
Hari ini telah tiba, hari dimana Doni akan membuat klarifikasi tentang berita yang sedang Viral mengenai dirinya dan wanita bernama Helena. Dan hari ini juga, Doni beserta yang lainnya akan mengumumkan siapa pemilik sah dari SC AND R dan AS JEWELRY yang sebenarnya.
"Le, apa semuanya sudah siap?" tanya Doni menelpon seseorang.
"Sudah, bos. Mereka semua sudah standby di tempat. Kita tinggal menunggu kedatangan kalian saja."
"Ok, kalau gitu kita juga siap turun ke bawah." Doni mematikan panggilannya. Dia memperhatikan orang-orang yang berada di sana.
Ada Syafira beserta suaminya dan keluarga lainnya juga.
"Kalian siap?" tanya Doni memastikan.
"Siap, Paman. Kita harus secepatnya mengambil tindakan sebelum dia kembali berulah. Orang-orang suruhanku sudah berjaga di tak jauh dari rumah dalang di balik pemberitaan ini dan mereka akan di seret ke penjara." tutur Fira dan Doni mengangguk.
"Semoga semuanya cepat selesai," ucap serentak keluarga.
"Ok, kalau gitu kita temui para wartawan tersebut." Doni mengandeng Amel dan Fira menggandeng suaminya.
*************
Di sebuah ruangan yang cukup luas, ada sebuah meja panjang yang sudah di tata sedemikian rupa.
puluhan mikrofon dan alat perekam lainnya sudah tergeletak dan tersusun rapi di atas meja tepat berada di tengah-tengah.
Puluhan wartawan dari berbagai media pun sudah berkumpul dan sudah siap mengambil gambar maupun rekaman dari konferensi pers ini.
Mereka semua nampak sudah tidak sabar ingin melihat dan bertanya mengenai hubungan seorang Doni Alexander dengan wanita bernama Helena.
Ini adalah berita menggegerkan datang dari seorang Doni Alexander yang tak pernah terdengar pemberitaan apapun baik itu masalah pribadi ataupun gosip lainnya dan ini sangat membuat mereka penasaran.
Bukan hanya puluhan wartawan yang ada di ruangan itu. Tapi, puluhan karyawan yang bekerja di bawah naungan Syafira dan Doni juga ikut hadir untuk menyaksikan konferensi pers yang akan di selenggarakan oleh Bos besarnya secara besar-besaran.
Karena rasa penasaran dan rasa tak sabar membuat ruangan tersebut terdengar gaduh dan riuh. Hingga pada saatnya ruangan tersebut terasa hening saat kemunculan Doni, Amel, Syafira dan Reyhan.
Para wartawan bertanya-tanya siapa ketiga orang yang bersama Doni. Mereka datang bersama rombongan orang-orang penting SC AND R dan AS JEWELRY dan beberapa pengawal dengan penampilan gagah dan juga tersemat earphone di telinga untuk saling berkomunikasi dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Itukan Doni Alexander, lalu siapa wanita yang di gandengnya? dia bukan Nona Helena?"
Bisik beberapa wartawan yang sudah kasak kusuk penasaran.
"Lalu yang pasangan satunya lagi siapa?" Mereka tidak mengetahui siapa Syafira karena Syafira selalu menyembunyikan identitasnya.
Mereka berempat sudah duduk di kursi yang telah di siapkan kemudian di kelilingi dewan direksi dan di jaga ketat oleh para pengawal.
Doni sudah duduk tegap memutar matanya mengedarkan pandangan menatap para wartawan yang sudah siap.
"Selamat siang semuanya..."
"Siang..." jawab mereka serentak bersamaan.
"Terima kasih sudah bersedia hadir di sini. Maksud saya mengundang saudara semuanya untuk mengklarifikasi berita yang sedang ramai di perbincangkan mengenai saya dan seorang wanita. Dan saya juga ingin mengumumkan sesuatu yang sangat penting di depan publik."
Doni menjeda ucapannya, dia masih mengedarkan pandangannya sambil tangannya menggenggam tangan Amel.
"Saya ingin mengumumkan bahwa wanita yang mengaku sebagai tunangan saya itu adalah berita bohong HOAX."
"Saya tidak pernah menjalin kasih dengan siapapun selain dengan wanita di samping sebelah kiri saya." Doni melirik pada Amel dengan tatapan mesra penuh cinta.
"Kalau ini istri Anda lalu siapa perempuan yang mengaku menjadi tunangan Anda? apakah kalian pernah berpacaran?" tanya salah satu wartawan di sana.
"Dia Helena, rekan kerja saya. Dan saya baru mengenalnya empat bulan yang lalu. Dan saya tidak pernah pacaran dengan siapapun selain dengan istri saya."
"Dan di sini juga saya akan mengumumkan jika pemilik sah dari SUNSHINE CAFE and RESTO ( SC and R ) dan AS JEWELRY adalah keponakan saya AURELIA SYAFIRA dan yang di sampingnya adalah suaminya REYHAN AL-HUSSEIN pengusaha mainan dan juga perhotelan." ucap Doni lantang penuh penegasan sambil menoleh ke arah Fira dan menggenggam tangan Fira.
Penuturan Doni membuat mereka terkejut. Pasalnya yang mereka tahu Donilah pemiliknya.
"Jika ada yang mengaku-ngaku menjadi calon istri saya atau istri saya itu adalah HOAX. Dan, keponakan sayalah pemilik sah dari ketiga perusahan tersebut."
"Pak, lalu hubungan Anda dengan Nona Helena bagaimana?"
"Seperti yang saya bilang tadi, dia bukan siapa-siapa saya karena dia hanya mengaku-ngaku saja. Jika ada pertanyaan lain, kalian boleh bertanya kepada asisten kami Leo dan juga Alex."
__ADS_1
Doni, Amel, Fira, dan Reyhan beranjak meninggalkan tempat itu.
*************
"Sialaaan... bagaimana ini Om? dia membuat klarifikasi dan ternyata Doni sudah menikah. Lalu bagaimana dengan kehamilanku ini? siapa yang akan bertanggungjawab sedangkan aku sendiri tidak tahu ayahnya siapa."
"Ini semua karena kau yang bodoh, Helena. Kau masih saja tidur dengan sembarang pria dan lihatlah akibatnya, kau hamil. Dan Doni, dia sulit kau dapatkan."
"Tapi, kamu bisa mengaku kepada publik bahwa kamu hamil anaknya Doni. Bilang saja kalau dia memaksamu saat kalian sedang melakukan pertemuan. Tante yakin kalau mereka percaya apalagi kamu memiliki foto saat kalian berduaan," sahut istrinya David.
"Tantemu, benar. Kita panggil wartawan ke sini..."
Braaakk....
Belun juga selesai bicara, beberapa polisi datang mendobrak pintu rumah David. Mereka menoleh terbelalak ada polisi.
"Angkat tangan! Kalian kami tangkap atas tuduhan pemberitaan bohong dan atas penipuan berlian di kota B." pekik bapak polisi menodongkan pistol.
"Bagaimana ini, Om. Darimana mereka tahu kalau kita pernah menipu?" bisik Helena gemetar takut di penjara dan juga panik.
"Mana Om tahu."
"Pak, kalian salah orang, kami tidak menyebarkan berita bohong apalagi menipu, Pak. Jangan tangkap kami," ucap David.
"Tangkap mereka!"
"Pak.... kami tidak salah, Pak..!" Helena berontak saat polisi memborgolnya dan menyeretnya.
"Pak... lepaskan saya...! saya tidak ikutan, suami dan ponakan saya yang merencanakan ini semua, Pak." Pekik Istrinya David yang juga berontak tak ingin di bawa.
"Kalian jelaskan nanti di kantor polisi."
"Lepaskan saya, Pak Polisi!" teriak David.
Namun sayang, mereka bertiga tidak bisa melawan ataupun kabur dikarenakan rumahnya sudah di jaga oleh para pengawal Doni. Dan mereka bertiga di giring ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perihal perbuatannya.
__ADS_1
Menipu, dan juga menyebarkan berita HOAX. Phak Doni pun sudah memberikan bukti-bukti nya sehingga para polisi segera bertindak.
Bersambung.....