Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Melepas Rindu


__ADS_3

Acara haru-haru telah usai, acara kumpul keluarga tengah selesai. Kini tinggal acara melepas rindu dua pasangan yang baru bertemu kembali setelah satu bulan terpisah jarak dan waktu.


Doni tak melepaskan istri mungilnya dari pelukannya sedari masuk kamar. Dia membawa Amel ke dalam pelukannya.


"Mas, aku mau mandi dulu. Lepasin dulu ya!" pinta Amel.


"Aku merindukanmu, Mel. Sudah lama sekali tidak memelukmu seperti ini. Mandinya nanti saja, lagian ini masih siang, sayang." Doni semakin mengeratkan pelukannya mengecup mesra kening istrinya.


Sebenarnya Amel juga sama merindukan suaminya. Tapi ia merasa kurang percaya diri dengan tubuhnya yang belum mandi.


"Tapi badanku bau, Mas."


"Kamu wangi, sayang. Aku suka wanginya, apa kamu tidak merindukanku?" tanya Doni sedikit menjauhkan wajahnya menunduk menatap wajah Amel.


"Aku sangat-sangat merindukanmu. Tiada hari tanpa memikirkanmu, tiada waktu tanpa mengingatmu, tiada henti ku selalu berdoa demi keselamatanmu," jawab Amel yang juga mendongak menatap mata suaminya.


Mereka saling memandang mencurahkan kerinduan lewat sorot mata. Doni mengusap pipi Amel memegang ceruk lehernya kemudian menempelkan bibirnya dengan bibir Amel memangut lembut bibir istrinya.


Mereka berdua hanyut dalam buaian rindu yang telah lama terpendam. Mereka saling melepaskan kerinduan lewat belaian kasih sayang. Mereka terus menyalurkan setiap hasrat yang telah lama mereka tahan sampai pada akhirnya sampai di sebuah puncak kenikmatan.


"Terima kasih, Mel. Aku mencintaimu." Ucap Doni mengecup lembut kening Amel membawa tubuh polos istrinya kedalam dekapan hangat penuh perasaan.


"Sama-sama, Mas. Aku juga mencintaimu." Jawab Amel mengatur nafasnya yang memburu.


"Mas."


"Hmmmmm."


"Kita sudah menikah selama lima Minggu, tapi kenapa aku belum juga datang tamu bulanan ya? padahal, ini sudah pertengahan bulan dan seharusnya ku datang bulan saat pertengahan bulan juga tapi yang ada, aku malah telat satu Minggu."


Deg....


Doni melebarkan matanya terkejut.


"Kalau kamu telat, apa kemungkinan kamu hamil? setahuku kalau wanita telah datang bulan setelah menikah itu tandanya hamil."


Amel memikirkan ucapan Doni yang ada benarnya juga.

__ADS_1


"Aku sih belum yakin. Tapi masa ia aku hamil secepat itu sedangkan kita baru melakukan beberapa kali dan itupun sebelum kamu ke Singapore?"


"Sayang, meski kita melakukannya beberapa kali, jika rahim kamu bagus dan kualitas ****** milikku juga bagus maka kemungkinan benihku akan cepat tumbuh di rahimmu. Menurut google, masa subur wanita biasanya setelah suci dari haidnya. Apa saat kita melakukannya kamu baru saja bersuci?"


"Iya, pada saat pertama kali melakukan itu aku baru satu hari mensucikan diri dari masa haidku," jawab Amel yakin.


Doni tersenyum merasa yakin kalau istrinya hamil. Dan jika itu benar, ia akan sangat bersyukur bisa di berikan kepercayaan secepat ini.


"Besok kita periksa ya, semoga di perutmu sudah ada benihku yang sudah bersemayam."


"Kenapa tidak sekarang saja mumpung masih siang?" tanya Amel menelusupkan wajahnya di dada bidang Doni.


"Karenaku ingin memelukmu seperti ini untuk melepaskan rindu dan kembali menggarapmu menanam benihku di rahimmu. Aku ingin lagi sayang," tuturnya seraya kembali mengukung tubuh istrinya dan kembali melakukan hubungan badan melepaskan hasrat yang terpendam.


Amel hanya pasrah, dia juga sama menikmatinya dan keduanya kembali melepas rindu dengan cara mereka.


*************


"Mereka pada melepas rindu dengan orang tercintanya. Doni dengan Amel, Alex langsung pergi ke kota M bertemu Bella, sedangkan saya? ck, menyedihkan tidak punya pasangan." Gumam Leo menggerutu meledek dirinya sendiri.


Pria berusia 33 tahun itu memperhatikan wajahnya.


"Hei kau itu tampan, cukup kaya memiliki usaha dealer motor dan juga menjadi asistennya Doni. Cuman kau kurang beruntung dalam soal percintaan. Kasihan deh lho tidak memiliki seseorang untuk melepas rindu."


"Ck, lama-lama gue jadi gila sendiri ngomong sama kembaran Leo. Mending healing cari angin segar sambil cuci mata," lanjutnya sambil mengambil kunci mobilnya.


Leo ingin mencari angin segar menghirup udara bebas setelah di kurung selama hampir sebulan di pertambangan emas ilegal. Tujuannya ialah panti asuhan, hanya anak-anak yang bisa menjadi pengobat rindu setelah keluarga Syafira. Dia memang sering ke panti sebab dia berasal dari panti dan bertemu dengan Syafira saat ia menginjak usia 17 tahun dan Fira usia 10 tahun.


Setelah menempuh perjalanan, Leo sampai di tempat yang ia tuju. Dia memarkirkan mobilnya namun, sebelumnya ia membelikan sesuatu untuk anak-anak di panti.


Kedatangan Leo ternya sangan di nantikan oleh anak-anak di sana. Mereka menghambur saling berebut ingin memeluk Leo.


"Om Leo, kami kangen, Om."


"Om kemana saja, kenapa baru mampir kesini?"


Banyak pertanyaan di lontarkan mereka kepada Leo. Leo pun tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Om juga kangen sama kalian. Maaf ya baru bisa menjenguk lagi. Om harus bekerja dulu soalnya. Oh, iya, Om punya sesuatu buat kalian. Siapa yang mau bantu Om turunin, ya!"


"Aku mau...."


"Aku mau...." pekik mereka girang berebut ingin membantu Leo.


Leo membuka bagasi mobil belakang dan di sana sudah banyak makanan dan mainan yang ia beli. Anak-anak sangat antusias membantu menurunkannya.


"Tolong bawa kedalam ya, nanti Om bagi rata ok."


"Ok, Om." sahut mereka kompak.


Dari dalam ruang tamu seorang wanita memperhatikan pergerakan Leo. Dia tersenyum melihat Leo yang tampan dan juga dermawan.


"Nak Leo baik ya, Sar. Dia tampan, sopan, dan juga dermawan. Dia juga menjadi donatur tetap di panti ini. Dia juga sering berkunjung kemari bermain dengan anak-anak dan memberikan hadiah untuk mereka.


"Leo memang baik, tapi sayang, dia suka bercanda." Imbuhnya termenung.


"Ibu lihat deh, Arin dapat hadiah dari Om Leo."


"Aku juga dapat, Bu." sahut lainnya menunjukan hadiah dan makanan dari Leo. Ibu panti dan Sari tersenyum senang.


"Selamat sore, Bu." ucap Leo masih menunduk masuk membawa beberapa oleh-oleh lainnya.


"Sore juga Nak Leo."


"Ini ada sedikit oleh-oleh buat kalian," ujarnya sambil menyimpannya di bawah kemudian mendongak. Namun, matanya tertuju pada wanita yang ia kenal.


"Eh ada cewek galak, di sini juga?"


"Apaan sih Bang Le, aku sengaja mampir kesini untuk melihat adik-adikku," jawab Sari sambil mendudukan bokongnya memperhatikan anak-anak yang sedang membuka bingkisan.


"Nak Sari ini salah satu anak panti sini juga. Tapi, semenjak dewasa, Sari lebih memilih tinggal mandiri dan sering pulang kalau hanya libur kerja saja," ujar Ibu panti.


Leo mengangguk melirik ke arah Sari memperhatikannya yang sedang membantu anak-anak membuka mainannya.


Cara Leo melepas rindu dengan bermain bareng anak panti. Raut wajah bahagia dan tawa yang lepas terlihat dan terdengar jelas dan itu membuatnya semakin terlihat tampan. Tanpa Leo sadari, diam-diam Sari memperhatikannya dan kembali menunduk.

__ADS_1


"Entah kapan perasaan ini muncul. Namun aku takut untuk kecewa dan di permainkan lagi," gumam Sari dalam hati mengintip kembali lewat lirikan mata.


Bersambung.....


__ADS_2