Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Tekad Amel


__ADS_3

Dering telpon mengalihkan keseriusan Doni yang sedang mengemudi. Dia pun mengangkatnya dan memasangkan headset bluetooth ke telinganya.


"Halo, Ra."


"Halo, Paman. Hari ini juga Paman harus ke Bandung ada sesuatu terjadi di sana."


"Baiklah, Paman akan segera ke sana tapi Paman akan pulang dulu kerumah."


"Iya, Paman. Semoga masalahnya cepat selesai. Kalau gitu aku tutup dulu mau mengurus Baby Anin sebentar.


"Iya, silahkan, Ra."


Sayang, Fira tidak menjelaskan masalahnya apa, dan Donipun tidak menanyakannya. Nanti juga dia akan tahu masalah yang sedang di hadapi kalau sudah tiba di Bandung.


******


Sesuai yang di perintahkan Ponakannya, Doni beserta Leo langsung meluncur hari itu juga ke Bandung untuk melihat masalah apa yang sedang terjadi di sana.


Tibalah mereka di AS JEWELRY WISATA salah satu tempat wisata edukasi pembuatan berlian yang awalnya dari batu mulia menjadi perhiasan cantik.


AS JEWELRY WISATA mengajak pengunjung untuk dapat melihat langsung proses pembuatan batu mulia menjadi berlian yang memiliki nilai yang tinggi.


Saat memasuki ruang pembuatan berlian, akan ada sejumlah pekerja yang menggunakan seragam putih tengah mengukir berlian.


Para pengunjung bisa melihat tatacara pembuatannya di balik kaca dan mereka juga bisa membeli berbagai perhiasan berlian di tempat itu.


"Le, tolong kau panggil pak Cahyo keruangan ku sekarang juga!" perintah Doni masuk ke dalam ruangannya.


"Baik, bos Don." Balas Leo, Doni yang sedang memegang gagang pintu menoleh.


"Panggilannya Le, bikin gue geli. Bos Don, panggilan apaan? Ganti! panggil gue Doni saja!"


"Iya, nanti gue pikir-pikir dulu, kalau nemu yang cocok. Sana masuk! bukannya kau suruh saya panggilkan pak Cahyo?" usir Leo mendorong pelan bahu Doni.


"Wah kurang ajar kali kau ini? saya atasanmu Le, beraninya kau menyuruhku?"


"Santai, Bos Don. Woles, canda," jawab Leo cengengesan sambil mundur dan pergi begitu saja.


*******


Jakarta


Seorang gadis berkacamata berjalan menunduk lesu sebab Om-om ngeselinnya tidak ada. Amel mencari ke tempat Doni bekerja dan kata resepsionis nya tidak ada.


"Kenapa sih aku ingin sekali ungkapin perasaan ku? padahal aku tidak tahu Om Doni akan menerima nya atau tidak?" batin Amel melangkah keluar Cafe.

__ADS_1


"Mau di terima atau tidak, aku harus ungkapkan perasaan ku. Aku tidak mau Om Doni menikah dengan yang lain. Masa Bodo dengan omongan orang cewek nembak cowok yang penting aku ingin Om Doni tahu kalau aku menyukainya."


Amelpun memutuskan untuk bertanya kepada Syafira dimana Doni berada dan dimana tempat tinggalnya.


*******


Bandung


"Coba jelaskan apa yang terjadi di sini!" kata Doni saat pak Cahyo manager AS JEWELRY tiba di hadapannya.


"Begini, pak. Kemarin ada salah seorang wanita dan satu pria datang mengambil berlian. Dia bilang kalau dia adalah keluarga Anda dan dia juga menunjukan kebersamaan kalian lewat foto yang ada di ponselnya."


"Wanita dan pria? siapa mereka? karena setahuku tidak ada keluarga satupun yang mengambil begitu saja perhiasan sebab mereka selalu beli meski ini perusahan keluarga."


"Kalau mereka bukan saudara Anda lalu siapa mereka? kami semua percaya saja bahwa dia adalah keluarga Anda dan wanitanya bilang kalau Anda dan dia akan menikah."


"Menikah? saya belum mengumumkan kalau saya akan menikah, dan juga kenapa pak Cahyo percaya begitu saja sama mereka. Apa yang mereka ambil?" Doni heran dengan kinerja mereka, kenapa mereka begitu percaya orang lain.


"Dia meminta dua set perhiasan. Kalau kami tidak memberikannya, mereka akan bilang kepada Anda bahwa kami telah menolak keinginan calon istri Anda, Bos." Jelas Cahyo merasa bersalah.


Doni menghelakan nafas. "Lain kali, kau tidak boleh percaya begitu saja kepada mereka, Pak. Kalau saya punya calon istri pasti akan saya umumkan. Leo, tunjukan rekaman cctv saya ingin lihat siapa mereka!"


Leo pun beranjak keruangan pengawasan kamera. Dia menyalin videonya ke handphone milik dia kemudian kembali lagi ke ruangan Doni.


"Ini Bos Don, rekamannya." Doni menyodorkan ponsel milik dia kepada Doni.


"Apa maksud mereka mengaku-ngaku bahwa dia calon istri saya?"


"Sepertinya Helena cukup berbahaya, Bos. Dia juga sepertinya mengincar harta Anda," ucap Leo menyimpulkan.


"Entah apa tujuannya, hanya Syafira yang bisa membaca pergerakan mereka. Tapi saat ini Syafira sendiri tidak memberitahukan tujuan mereka. Dia malah menyuruh saya untuk memecahkan kasus ini dan mencari tahu sendiri tujuan orang itu."


Doni sudah curiga kepada Helena, wanita itu begitu gencar mendekatinya sampai dimanapun selalu ada.


*******


Jakarta


"Bang, kakak ipar mana?" pekik Amel nyelonong masuk kerumah Reyhan dan duduk di ruang keluarga.


Reyhan yang sedang berdiri menidurkan baby Aninpun melotot untuk tidak berisik.


"Upppsss, maaf Bang. Apa baby Anin terganggu?" tanya Amel pelan.


"Sepertinya tidak," jawab Rey pelan. "Ada apa kamu mencari Syafira?"

__ADS_1


"Aku ada perlu sama dia, Bang."


"Perlu apa? pasti mau pinjem duit kan? emangnya duit kamu abis?"


"Bukan, bukan masalah duit, ini jauh lebih penting dari masalah duit. Dimana kakak ipar?"


"Dia lagi masak di dapur."


"Oh, aku kesana dulu, ya." kata Amel beranjak dari duduknya dan masuk ke area dapur.


Saat sudah ada di dapur. "Ra," panggil Amel berdiri di dekat wastafel memperhatikan kakak iparnya memasak.


"Iya, ada apa, Mel?"


"Hmmm Om Doni kapan pulang?" tanya Amel pelan.


Syafira yang sedang mengulek bumbu berhenti, ia mendongak. "Ada apa nanyain Paman Doni?" tanya Syafira menatap mata Amel.


Amel tak perlu menjawab sebab ia tahu kalau istri dari abangnya ini tahu isi hati dan pikirannya.


"Kamu tahukan isi hati dan pikiranku? bantu aku ya untuk bisa mengungkapkan perasaanku kepadanya. Aku tidak tenang kalau harus memendam terus." Pinta Amel memelas.


"Kamu ke Bandung saja menyusulnya. Nanti aku akan menyuruh salah satu dari anak buahku untuk melindungi mu. Di sana kamu bisa mengungkapkan semua isi hatimu."


"Tapi, bang Rey?"


"Aku yang akan bicara. Kamu ajak Sari juga supaya Mas Rey tidak curiga."


Amel tersenyum, dia mencubit gemas pipi Syafira. "Kamu yang terbaik, aku tidak akan menyiakan kesempatan ini."


******


Sesuai yang di katakan Syafira, Amel akan ke Bandung menyusul Doni untuk mengejar cintanya. Biarlah dia yang duluan bertindak sebelum Doni jatuh kepada wanita lain.


Amel dan Sari berangkat ditemani salah satu orang suruhan Syafira yang bernama Joko. Mereka pun telah tiba di salah satu hotel dekat perusahan Syafira.


Amel dan Sari mencari tempat makan sebab mereka sudah lapar.


"Mel, sebenarnya kita mau ngapain sih ke sini?" tanya Sari sambil mengunyah.


"Mengejar cinta Om Doni. Gue tidak mau penasaran terus sebelum gue berhasil mengungkapkan isi hati gue."


Dan kebetulan Doni serta Leo juga berada di Restoran yang sama. Leo tidak sengaja melihat Amel saat pandangan matanya mengedarkan penglihatan.


"Bos, itukan Amel." Tunjuk Leo kepada salah satu wanita yang duduk di dekat pojokan.

__ADS_1


Doni melihat ke belakang, matanya terbelalak. "Ngapain bocah kecil itu ada di mari? emangnya abangnya tidak khawatir apa?" tanya Doni.


Bersambung....


__ADS_2