Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Berita


__ADS_3

Di saat semuanya baik-baik dan berbahagia, tiba-tiba sebuah berita menerpa Doni. Nama Doni Alexander kini tengah ramai di perbincangkan oleh publik mengenai skandal nya dengan wanita bernama Helena.


"Kenapa ini bisa terjadi, Don? bisa-bisa wanita itu bilang kalau kau dan dia mengaku menjalin kasih di depan wartawan pula." Dita kesal kepada mereka yang menjatuhkan Keluarga Alexander.


"Lihat tuh beritanya! Wanita itu begitu terlihat bermuka tebal di depan wartawan." Sahut Dinda yang juga sedang menonton Berita tersebut.


Seorang wanita tengah di renten pertanyaannya oleh wartawan. Wanita itu terlihat tersenyum memperlihatkan tangannya tersemat cincin pertunangan.


"Apakah benar jika Anda dan Doni Alexander memiliki hubungan dan sejak kapan kalian menjalin kasih?"


"Seperti yang kalian lihat jika di tangan saya sudah tersemat cincin pertunangan dan itu artinya kita memang memiliki hubungan yang spesial. Soal hubungan, saya sama Doni sudah berpacaran sejak tiga bulan yang lalu. Dia dan Om saya menjalin kerjasama dan saya sering menggantikan Om saya. Dari situlah benih-benih cinta mulai bersemi diantara kita," jawab Helena tersenyum menatap kamera.


"Lalu, kenapa hubungan kalian di sembunyikan?"


"Itu karena kita tidak ingin hubungan kita menjadi konsumsi publik. Tapi, sekarang saya mengumumkan kabar baik buat kalian semuanya atas keinginan Doni sendiri."


"Kapan kiranya pernikahan kalian akan di selenggarakan?"


"Secepatnya, nanti kami kabarkan lagi kepada kalian semuanya."


BEP....


Amel mematikan tayang berita tersebut. Dia sudah sangat kesal, dan juga marah sama wanita itu.


"Bisa-bisa dia membuat skandal seperti itu. Aku mau kamu menyelesaikan semuanya secepatnya, Mas! Aku tidak mau hal ini semakin ramai dan simpang siur."

__ADS_1


"Benar kata Amel, kita harus segera bertindak dan kalau perlu, kita adakan konferensi pers untuk membantah semuanya," sahut Dita geram.


"Ini adalah rencana mereka," ujar Fira berpikir serius memutar kembali raut wajah, gestur tubuh, dan nada bicara Helena di benaknya.


"Maksud kamu, Ra?" tanya mereka kompak.


"Ada satu hal yang membuat mereka kekeh ingin menjadikan Paman Doni bagian dari keluarganya. Popularitas dan kekayaan. Mereka masuk menginginkan kedudukan tertinggi di SC AND R dan AS JEWELRY. "


"Apa hubungannya denganku? kan pemiliknya kamu, Ra." Ujar Doni serius.


"Mereka mengira jika Pamanlah pemiliknya. Maka dari itu mereka membuat berita pengakuan hoax untuk membuat Paman merasa malu lalu menikahinya."


"Satu lagi, aku bisa melihat jika Helena sedang hamil. Kemungkinan, jika Paman menolak maka ini akan menjadi salah satu senjata untuk ia ungkapan ke publik dan mengakui jika itu anakmu," tutur Fira.


"Ini tidak bisa di biarkan kelamaan. Besok kita harus selesaikan!" kata Dinda.


"Donoooo.... eh salah, Doniii... bahaya bahaya bahaya eeuyyy..." pekik Leo berteriak sedikit berlari masuk ke rumah Dita sambil menggandeng tangan Sari.


Leo langsung mengambil air minum yang ada di atas meja meneguknya sampai habis. Dia mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


"Duduk dulu, Bang!" kata Fira.


"Tidak perlu, Ra. Ini bahaya... di luar banyak wartawan berebut masuk menyerbu rumah ini untuk meminta Doni mengklarifikasi soal berita yang beredar."


"Apa? kau serius, Le?" pekik Doni terkejut.

__ADS_1


Dita berdiri ingin mengintip di balik kaca. "Ternyata benar, sudah banyak wartawan di sana."


"Terus sekarang kita harus apa?" tanya Amel.


"Begini saja, Bang Leo kedepan memberitahukan kepada mereka bahwa besok akan di adakan konferensi pers. Paman Doni akan mengklarifikasi semuanya besok." Ucap Fira menyuarakan idenya.


"Tapi bagaimana jika dia memaksa ingin masuk? mereka begitu banyak, Ra. Aku masuk sini saja susahnya pakai banget."


"Di depan sudah banyak penjaganya kan? mereka pasti tertib jika kita menghampirinya," balas Fira.


"Baiklah. Sayang, aku kedepan dulu," pamit Leo pada Istrinya dan Sari mengangguk.


Setibanya Leo di depan gerbang, dia di jaga oleh beberapa pengawal.


Sudah banyak para wartawan yang menunggu informasi dari Doni. Bahkan, mereka sudah ada yang mulai menyiarkan berita.


"Pak, bisa izinkan kami mewawancarai tuan Doni untuk klarifikasi tentang hubungannya dengan Nona Helena." tanya salah satu wartawan saat melihat Leo keluar. Dan wartawan lainpun langsung menyerbu Leo.


"Begini, besok kami akan mengadakan konferensi pers. Tempat dan waktunya akan kami kabarkan. Maka dari itu, kalian siapkan pertanyaan untuk kalian tanyakan besok."


"Pak, pak. Berikan kami sedikit informasi mengenai hubungan keduanya?"


"Maaf, saya tidak bisa memberikan info apapun. Terima kasih." Leo pergi masuk kembali.


"Silahkan kalian membubarkan diri!" pinta penjaga di sana.

__ADS_1


Mau tidak mau para wartawan itu membubarkan diri tanpa mendapatkan informasi yang akurat menunggu hari esok tiba.


Bersambung......


__ADS_2