alex bersamaan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2