
"Uncle Om, Felix kangen." pekik Felix berlari menubruk kaki Doni yang baru masuk.
"Uncle juga kangen kamu," Doni memeluk tubuh Felix dan mengecup kepalanya.
Meski umur Felix sudah tujuh tahun dan tubuhnya sudah tinggi, ia begitu manja terhadap orang-orang yang ia sayangi apalagi Uncle om nya selalu ada.
Felix dan Doni bergandengan menuju ruang tamu. "Yang betah di kota M sampai lupa pulang dan malah memberikan setumpuk pekerjaan kepada Pamannya," sindir Doni kepada Syafira sambil mendudukkan bokongnya.
"Hehehe, abisnya betah. Itu kan tempat bersejarah dalam hidupku paman." Jawab Syafira cengengesan.
"Felix, Aunty pulang..." Pekik Amel sedikit berlari masuk ke dalam dan dia langsung memeluk keponakan bahkan mengecup pipi Felix.
"Aunty, aku udah besar, jangan di cium!" protes Felix mengusap pipinya.
"Abisnya Aunty gemas," balas Amel dan matanya beralih menatap bayi mungil berumur 5 bulan.
"Anin," pekikannya mengambil Anin dari gendongan Reyhan.
"Mel, pelan-pelan!" ujar Reyhan melihat Amel gedebag gedebug mengambil Anin.
"Aku kangen dia, Bang." Amel mengecup pipi gembul baby Anin sampai Anin tertawa khas anak kecil.
"Maaf mengganggu," ujar Leo. "Bos mereka sudah menunggu," kata Leo kepada Doni.
Doni mengerti, dia pun berdiri dari duduknya. "Aku harus pergi dulu. Mel, ayo ikut!"
Amel memberikan baby Anin ke Syafira. "Nanti main lagi, ya. Aunty harus menjalankan misi dulu."
"Kalian mau kemana?" tanya Reyhan heran.
"Mereka lagi mencari calon untuk Doni, Rey. Amel membuat perlombaan ajang mencari cinta untuk Doni," jelas Dita.
"Waaw, berarti bujang lapuk tak akan jomblo lagi?"
Plak... geplakan di paha membuat Rey mengaduh.
__ADS_1
"Aduh sayang, kenapa paha aku di geplak?" tanya Rey mengusap-usap pahanya.
"Ucapan kamu, Mas. Tidak usah meledek Paman Doni segala. Dia bukan bujang lapuk melainkan jomblo akut."
Semua orang malah tertawa mendengar ucapan Syafira.
"Dasar ponakan durhaka. Ayo Mel, tidak usah dengerin mereka!" ajak Doni menggandeng tangan Amel beranjak dari sana.
Amel memperhatikan tangan kekar yang menggandengnya dan beralih menatap punggung Doni. "Om, kau membuat jantungku berdetak lebih kencang," batin Amel.
*****
Doni, Amel, dan Leo sudah sampai di tempat di adakannya acara seleksi peserta. Mereka bertiga berdiri di hadapan para peserta dengan Amel berada di tegah kedua pria gagah tersebut.
"Untuk perlombaan hari ini ialah, kalian harus mengetik naskah yang ada di meja selama kurang lebih 20 menit. Siapa yang paling cepat menyelesaikannya maka dia akan masuk ke langkah berikutnya dan siapa yang akan menjadi calon saya akan semakin dekat," ucap Doni.
"Dan peserta akan di bagi dua bagian berhubung hanya ada 5 meja dengan masing-masing satu komputer di atasnya," lanjut Leo.
Donipun menunjuk siapa yang duluan yang akan mengetik naskah. "Saya sudah membagi menjadi dua kelompok dan untuk kelompok Helena yang akan maju duluan!"
"Angkat dulu tangan kalian!" titah Amel. Dia melihat pengatur waktu. "Dimulai dari.....sekarang!" klik Amel mengklik waktu dan batas waktu pun mulai berjalan.
Doni dan Leo masuk dulu keruangan Doni sedangkan Amel memperhatikan mereka. "Buat yang sudah selesai kalian langsung angkat kaki, eh maksudnya angkat tangan!"
"Siap..." ucap mereka kompak. Dan tak lama kemudian Helena angkat tangan, di susul satu orang lagi.
"Saya sudah selesai."
"Saya juga sudah."
Amel mengeceknya dan ternyata mereka mampu menyelesaikan dalam kurun waktu 10 menit. "Waktu habis....!" ucap Amel sebab batas waktunya berbunyi.
ketiga para peserta menunduk lesu tak dapat menyelesaikan tantangan yang di berikan Doni. Dan lima yang lainnya pun mulai duduk dan bersiap. Amel kembali mengatur waktunya dan sisa kelimanya mulai mengetik naskah.
******
__ADS_1
"Bos, apa ini akan berhasil membantu menemukan seseorang yang terlibat dalam hilangnya tuan Albern dan Alberto?" tanya Leo melihat kegiatan para peserta lewat cctv yang terhubung ke laptopnya.
"Saya juga tidak tahu, Le. Tapi perasaan saya dan Syafira yakin kalau di antara mereka ada salah satunya. Kau tahukan Syafira bisa membaca seseorang meski hanya dalam video?" ucap Doni menatap serius benda perseginya.
"Saya juga tahu kemampuan Syafira. Tapi, bagaimana kalau dia ikutan ajang ini hanya untuk menjeratmu supaya bisa menikah denganmu dan mengambil alih perusahaan Syafira. Kau tahu kan mereka tahunya dirimu yang menjadi pemilik AS JEWELRY dan SC AND R?"
"Kemungkinan besar banyak yang mengincar hartamu bukan karena tulus menyukaimu, Bos." lanjut Leo ikut melihat para peserta.
"Kita lihat saja nanti. Sepertinya mereka sudah selesai, kita ke sana sekarang juga!" ujar Doni beranjak keluar dari ruangannya.
Dan Leopun mengikuti Doni.
*******
"Sesuai hasil akhir, maka hanya ada empat orang yang lolos ke babak selanjutnya. Ia adalah, Helena, Mona, Susan, dan Astri. Untuk yang lainnya, mohon maaf Anda harus gagal di babak ini," tutur Doni.
"Yes, gue menang lagi kan. Gue yakin kalau Doni akan menjadi milik gue," bisik Helena kepada rivalnya Mona.
"Jangan senang dulu, gue pasti akan menang di babak berikutnya dan loe akan kalah, Helena," jawab Mona berbisik.
******
Helena melangkah masuk ke rumahnya dengan hati riang.
"Helena, bagaimana hasilnya?" tanya David Omnya Helena.
"Berhasil dong Om, aku berhasil masuk ke babak selanjutnya dan peluang untuk menikah dengan Doni semakin dekat." Ucap Helena duduk di dekat Om nya.
"Tapi kau harus ingat bahwa tugasmu untuk membuat Doni jatuh cinta kepadamu kemudian kamu ambil alih perusahaannya dan setelah itu kau tinggalkan dia!" kata David mengingatkan.
"ku tahu Om. Dan aku tidak akan pernah lupa akan tujuanku mengikuti ajang pencarian jodoh ini," balas Helena tersenyum menyeringai.
"Om harap kamu mampu menjerat cinta bujang lapuk itu supaya kita lebih di segani lagi oleh orang-orang," jawab David.
Bersambung....
__ADS_1