
"Begini saja, saya punya penawaran untuk kalian asalkan kalian mau mengikuti perintah kami," kata Doni mulai bernegosiasi.
"Halah, jangan banyak cingcong. Buruan mana uangnya atau kalian pulang dalam keadaan babak belur?" ancam beberapa preman yang sudah mengkerumuni mobil Doni.
Mereka bertiga keluar dari mobil dan berdiri berjejer rapi di samping Doni dengan melipatkan tangan di dada secara serempak.
Ketiganya sungguh terlihat keren dan berwibawa dan itu semua membuat para preman semakin ingin meminta uang kepada ketiganya.
"Kalian dengarkan dulu baik-baik penawaran apa yang akan kami berikan jangan asal potong dulu!" ujar Leo.
"Kami ingin kalian berhenti dari kegiatan kalian yang merugikan orang lain dan bertaubatlah sebelum ajal menjemput. Nanti kami akan memberikan kalian pekerjaan asalkan kalian mau bertaubat," jelas Alex.
"Hahahaha kalian mengajak kita bertaubat? gak salah tuh? kita tidak akan bertaubat, paham!" sentak preman.
Doni mengambil segepok uang yang ada di dalam dan menunjukan uangnya ke preman itu. "Kalau kalian mau, maka kami akan memberikan uang ini masing-masing satu juta dan kalian boleh membawa teman, saudara, atau para preman lainnya ke sini."
Beberapa preman yang menghadang Doni saling lirik meminta persetujuan lewat sorot mata.
"Kau jangan bohong tuan?"
"Kami tidak bohong. Mau tidak? kalau mau kalian harus mengikuti perintah kami!" tutur Leo.
"Kalau kita berhenti dari pekerjaan ini apa kalian akan menjamin hidup kita yang notabenenya seorang anak jalanan yang tak punya rumah, tak punya pekerjaan?" tanya kepala preman yang mulai tertarik.
"Kami akan menjaminnya, bahkan kami akan memberikan kalian tempat tinggal yang layak asalkan kalian mau bertaubat dan tidak melakukan kekerasan lagi, tidak judi, tidak mabuk, tidak memalak, tidak mencopet, dan tidak memperkosa wanita," jawab Doni.
"Kita tidak percaya kalian. Pasti kalian bohong, serahkan uang itu!" kata kepala preman menodongkan senjata tajam.
"Woles, woles, jangan main kasar! Kita akan tunjukan kalian lahan dimana kalian akan tinggal nanti," kata Doni memberikan kode kepada Alex.
Alex mengerti dan ia menekan sesuatu yang tersemat di telinganya. "Datang kemari!"
"Kalian boleh ikut kami kalau kalian tidak percaya!"
Tak berselang lama datanglah mobil. "Kalian naik mobil itu kami akan menunjukan tempatnya. Saya bersumpah tidak akan membawa kalian atau menjahati kalian," lanjut Doni masuk ke dalam mobil.
"Apa kau tahu BLACK EAGLE?" tanya Leo kepada para preman.
Mereka mengangguk dan siapa yang tidak kenal geng BLACK EAGLE yang terkenal baik dan suka menolong.
"Itulah kami," ujar Alex masuk ke dalam mobil.
Para preman itu terbelalak kaget, mereka tak percaya bisa bertemu salah satu anggota BLACK EAGLE pembela kebenaran dan keadilan. Dan nyali mereka mendadak ciut karena tahu kekuatan yang di miliki geng itu sungguh luar biasa apalagi bos nya yang terkenal baik namun mengerikan.
__ADS_1
Alhasil preman itu mengikuti Doni dan mereka penasaran dengan tawarannya apakah benar atau tidak.
**********
Kota J
"Adudududu, keponakan Aunty cantik sekali. Hmmmm harum lagi, gemes." Amel mengunyel-ngunyel pipi gembul baby Anin.
Seharian ini ia tak pergi ke toko. Dia mengajak baby Anin ciluk ba dan bayi berusia 5 bulan itu menggeliat tersenyum senang.
"Aaaa dia tersenyum, kamu senang ya di ajak main sama Aunty? kamu mau gak jadi teman curhat Aunty?" Amel celingukan takut ada orangtua baby Anin.
Balita itu tersenyum memperlihatkan giginya yang belum tumbuh. "Haooo.. haooo.."
"Mau, kamu mau dengerin Aunty curhat? baiklah, aunty akan menceritakan masalah Aunty sama kamu."
"Kau tahu, Aunty kesel sama Uncle Om kamu yang bujang lapuk itu. Dia pergi tanpa pamit kan ngeselin, dan yang bikin aneh kenapa Aunty merasa kesepian tanpa Uncle Om kamu."
"Aunty sedih sayang, Aunty harus bagaimana? Aunty bingung kenapa hati Aunty merasa sepi tanpanya."
"Haooo.... haooo.... "
"Gak, enggak, Aunty tidak suka sama dia apalagi merindukannya." Amel berceloteh sendiri mencurahkan perasaannya kepada balita yang tidak tahu apapun dan belum mengerti.
Amel menoleh ke belakang terbelalak melihat Abangnya ada di sana. "Bang Rey, se-sejak kapan Abang di situ?" Amel gelagapan malu.
"Sejak dari tadi." Reyhan yang baru selesai ritual paginya ikut duduk di samping Amel.
"A-abang mendengar semuanya?"
"Iya, semuanya." Reyhan mengambil baby Anin dan mendudukkannya di pangkuan dia.
"Kalau menurut Abang, mending kamu jujur sama Doni kalau kamu memang menyukainya sebelum Doni benar-benar menyerah akan perasaannya."
Amel menunduk mematung. "Tapi aku tidak menyukainya, bang." Amel menyangkal perasaannya.
"Jujurlah pada hatimu sendiri sebelum kamu menyesal. Abang tidak keberatan kalau kamu sama Doni karena Abang tahu seperti apa dia."
"Entahlah, aku tidak tahu. Tapi aku tidak menyukainya, Bang. Dia bukan tipeku, aku tidak mau sama bujang lapuk sepertinya. Ngeselin," kekehnya.
"Terserah kamu sajalah, Abang hanya tidak ingin kamu menyesal. Dia sedang di kota M lho, kamu tahu, di sana banyak wanita-wanita cantik dan kemungkinan banyak wanita yang akan tertarik atau berusaha mendekatinya. Kamu jangan menyesal kalau Doni di ambil orang," ucap Rey menakut-nakuti Amel.
"Aku tidak peduli!" jawabnya lesu. Bibir dan hati tak sama, bibir berkata A tapi hati berkata B dan ia mendadak risau.
__ADS_1
**********
Kota M
Perjalanan yang di lakukan Doni cs akhirnya berakhir di sebuah perkampungan sepi tanpa berpenghuni namun masih terlihat rapi dan asri.
Mereka memarkirkan mobilnya di dekat pos masuk yang ada di awal jalan menuju perkampungan itu. Begitupun dengan mobil yang membawa para preman jalanan berhenti di dekat mereka.
"Kau bawa kita kemana? jangan macam-macam! Kita ini preman yang kejam."
"Sesuai yang ku katakan tadi. Kami akan membawa kalian ke tempat dimana nanti kalian akan tinggal. Tapi dengan syarat harus pada bertaubat dan jangan berbuat kekacauan lagi," kata Doni.
"Ini perkampungan yang sudah tak terpakai dan perkampungan ini akan menjadi tempat tinggal kalian. Ladang-ladang kosong itu kalian gunakan untuk menanam macam-macam aneka sayuran atau apapun itu, nanti hasilnya akan kami beli untuk di jual di pasar atau di pakai berbagai hidangan cafe dan Restoran kami," jelas Doni.
Preman itu melongo tak percaya. "Kau serius?"
"Kita seriusan pak..."
"Togar, saya Togar kepala preman."
"Iya, kita seriusan. Kalian ajak semua orang yang tidak punya tempat tinggal di sini. Tapi, syaratnya harus taubat. Kita jamin hidup kalian tidak akan terlunta-lunta lagi dan kebutuhan kalian pasti terpenuhi serta uang yang kalian dapatkan halal," ajak Doni.
"Mana buktinya kalau ini semua menjadi milik kami?"
Doni mengambil sesuatu yang ada di mobil dan menunjukan surat tanahnya. "Ini akan menjadi milik kalian."
Pak Togar selaku kepala preman terharu mendapatkan tempat tinggal yang layak karena mereka anak jalanan yang tinggal di mana saja.
"Baiklah, saya akan bertaubat dan mengajak yang lainnya ikut bertaubat."
"Kalau kalian ingkar janji, kalian tahukan akibatnya?" ancam Doni.
"Tahu, tuan. Kami tahu hukuman apa yang di terima yaitu di kucilkan di pulai terkecil."
"Bagus. Kalau gitu ajaklah mereka bertaubat dan ajak mereka ke sini!"
"Baik, Tuan."
Salah satu misi Doni berhasil, yaitu memberikan tempat tinggal yang layak untuk para gelandangan yang ada di kota M dan memberikan pekerjaan halal untuk mereka.
Dan Doni juga memberikan nama kampung ini KAMPUNG PREMAN.
Bersambung....
__ADS_1