Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Pengumuman Novel


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


Mampir ke ceritaku yang lainnya Yuk.


Mohon dukungannya dengan cara like, vote, dan komen ya. Makasih.



Di jalan, Alvin terus menggerutu.


"Kenapa macet segala, tidak biasanya jalan ke kampung macet?" umpatnya sesekali melirik ke jam tangan.


"Bisa lebih cepat tidak, terus klakson mereka, Bimo!" titah Alvin.


"Aduh, Bos. Ini macetnya parah, susah untuk keluar." Jawab Bimo, dia merasa aneh dengan Alvin yang terus menerus menyuruh cepat.


Karena tidak sabar, Alvin keluar dari mobil berniat untuk mengojek. Hanya membutuhkan waktu 10 menit saja untuk sampai ke rumah Riana jika menggunakan ojek.


"Bos, mau kemana, Bos?" terik Bimo melihat Alvin terus berlari melewati setiap mobil.

__ADS_1


"Aduuh, bisa-bisa gue kena semprot bos nyonya ini mah," umpat Bimo panik.


****


"Mohon maaf atas kekacauan yang terjadi, ini di luar kendali kami." Yanto meminta maaf kepada semuanya atas apa yang telah terjadi di acara bahagia ini.


Vino kembali duduk di samping Riana berniat melanjutkan ijab qobul nya. Riana kembali gugup, dia terus meremas gaun pengantin. Hatinya berusaha menerima namun kenyataannya ia belum mampu.


"Silahkan, pak! Lanjutkan acaranya!" ucap Bambang pada pak penghulu.


Vino kembali menjabat tangan penghulu lalu berucap dengan lantang setelah penghulu mengucapkan setiap kata.


"𝘒𝘢 𝘝𝘪𝘯𝘰, 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘢." 𝘎𝘶𝘮𝘢𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪.


****


SAH.....


Deg!...

__ADS_1


Alvin yang baru tiba di depan rumah Riana termangu, langkah yang tadi semangat kini melemah ketika mendengar kata sah dari dalam. Hatinya perih, dadanya terasa sesak, dengan bingung dan perasaan hancur yang mendera, Alvin tetap melangkah memastikan apa yang ia dengar.


Dia tercengang, terdiam di pintu masuk melihat Riana benar-benar sudah menjadi istri orang lain. Dia melihat Riana mencium tangan Vino dan Vino mencium kening Riana penuh perasaan.


"𝗧𝗲𝗿𝗹𝗮𝗺𝗯𝗮𝘁 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩, 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢."


Alvin memegang pintu berusaha untuk tegar. Hatinya terluka melihat orang yang kita cintai bersanding dengan orang lain.


Harapan indah berumah tangga dengannya kini telah sirna. Dia tersenyum berusaha untuk menyembunyikan luka di hati serta rasa sakit di perutnya.


Yusuf yang berada di belakang Riana terus menatap Alvin dengan tatapan penuh tanya. Posisi pintu masuk berada di sebelah kanan mereka, dan Yusuf sempat melihat dari sudut matanya ada orang yang berdiri di pintu.


Dia memperhatikan gerak gerik Alvin. "𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘢? 𝘴𝘰𝘳𝘰𝘵 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘴𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘢."


Perlahan Alvin memundurkan langkahnya, menjauh dari tempat itu, dia sudah tidak mampu lagi menyaksikan semuanya. Alvin membalikan badannya tak terasa air mata Alvin menetes lalu dia menghapusnya agar tidak ada yang tahu jika dia sedang rapuh.


Yusuf bangkit mengikuti Alvin karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan.


Langkah Alvin terasa gontai, dia tidak tahu tujuannya saat ini kemana, dia hanya mengikuti kemana langkah kaki menuntunnya.

__ADS_1


Entah kebetulan atau bagaimana, ada rumah yang memutar lagu ADIPATI berjudul JANUR KUNING. Lagu itu mengiringi setiap langkahnya, setiap kata dari lagu itu sungguh menyesakkan dada Alvin.


Tibalah ia di pinggir danau, dia duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Punggungnya menyender ke kursi, matanya terpejam menikmati semilir angin segar menerpa wajah.


__ADS_2